
" kau seorang wanita.....
apa yang membuatmu berani datang ke tempatku. " ucap diwan kemudian menyesap rokoknya.
" untuk datang membunuh iblis sepertimu yang sudah membunuh adik ku tidak perlu takut apapun. " ucap si wanita.
" oh.....
aku sedikit familiar denganmu apa kamu anita.
oh ya benar kamu anita. jadi kamu datang untuk membalaskan kematian adikmu sofia itu. "
" iblis sepertimu tidak pantas menyebut nama adik ku.... "
" mulutmu itu sepertinya perlu di sekolahkan kau lupa sedang bicara dengan siapa. " ucap diwan mencengkram dagu wanita itu.
wanita bernama anita itu bukannya takut atau apa dia malah meludah ke arah wajah diwan.
cuuuuh........
diwan memejamkan matanya lalu menjauhkan wajahnya dari anita dan membersihkan ludah di wajahnya.
" hahahaha.......
aku memaafkan ini karena kamu terlihat cukup cantik dan sepertinya tubuh ini cukup enak jika di nikmati. " ucap diwan.
" kalian semua apa kalian lapar..... "
" ya.... " jawab kompak semua orang.
" jika begitu kalian bisa menikmati wanita ini sepuas kalian buat dia begitu terhina karena sudah berani datang dan meludahi ku. jangan berikan kematian yang mudah pada dia. " ucap diwan.
" sial kau iblis...
lepas kan aku aku akan membunuhmu.
hey kau iblis. "
plaaaak....... " ( tamparan).
sebuah tamparan melayang pada anita membuat anita tersungkur ke lantai tamparan itu di lakukan oleh Tony.
" bawa dia....
sepertinya aku perlu mengisi mulutnya itu agar bisa diam. " ucap Tony.
" siap bos... " anita di bawa dengan kasar ke luar rumah di ikuti semua penjaga yang ada di dalam rumah.
bram yang masih bersembunyi hanya terus melihat itu tampa melakukan apapun. " bagai mana ini.....
apa yang harus aku lakukan.... " ujar bram.
" menolong atau menghabisi bajingan itu. " bram.
bram berpikir cukup lama, keadaan sekitar cukup sepi tidak ada lalu lalang lagi para penjaga.
" lebih baik baku habisi bajingan itu dahulu baru setelah itu aku menolong wanita itu. " ujar bram kemudian keluar secara perlahan dari persembunyian nya dengan sangat waspada. bram kemudian menaiki anak tangga menuju lantai dua.
" bram..... "
" sial kau membuat ku terkejut.... "
" sorry..... ada apa....
apa aku melewatkan sesuatu... "
" lupakan itu sekarang kamu periksa semua kamera di lokasi ku apa masih ada penjaga atau tidak. "
" hah... ya baik lah... "
bram melanjutkan langkahnya menaiki tangga dengan sangat hati hati tanpa bersuara.
" bram.... "
" sial kau membuatku terkejut lagi.... "
" kau ini tumben sekali......
aku sudah memeriksa semua CCTV hanya ada dua penjaga di sebuah pintu di kamar orang itu. "
__ADS_1
" bagus tunjukkan arahnya sekarang... "
" ya baik lah.. "
bram kemudian mengikut semua arahan yang sudah di arahkan tidak butuh waktu yang lama untuk bran bisa tiba.
" dua orang baik lah.... lakukan dengan cepat.... " ucap bram. kemudian keluar dari persembunyian nya berjalan cepat ke arah dua penjaga.
dua penjaga yang menyadari kedatangan bram menanyai bram.
" siapa kamu.... "
" hey.... siapa kamu... "
bram tidak menjawab dan terus melangkah cepat.
dua penjaga itu kemudian mendekati bram, stelah cukup dekat bram bergerak sangat cepat menyerang dua penjaga itu. dalam hitungan 15 detik dua penjaga itu di buat tidak sadarkan diri oleh bram.
setalah itu bram membawa dua orang itu ke sebuah kamar untuk di sembunyikan. sedangkan diwan kini sedang menikmati minuman dengan di temani rokok hingga terdengar suara ketukan pintu.
tok...tok..... tok.....
tok... tok... tok....
" sial.....
apa kah tidak bisa malam ini mereka mengatasi seorang wanita.... " kesal diwan.
kemudian diwan segera pergi ke pintu untuk membukakan pintu melihat siapa yang sudah berani mengetuk pintunya.
" ada apa masih...... " ucap diwan terhenti ketika sebuah tendangan sangat keras mengirimnya mundur terlempar kebelakang. hingga tersungkur di lantai dan memuntahkan darah.
wanita yang ada di atas kasur terkejut dan akan teriak tapi bram segera menodongkan pistol dan memberikan kode dengan jarinya untuk diam dan meminta wanita itu untuk masuk kedalam kamar mandi.
