Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
berlaku lah sopan


__ADS_3

bunga akan menolak ajakan alfin tapi tidak sempat karena ada tangan kokoh di dekat tangannya sedang mengandung tangan lainnya.


" maaf berlaku lah sopan jangan sembarangan menggandeng tangan orang lain apa lagi itu nona bunga. dan lagi pula saya pikir anda bukan kekasih non bunga kan. " ujar bram yang menahan tangan alfin yang akan menggandeng tangan bunga.


alfin sangat marah karena aksinya kini gagal untuk menggandeng bunga, niat alfin sebelumnya ingin memperlihatkan pada semua orang bahwa jangan ada lagi yang mendekati bunga karena bunga adalah miliknya. tapi sayang itu sudah gagal karena bram.


" kamu berani padaku apa kamu sudah lupa. " ujar alfin dengan suara dingin.


" asal anda tau saya tidak pernah takut pada siapapun. perlu anda ketahui saya ini bukan orang yang baik saya bisa melakukan hal yang tidak akan anda duga. satu lagi saya akan melakukan apapun demi kenyamanan dari nona bunga dan saya yakin nona bunga tidak akan suka jika anda gandeng tadi. "


" hooo.... ada yang sok tau rupanya. ingat ini kamu sudah melakukan sesuatu yang salah padaku.... "


" alfin berhenti bram melakukan tugasnya dengan benar dan juga kamu sudah aku katakan sebelumnya jangan sembarangan menggandeng tanganku. asal kamu tau kita tidak sedekat itu. kita ini haya teman. dan ayahku dengan keluarga mu hanya ada hubungan bisnis jadi jangan mencoba meng clan sesuatu atas diriku. " ujar bunga kesal.


" bunga ini tidak seperti itu aku hanya ingin mengantarmu ke kelas aku tidak ada maksud lain dan masalah menggandeng tangan bukan kah sudah biasa aku rasa itu tidak berlebihan. " jelas alfin dengan lembut.


" terserah. tapi satu hal jangan samakan aku dengan wanita lain yang bisa di sentuh siapa saja. aku memiliki prinsipku sendiri. " ujar bunga.


" bunga..... " ujar dara dari jauh bersama feli mulai mendekat.


bunga pun pergi ke arah dara dan feli meninggalkan alfin.


" bunga....


hey....


bunga tunggu...


bunga maaf...


aku salah...


bunga..... "


tapi bunga tidak menghiraukan itu dia terus menjauh dari alfin. kemudian segera membawa dua sahabatnya itu.


" bunga ada apa sih kenapa tuh dengan alfin. " feli.


" iya kenapa... " dara.


" sudah ayo pergi dulu sebelum alfin mengejar ku. " ujar bunga.


" tapi bunga aku ingin bertemu mas bram.. " dara.


" iya bunga tunggu sebentar. " feli.


" kalian ini ya...


ya sudah aku sendiri saja... " bunga.


dua sahabat bunga pun menyusul bunga membatalkan niat untuk bertemu bram sedangkan bram kini sedang berhadapan dengan alfin yang tampak sangat marah dan emosi pada bram.


" kamu pelayan sialan....


gara gara kamu lihat bunga marah kan pada ku . " ujar alfin mendekat ke arah bram setelah gagal mendapatkan bunga.


" maaf tapi itu tugas saya untuk menjaga nona. " jawab bram.


" kau ini seperti nya perlu aku berikan pelajaran agar kamu tau di mana posisi kamu di mataku. " ujar bram.


" terserah anda mau apa. lagi pula anda ini siapa non bunga. "


" aku ini adalah calon suami bunga. " alfin.

__ADS_1


" maaf apa saya tidak salah dengar. apa anda tidak sadar dan cobalah berkaca untuk mengatakannya. " bram


" kamu sialan. " bram segera melakukan tangan tapi bram sudah melakukan tendangan sebelum pukulan itu mendarat di wajahnya.


alfin yang terkena tendangan bram segera meringkuk di tanah dadanya terasa sesak karena tendangan bram.


" sekali lagi saya katakan jangan pernah sembarang dengan nona bunga. karena saya tidak takut dengan orang yang hanya bisa mengandalkan status keluarga untuk menggertak orang. dan satu lagi datanglah kapanpun kamu pada ku jika kamu dendam. " ujar bram kemudian pergi dari sana menuju kafe sebelumnya dimana bram dan pak jon pernah ke kafe itu.


sedangkan alfin menatap kepergian bram dengan penuh nafsu amarah. " awas kamu... karena kamu sudah mengusik ku aku akan membuatmu mati dengan mengenaskan. " ujar alfin memegang dadanya yang begitu sakit.


sedangkan kini bunga sudah ada di kelasnya perasaan jengkel dan kesal masih di rasa.


" bunga apa yang terjadi di parkiran tadi. " feli.


