
bram sendiri tidak diam saat melihat bunga yang di bawa pergi, bram segera mengikuti arah kepergiannya. setelah tiba pun bram masih mengikuti dan mendengarkan semua percakapan bunga dan nenek alfin. saat bunga meninggalkan alfin bram menangkap niat jahat alfin dari tatapan matanya pada bunga.
" mulai malam ini kamu dalam pengawasan ku berhati hatilah dalam setiap tindakanmu sedikit saja kamu melakukan pergerakan pada nona bunga maka di situlah akhir dari semuanya. " ujar bram di hatinya.
alfin segera menyusul bungan mimik wajahnya kini sudah berubah lagi. bram juga lenyap dari tempatnya dan kini bram sudah berada di tempat sebelumnya dengan minuman di tangannya.
" tuan anda hanya di sini saja apa anda tidak mau menikmati pesta ini. " ujar pelayanan yang sedari tadi sibuk menyiapkan minuman.
" tidak aku lebih suka seperti ini saja. " jawab bram.
" oh seperti itu rupanya....
aku sedari tadi memperhatikan pandangan matamu tuan dan jika tidak salah tuan selalu menatap gadis yang di sana itukan. " ucap sang pelayan berani karena melihat bram tidak sama seperti tamu lainnya.
" iya...kamu benar aku memang memperhatikan gadis itu. " jawab bram tidak menutup nutupi.
" ya....
itu wajar saja tuan sejak kedatangannya tadi semua orang sudah sibuk membicarakannya. ada yang memuji ada yang cemburu dan lain lainnya. gadis itu memang sangat cantik dan sempurna. bahkan tuan muda dari keluarga aron saja sampai mengejar ngejarnya. " jelas pelayanan itu semakin akrab saja.
" apa maksudmu pemuda yang itu. " tanya bram.
" benar tuan dia adalah putra pertama sekaligus pewaris dari keluarga aron di masa depan. seperti yang sudah di ketahui keluarga aron adalah keluarga no 3 yang sangat berpengaruh di negara ini jadi sangat mudah bagi dia untuk mendapatkan gadis itu. " jelas sang pelayan.
" apa kamu yakin begitu. " tanya bram.
" begini saja tuan siapa yang bisa menolak orang kaya dan seorang calon pewaris dari keluarga besar dan berpengaruh seperti keluarga aron. aku yakin pada akhirnya gadis itu pasti akan di dapatkan oleh pemuda itu. "
" hem.... alasan yang masuk akal juga. kamu pandai membaca situasi dan keadaan sehingga kamu tau apa yang bahkan terjadi. " ujar bram.
" hehe....
tuan bisa saja aku hanya membantu dirimu tuan agar tidak terlalu dalam berharap karena saingan Anda sangat berat. tapi mungkin tuan bisa jika tuan berasal dari keluarga no 1 atau dua. "
" yah... sayang itu tidak denganku. apalah aku jika di bandilan dengan dia. " ujar bram.
" bersabarlah tuan masih banyak di luar sana walau tidak secantik dan semenarik gadis itu tapi setidaknya bisa.... hehehehe. "
" ah..... aku jadi berfikir yang tidak tidak.... "
" taun apa anda ingin tambah lagi.... "
" tidak sudah cukup....
tapi apa boleh aku tetap duduk di sini aku merasa sangat nyaman di sini. "ujar bram.
" duduk dan minumlah sepuasnya di sini tuan karena yang bayar tagihannya keluarga aron. " ujar pelayan itu.
" ah... benar juga, kamu memang yang terbaik. "
hahaha... hahaha.... hahaha.... " tawa bram dan pelayan itu pecah.
di tempat bunga.
" bunga di mana bodyguard tampanmu itu. " feli.
" iya bunga dimana mas bram.
dia ikutkan. " dara.
__ADS_1
" kalian itu ya.....
aku bertanya tanya sejak bertemu dengan dia kalian berubah. " ujar bunga yang tidak mengerti dengan dua sahabatnya itu.
" jangan salah bunga kitakan lagi usaha. " ujar feli.
" iya bunga di mana mas bram. "
" aku tidak tau kalian cari aja sendiri aku pusing ngurusin kalian. " ujar bunga.
" hay...
ngomongin apa sih... " ujar alfin yang datang tiba tiba.
" eh alfin...
tidak ada biasa masalah perempuan. " ujar dara.
" kalian masih di sini saja ayo kita ke sana untuk ambil makanan dan duduk di sana. " ajak alfin.
" bunga ayo masak iya kamu hanya datang dan pergi saja. " lanjut alfin.
