Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
sampah


__ADS_3

setibanya mall bunga dan dua sahabatnya mulai memasuki mall, bram juga segera mengikuti bunga.


" kamu kenapa ikut. " tanya bunga.


" saya bodyguard nona bukan sopir jadi saya harus memastikan keamanan nona. " jawab bram.


" terserah.... " ujar bunga tidak peduli.


mereka mulai mencari barang yang pas untuk di jadikan hadiah untuk nenek alfin.


" bunga apa kalung liontin ini bagus.... " dara.


" bunga apa gelang ini bagus..... " feli.


" mereka bagus tapi nenek alfin sudah tidak muda lagi jadi aku rasa itu tidak akan berguna untuk dia. " ujar bunga.


" eh... benarkah.... " feli.


" ya juga sih.... lagi pula mereka bukanlah orang yang tidak mampu untuk membeli hal seperti ini. " dara.


" lalu apa yang harus kita beli. " ujar feli.


" mikir dong. " ujar bunga.


dua orang itu memanyunkan bibir mereka mendengar tanggapan dari bunga. " mas bram sini.... " ujar dara.


" baik bak....


apa ada yang bisa saya bantu... " ujar bram


" mas bram sini sama saya aja saya perlu bantuan mas bram. " ujar feli.


" udah mas di sini kan saya dulu yang panggil. " dara.


" jangan mas sini aja saya sangat butuh bantuan mas bram. "


bram hanya bisa pasrah saat dua tangannya di tarik ke kanan dan ke kiri oleh dua sahabat bunga. bunga melihat itu menjadi sangat emosi dan ingin menghentikan kelakuan memalukan dua sahabatnya itu.


tapi belum juga bunga menyuarakan kemarahannya dari arah lain terdengar suara makian dan tamparan seorang.


" dasar wanita ****** plaaaaaaakk........ "


bunga melihat kearah asal suara itu, matanya melihat seorang wanita yang sudah bersimpuh di lantai. sedangkan si peria terus memaki wanita itu. semua orang di sana hanya melihat tidak ada yang membantu.


" berhenti..... " teriak bunga sangat keras menghentikan perlakuan kasar lelaki itu yang akan menginjak wanita itu.


semua orang tertuju pada suara bunga lelaki itu menatap bunga dengan tatapan tidak jelas mengandung banyak maksud. sedangkan dua sahabatnya berhenti kemudian menunduk mengira merekalah yang di minta berhenti.


tapi bunga malah melangkah melewati mereka bram melihat arah kepergian bunga di mana bunga melangkah menuju seorang wanita yang bersimpuh di lantai dengan air mata yang mengalir serta bercak darah di sudut bibirnya dengan pipi memar menyerah.


" apa kamu tidak apa apa...


mari biar saya bantu.... " ujar bunga yang sudah tiba kemudian sedikit duduk untuk membantu wanita itu.


" nona pergilah ini berbahaya untuk mu...


aku tidak apa apa...pergilah sekarang... " ujar wanita itu setelah beberapa detik terdiam.


" aku tidak takut dengan laki laki bajingan seperti dia yang berani kasar pada seorang wanita. " ujar bunga menatap sinis pada laki laki itu.


" kamu....


jangan ikut campur ini urusan ku dengan wanita ***** ini. " ujar laki laki itu.


" ayo...


lupakan orang ini dan kamu pergi saja denganku... " ujar bunga mengabaikan apa yang di katakan orang itu.


" tapi.... "


" apa....apakah dia suami, pacar, atau kamu di beli olehnya. " tanya bunga.


" dia bos saya.... " ujar wanita itu.

__ADS_1


" mulai hari ini kamu berhenti bekerja dengan dia dan kamu ikut dengan saya. " ujar bunga.


" hey....


kamu berani mengabaikan ku...


dan sekarang kamu juga berani mengambil orang ku..... " ujar peria itu terlihat marah.


" apa kamu tidak sadar kamu hanya sekedar peria busuk. kamu juga bukan siapa siapa dia jadi tidak ada alasan untuk kamu menahan dia ikut dengan ku. " ujar bunga tidak menunjukkan rasa takut.


" aku bosnya dan aku berhak atasnya karena dia aku gaji. dan sedangkan kamu hanya orang luar yang ikut campur. "


" sebutkan harganya akan ku bayar untuk itu. " ujar bunga.


" oh kamu berani rupanya, tapi maaf aku bukan orang yang ke kurangan uang dan jika kamu mau membawanya bisa saja tapi kamu harus mau menemaniku malam ini saja. " dengan wajah mesum dan senyuman buaya mata yang membulat melihat setiap inci lekuk tubuh dari bunga.


cuiiih..... bunga tanpa berpikir apa pun langsung meludahi orang itu.


" kamu ingin denganku apa kamu pikir aku pantas untuk sampah seperti kamu..... " ujar bunga.


" dasar wanita tidak tau diri...... " ujar si peria itu sangat marah tangannya sudah di angkat bersiap untuk melakukan tamparan.


bunga sudah memejamkan matanya ketika tangan itu sudah mulai melesat kearahnya.


1.....2.....3.....4....5....6...7.....8...9... tapi tamparan itu tidak pernah menyentuh pipi bunga. bunga membuka mata melihat rupanya tangan peria itu sudah di tahan oleh tangan putih bersih. bunga melihat ke arah sampingnya rupanya itu bram.


" nona biar saya yang menghadapi sampah ini nona bisa mundur saja. " ujar bram dengan mata yang terlihat tenang dan menghipnotis membuat bunga tanpa sadar segera mundur.