" iya aku lihat sepertinya alfin sedang berseteru dengan mas bram. " dara.


"entah lah aku tidak mengerti dengan orang itu, dia itu seenaknya saja mengancam orang sembarangan dan lagi dia juga berusaha menggandeng tanganku untung saja bram menghalanginya. " jelas bunga.


" dia ingin berulah rupanya. " feli.


" tapi kamu tenang saja bunga aku dengar dari pihak universitas tadi alfin akan keluar dari sini dan akan melanjutkan pendidikannya di luar negri. " dara.


" baguslah jika dia pergi aku sudah malas untuk bertemu dengan dia yang selalu berusaha dekat denganku." ujar bunga


" tapi bunga apa yang kamu lakukan di rumah sakit kamu baik baik saja kan. " ujar feli bertanya.


" aku baik baik saja aku hanya sedang menolong seseorang tadi yang tiba tiba saja pingsan dan hampir saja tertabrak mobilku. " jelas bunga.


" Are you serious...... " dara.


" lalu apa yang terjadi dengan orang itu bunga. " tanya feli.


" hah..... " bunga mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu yang hingga saat ini bunga masih tidak tau nama dari wanita itu.


pasti itu sangat berat untuk di Terima wanita itu. " dara.


" siapa kiranya orang yang sudah melakukan itu pada wanita itu. " ujar feli.


" entah lah itu juga yang sedang aku pikirkan.


eh tapi tunggu ini sudah pukul berapa. " tanya bunga


" pukul 14.10. ada apa bunga. " dara


" aku rasa jam kuliah kita sudah lewat sepuluh menit apa tidak ada ke jelasan dari dosen yang mengajar. " ujar bunga .


" iya aku baru saja menyadari itu. " ujar feli.


" coba periksa grup kelas kita apa ada pemberitahuan tentang ini. " ujar bunga.


tinggalkan bunga dan dua sahabatnya itu kita lihat apa yang sedang bram lakukan sekarang


bram yang akan memasuki kafe mengurungkan niatnya untuk masuk karena bram mengingat sesuatu yang mana dalam perjalanannya ke sini dia sudah membeli makanan untuk makan siang. lebih tepatnya bunga yang memesankan walau akhirnya bram yang membayarnya.


" aku melupakan sesuatu rupanya...


bukankah di mobil sudah ada makanan untuk makan siang. lebih baik aku kembali saja untuk memakan itu terlebih dahulu. " ujar bram.


bram pun kembali ke mobil mengambil makanan dan minuman itu lalu segera membawanya ke sebuah kursi yang tidak jauh dari parkir mobil.


" aku rasa di sini saja. " ujar bram kemudian mulai makan.


setelah selesai makan bram masih duduk di tempat yang sama tiba tiba saja dia memikirkan ketuanya yang ada di markas.

__ADS_1


" sudah dua hari bagai mana kabar ketua...


hah aku masih tidak tau kapan aku akan bisa kembali hanya untuk sekedar bertemu saja. ujar bram merenung.


yang tiba tiba saja bayangan bunga muncul di dalam lamunannya bram sempat menikmati nya hingga sadar


" eh apa yang sedang baku pikirkan bram sadar lah siapa nona bunga itu. " ujar bram


" bram....


" eh... bukan sekedar bayangannya saja tapi suara non bunga juga terdengar di telingaku. " gumam bram.


" bram.. "


" bram sadarlah. "


" bram.. "


bram melihat ke arah mobil di sana sudah ada bunga dan dua sahabatnya.


" eh...


rupanya itu benar benar nona.


mati aku sudah mengabaikannya. " ujar bram


" iya nona. " segera saja bram berlari.


" kamu ini kenapa bram. " bunga.


" eh itu nona saya hanya sedang berpikir tentang apa yang perlu saya lakukan kedepannya untuk keamanan nona. " jelas bram melenceng dari kenyataan.


" mas bram ini memang profesional sekali idaman kaum wanita banget. " feli.


" eh...


apa sih bak feli ini. " bram.


" sudah ayo aku mau kembali sekarang. "


" baik non. " bram


" bunga kita satu mobil ya.. " dara.


" iya bunga kita satu mobil ya. " feli.


" tidak aku masih ada urusan dan lagi pula kursi belakang masih tidak bisa di duduki karena banyak darah yang masih belum di bersihkan jadi kalian tidak bisa ikut sekarang. " ujar bunga.


" yah sayang sekali. " ujar feli dan dara.


" by sampai jumpa besok.


bram ayo.


" baik non....


bak dara


bak feli saya permisi ya. " bram.


" mas bram kapan kapan abil cuti ya kita jalan bareng. " ujar dara.


" enak aja kalian tidak bisa bram akan terus bekerja. " bunga.

__ADS_1


__ADS_2