" em.... " bunga.
" ya udah ayo kesana saja lagi pula kita perlu memakan dan minum sesuatu. " dara.
" benar juga. " feli.
" ya sudah ayo. " bunga.
" nah begitu kan enak. " ujar alfin
" kalian bisa duduk di sana. aku akan mengambil minuman untuk kalian. " alfin.
" ok...
makasih ya fin...
baik banget sih..... " dara.
alfin segera pergi meninggalkan ketiganya bram melihat arah perginya alfin yang rupanya alfin pergi ke arah tempatnya memesan minuman tapi anehnya alfin melalui jalur belakang.
bram yang sudah memasukkan alfin dalam daftar orang yang perlu di waspadai tentu saja tidak diam saja.
bram melihat alfin sedang berbicara pada seseorang dan tampak alfin memberikan sesuatu pada pelayan itu dan bram juga melihat tampak alfin menyerahkan sebuah cek.
" hem... kamu ingin hancur dengan cepat rupanya..
kamu sudah salah karena orang yang kamu inginkan ada dalam perlindungan ku. " ujar bram.
melihat alfin yang sudah pergi dengan teliti bram terus mengawasi pelayan itu tampak pelayan itu memasukkan sesuatu pada salah satu minuman kemudian memisahkan minuman itu dengan minuman lainnya.
saat sang pelayan sudah akan pergi dan memegang nampan itu bram memanggilnya.
" hey kemari lah... " ujar bram.
" ya ada apa tuan... " ujar pelayan itu mendekat dan kebetulan juga semua pelayan di sana sibuk.
" aku ingin soda apa kamu bisa ambilkan untukku aku lihat yang lain terlalu sibuk. " ujar bram.
__ADS_1
" oh baik tunggulah sebentar tuan. " ujar pelayan itu kemudian menaruh nampan berisi minuman di meja bar.
tak butuh waktu yang lama pelayan itu kembali dengan minuman bersoda yang di mita bram.
" silahkan tuan ini yang Anda inginkan. " ujar pelayan.
" terimakasih....
ini untuk mu karena mau membantuku. " ujar bram kemudian pergi.
" eh.... "ujar pelayan itu tapi bram sudah pergi kearah kerumunan
" silahkan kan tuan dan nona ini minumannya. " ujar pelayan itu kemudian mulai meletakkan minuman itu pada setiap orang di sana.
" jika tidak ada lagi saya permisi. " ujar pelayan itu setelah meletakkan minuman pada setiap orang.
" nah silahkan di minum ini spesial untuk malam ini.
bunga ayo diminum. " ujar alfin
" terimakasih. " ujar ketiganya kemudian segera meminum minuman itu di ikuti oleh alfin yang tersenyum simpul.
bram kini sudah duduk di kursi yang cukup dekat dengan kursi yang di tempati bunga dan yang lainnya bram menikmati hidangan yang sudah di ambilnya.
" waktunya hitung mundur sebenarnya apa yang sudah kamu rencanakan pada nona bunga.... " bram berbicara di dalam hati dengan pandangan yang terus mengarah pada tempat bunga dan yang lainnya duduk.
Ternyata yang di berikan alfin itu sangat cepat pengaruhnya kini tampak terlihat alfin yang mulai gelisah. bram yang melihat itu tersenyum jahat.
" alfin ada apa dengan kamu..... " feli.
" iya apa kamu sakit wajahmu tampak memerah. " ujar dara
bunga diam saja melihat alfin yang sudah aneh.
" itu sepertinya aku tidak enak badan. aku harus pergi untuk istirahat kalian aku tinggal dulu. " ujar alfin sudah seperti orang mabuk berjalan dengan sedikit oleng.
" aneh tadi dia baik baik saja tapi mengapa dia tiba tiba saja bisa sakit. " dara.
" entah...
bunga apa kamu ingin sesuatu aku ingin mengambil ice cream. kamu mau titip sesuatu. " ujar feli
" tidak ada aku sudah malas. " ujar bunga.
" ya sudah... tunggu ya... " feli pun pergi.
" bunga di mana kira kira mas bram. " dara.
" mana aku tau bukan urusanku kali. dan kamu itu kenapa sih feli juga kalian itu seperti ngejar ngejar bram. "
" hehe... sepertinya aku jatuh cinta dengan mas bram. "
" hah terserah kalian. "
" lalu di mana mas bram bunga. "
" aku tidak tau dan aku tidak mau tau. " ujar bunga.
" hah... dasar bunga tidak mendukung sahabat yang sedang usaha. "
__ADS_1
bunga diam saja tidak peduli