" siapa kamu.... " ucap diwan duduk di lantai.
bram tidak menjawab bram hanya terus menodongkan pistol ke arah orang itu.
" hey....
apa kamu di bayar....
" hey dengar jangan hanya diam saja kau tau siapa aku jika kamu berani membunuhku hidupmu tidak akan pernah tenang. jadi untuk kebaikanmu aku sarankan kamu tidak membunuhku dan bekerja saja padaku bagai mana. " bujuk diwan untuk menyelamatkan hidupnya.
dooor.. . .. . dooor.. . . . dooor.. . ..
bram hanya diam lalu tanpa berpikir bran segera menarik pelatuk pistol sebanyak tiga peluru keluar tepat di dada diwan.
" bram....
kamu masih menjadi pembunuh tanpa suara rupanya. " ucap orang di sebrang komunikasi tersembunyi.
" diam dan pastikan saja semuanya aman... "
" siap bos.....
saranku segeralah pergi karena suara pistol mu itu memancing ikan ikan mendekat.
" em.... "
di lain tempat.
" bos wanita itu begitu luar.... "
" hem....
mari coba produk baru kita.....
lalu lihat apa dia masih bisa liar setelah ini. "
" wah.....
ini pasti lebih baik dari yang sebelumnya. "
" hahaha tentu saja....
sudah sana kamu berikan ini aku sudah tidak sabar setelah itu kalian bisa bergiliran. "
" siap bos..... "
__ADS_1
setelah selesai berurusan dengan anak buahnya Tony pergi ke kamar mandi.
didalam kamar anita dalam keadaan terikat di lantai.
" lihat wanita ****** aku sudah mendapatkan sesuatu yang bagus untuk mu. "
" lepas lepaskan aku apa yang akan kamu lakukan bajingan... " anita.
" tenang saja setelah ini aku akan melepaskan mu dan melihat bagai mana kamu akan beraksi. " ucap orang itu kemudian memindahkan cairan dalam botol kecil itu ke dalam alat suntik.
" sialan jangan coba coba.....
jauhkan itu dariku.... " anita.
" tanang saja kamu akan suka dengan ini setelah merasakannya. " ucap orang itu kemudian mengunci pergerakan anita untuk menyuntikkan obat cair itu.
" em..... jangan..... jangan.... jangan. . sialan aku akan membunuhmu jika aku lepas nanti. " ucap anita tapi dia baikan dan orang itu terus melanjutkan menyuntikkan obat itu.
beberapa menit kemudian Tony datang memasuki kamar di sana anita sudah ada di tempat tidur dalam keadaan hanya mengenakan dalaman saja. anita mendesah dan bergerak seperti orang gelisah di tempat tidur.
" bos obatnya keren tidak perlu waktu yang lama untuk bereaksi. "
" hahaha.....
tentu saja......
lalu di mana sisa nya.... "
" eh....
aku suntikkan semuanya bos. "
" apa.....
kau ingin membunuhnya sebelum aku menikmatinya.... "
" maaf bos.... tapi lihat dia masih baik baik saja lalu mengapa bos tidak langsung saja sebelum terlambat.... "
" ah sialan kamu itu.
ya sudah sana kamu keluar.... "
" siap bos.... "
Toni segera menghampiri anita yang sedang ber gerak gelisah di tempat tidur Tini segera meraba tubuh anita, anita merespon sentuhan Tony dengan *******. tangan nakal tony begitu lihat bermain kemudian yah seterusnya.
setelah 15 menit Tony menikmati tubuh anita yang mana kini anita sedang terbaring lemas dengan nafas tersegal-segal.
dooor...... dooor..... dooor....
" sial siapa yang sudah menggunakan senjata malam hari. " ucap Toni segera melepaskan tubuh anita begitu saja dan segera menggunakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
" siapa yang sudah menggunakan senjata. " ujar Tony pada anak buahnya setelah keluar dari dalam kamar.
" tidak tau bos.... "
" segera periksa..... "
" baik bos..... "
" bos..... bos...... " ucap seorang yang baru datang.
" ada apa.... "
" suara tembakan berasal dari kamar tuan.... "
" apa.....
segera bawa semua orang periksa kamar tuan aku akan memakai baju dan akan segera menyusul. "
" baik bos. "
bram kini sudah keluar dari kamar diwan dia sudah di parah oleh seseorang yang sudah membantu sejak tadi. bram kini sudah berada di area luar rumah. sedang menunggu kesempatan untuk bergerak karena saat ini para penjaga sedang memasuki rumah.
setalah menunggu bram segera pergi ketempat di mana anita berada. dengan di tuntun seseorang orang dari alat komunikasi.
" apa kah di sini. " tanya bram.
" ya aku yakin di sini.
__ADS_1