" dari mana asal keberanianmu mengangkat tangan kotor mu ini untuk menampar nona ku. apa kamu tau dia itu sedang ada dalam perlindungan ku. jadi kamu harus melewati ku dulu jika ingin menyentuhnya. " ujar bram dengan tatapan mengerikan dan cengkraman tangannya semakin kencang hingga membuat orang itu meringis kesakitan.


" le... le... le... paskan aku..... " ujar peria itu memaksakan suaranya untuk meminta bram melepaskan tangannya.


" apa lepaskan.....


tidak semudah itu orang sepertimu ini perlu di beri pelajaran agar tau batasan.


pertama kraaak.... ( tulang patah) itu untuk kamu karena telah berani berniat menampar nona ku.


dua banng.... ( tinju ) itu untuk kamu karena sudah berani merendahkan nona ku.


bunga dan semua orang merasa sangat terkejut dan mematung melihat bram.


" ingat ini jika kamu dendam padaku datanglah kapan saja namaku bram. " ujar bram melanjutkan kata katanya.


" nona susah selesai apa kita melanjutkan untuk membeli hadiah... atau kita pulang saja ujar bram dengan sopan. tapi bunga masih mematung melihat bram.


" nona.... nona..... " ujar bram akhirnya berhasil membuat bunga sadar.


" eh....


yaa....


apa.... " ujar bunga linglung dan juga salah tingkah karena dia memandangi bram.


" nona apa kita masih mau membeli hadiah atau kita pergi saja. " kembali bram menjelaskan.


" itu.... eeee.... kita.... emm..... cari hadiah dulu kemudian pergi. " ujar bunga mengalihkan situasi dengan mengan menghampiri wanita yang tadi itu.


" mari ikut saya dulu untuk mencari hadiah selepas itu kita pergi. " ujar bunga.


" ba... baa... baik.


terimakasih. " ujar wanita itu.


" em.... " bunga segera membawa wanita itu pergi mengabaikan bram.


" seseorang tolong hubungi ambulan agar sampah ini segera di pungut. " ujar bram. kemudian segera mengejar bunga yang sudah pergi kembali ke toko sebelumnya.


" mas bram.....


mas bram keren banget sih...


aku sepertinya jatuh cinta sama mas bram. " ujar dara memeluk lengan bram.

__ADS_1


" enak aja....


mas bram mending sama aku aja...


semua yang mas bram minta aku kasih. " ujar feli yang tidak mau kalah memeluk lengan bram.


" maaf ya bakal dara bak feli saya ini masih fokus untuk kerja tidak memikirkan tentang pacaran jadi tolong. saya takut jika tuan hendrawan melihat ini beliau merasa kecewa terhadap saya. " ujar bram


" kalian berdua hentikan kalian itu niat mencari hadiah atau mau menggoda orang. " ujar bunga kesal.


" eh plis.... jangan marah bunga. " dara.


" hehehe.... abisnya kamu itu beruntung banget sih bunga punya bodyguard tampan dan keren seperti mas bram ini. " feli.


" mas bram tolong bantu kami untuk memilih hadiah. " ujar dara masih bergelayut di lengan bram.


" ah.... saya rasa tidak sopan untuk itu dan saya itu kurang mengerti untuk masalah hadiah hadiah. " ujar bram.


" mas bram coba dulu....


bunga tidak apa apa kan mas bram bantu kita cari hadiah. " ujar feli yang sama masih bergelayut di lengan bram.


" terserah. " ujar bunga segera mulai kembali melihat lihat.


" tuh mas bram jadi tolong ya. " ujar feli.


" em....


baik lah tapi tolong lepaskan kedua tangan saya ini. " ujar bram.


" oh...


baik lah.... " ujar feli dah dara segera saja melepaskan tangan bram.


" huh....


akhirnya aku terlepas dari dua wanita ini....


sepertinya hari hari ku akan sulit jika bertemu mereka. " ujar hati bram.


tanpa banyak bicara bram mulai ikut mencari barang yang pas untuk di jadikan hadiah. sebelumnya bram sudah menangkap clu dari hadiah yang bunga dan sahabatnya cari. mereka mencari hadiah untuk seorang nenek. itu lah clu yang di gunakan bram untuk mencari hadiah.


hingga akhirnya mata bram terfokus pada giok hijau bercorak putih susu berbentuk gelang tangan.


" permisi boleh saya melihat yang ini. " ujar bram.


" boleh....sebentar saya ambilkan. " ucap sang pelayan


" ini silahkan.... " ucap pelayan itu setelah mengambilkan.


" nona bunga....


bak dara...


bak feli....


saya rasa gelang giok ini sangat pas untuk di jadikan hadiah. " ujar bram.


bunga dan yang lainnya melihat ke arah bram dan melihat apa yang bram pegang.


" mas bram bukankah itu terlalu simpel hanya sebuah gelang batu saya. ya walau terlihat bagus dan cantik tapi aku rasa itu akan terlihat murahan. " feli


" benar mas...


tapi apa alasan mas bram memilih batu itu. "


bunga hanya diam saja tidak peduli. " ini namanya giok bak, nah karena penerima ini adalah seorang nenek. maka saya rasa ini pas karena batu giok di percaya bisa membantu kesehatan seseorang apa lagi bagi mereka yang sudah lanjut usia. juga hadiah itu bukan tentang harga tapi tentang ketulusan hati pemberi hadiah. " ujar bram begitu memukau.


dara dan feli saja sampai berbinar binar melihat bram. keduanya sangat ingin memeluk bram saat itu. sedangkan bunga mulai merasa setuju dengan apa yang di katakan bram.


" ah...


tidak cocok ya....

__ADS_1


maaf sepertinya nona saya tidak suka silahkan di letakkan kembali. " ujar bram karena tidak menerima tanggapan apapun dari bunga dan dua sahabatnya itu


__ADS_2