
bram kemudian mendekati pintu bermaksud untuk membuka pintu, tapi pintu kemudian terbuka dari dalam dan sosok Tony yang keluar dari dalam kamar.
" siapa kamu. " ucap Tony pada bram.
bram tidak menjawab tapi malah menendang Tony hingga terpental kembali ke dalam kamar.
Tony segera memulihkan dirinya dari serangan bram kemudian segera melakukan serangan balasan. bram juga tidak diam dia juga maju. Tony yang merupakan seorang petarung sangat lah lihai menguasai pertarungan bram yang sudah banyak pengalaman masih beberapa kali terkena serangan dan di buat mundur.
tapi bram juga bukanlah petarung amatiran dia juga tidak kalah kuatnya dengan tony.
" cuuuh..... ( meludah jan darah) kau lumayan juga rupanya. " ucap Tony. tapi bram tidak bersuara.
" tapi sayang kamu akan berakhir di sini malam ini. " ucap Tony kemudian melakukan serangan lutut yang di arahkan pada ulu hati bram.
bram masih bisa menahan dan membalas serangan Tony dengan sapuan kaki, tapi Tony masih menghindar. karena sapuan bram gagal bram melanjutkan dengan sebuah tendangan, tapi Tony mengelak dan menangkap kaki bram.
" bram waktu mu tidak banyak cepatlah... " ucap seorang dari saluran komunikasi.
mendengar itu bram segera merubah teknik, kecepatan, dan gaya bertarungnya. yang mana kali ini pukulan bram lebih berat dan serangannya selalu mengarah pada titik mati pada Tony.
Tony yang melihat perubahan serangan bram mulai kewalahan karena selain serangan bram yang selalu saja berhasil lolos serangan itu berhasil membuat rasa sakit yang mengganggu Tony.
Tony saat ini hanya bisa bertahan saja karena jika Toni melakukan serangan balasan bram selalu memiliki ruang untuk melakukan serangan juga.
" sial teknik bertarung apa sebenarnya yang di gunakan anak ini mengapa begitu mematikan jika seperti ini aku akan benar benar mati konyol di buatnya. " keluh Tony yang semakin tersudut.
bram berhasil memukul wajah Tony dengan di tutup sebuah serangan fatal tendangan yang dengan tepat bersarang di ulu hati tony. Tony berhasil di kirim tersungkur di lantai dengan muntahan darah keluar dari mulutnya.
kini tony sudah tergeletak mengenaskan tidak berdaya tapi masih bernafas, bram berdiri di dekat kepala Tony melihat Tony yang sepertinya ingin berbicara tapi tersedak darah di tenggorokannya.
bram mengangkat satu kakinya separuh lalu menurunkan lagi dengan keras tepat ke arah wajah Tony tidak hanya sekali bram melakukan nya sebayak 5 kali kemudian setelah itu bram membalik Tony menjadi posisi tengkurep, kemudian bram mematahkan leher Tony dengan kejam.
" bram cepatlah jangan berlama lama dengan kekejaman mu. "
" sabar tau ini agar lebih dramatis tau.... "
" aku tau tapi jika kamu terlalu lama di sana mereka akan segera kembali.. "
" ya baik lah..... "
bram kemudian pergi ke arah anita yang terkulai lemas di tempat tidur tampa busana. tampak di mata anita begitu sedih dan penuh dengan dendam.
" ayo aku bawa kamu pergi.... " ucap bram.
" bram kamu gila apa kamu akan mencelakai dirimu dengan membawa wanita itu. "
" diam lah aku ini manusia jiwa kemanusiaan ku masih ada. "
" hah... terserah lah.... "
bram berbicara dengan seorang yang terhubung dari jalur komunikasi tersembunyi.
kini bram sudah menaiki motornya dengan anita berbonceng di belakang bram mengikat anita ke tubuh bram agar anita tidak jatuh. karena kondisi anita sangat lemah dan memprihatinkan.
bram melajukan motornya ke arah rumah sakit terdekat agar anita bisa segera di tolong dengan perawatan medis.
__ADS_1
" tolong tolong....." teriak bram di depan pintu UGD. setelah teriakan itu para tim medis yang ada segera membantu bram membawa anita. setelah anita di tangani dokter bram masih menunggu sejenak memastikan keselamatan anita.
" bram kamu sedang berada di tempat yang penuh dengan CCTV. jadi kuharap teruslah gunakan penyamaran mu. "
" itu tugasmu untuk menghilangkan jejakku... "
" aku tau tapi setidaknya berjaga jaga saja. "
" em... aku mengerti. "
tak lama dokter keluar dari ruang UGD.
" bagai mana keadaan wanita itu. " tanya bram.
" maaf nyawanya tidak tertolong ada kandungan obat yang sangat keras di dalam tubuhnya sehingga membuat wanita itu overdosis. "
" ah....
begitu rupanya.... "
" apa kamu keluarganya segera urusi lah... "
" dokter tunggu aku hanya menemukannya di jalan tolong bantu aku menyelesaikan ini semua biayanya akan aku lusi tapi tolong makamkan wanita ini dengan layak. " ujar bram memohon.
" ah....
baik lah segera saja urus di administrasi, rumah sakit akan mengusik pemakaman untuk wanita malang itu. "
" baik terimakasih dokter. "
jika begitu aku pergi. "
" silahkan dokter. "
singkat cerita bram kini memutuskan untuk kembali pulang karena malam sudah akan berganti pagi beberapa jam lagi.
sedangkan di rumah diwan semua penjaga sedang di sibukkan dengan kematian diwan dan juga tony. mereka semua mencari siapa pelakunya.
" bagai mana dengan CCTV. "
" CCTV tidak berfungsi sehingga tidak ada rekaman apapun yang terjadi. "
" apa bagai mana mungkin terakhir kali baik baik saja. coba kamu panggil bagian ruang pengawas. "
" baik..... "
tak lama kemudian.
" apa benar CCTV tidak berfungsi.... "
" benar.... tapi itu terjadi begitu saja bahkan tidak ada tanda tanda kerusakan jika ada aku pasti akan melapor untuk perbaikan. "
" aneh....
sepertinya pelaku sudah mempersiapkan ini sebelumnya dan meretas CCTV sejak awal agar tidak meninggalkan jejak. "
__ADS_1
" wanita itu juga hilang dari kamar bos Tony. " ucap seorang yang baru saja datang.
" wanita itu juga menghilang.....
apa mungkin wanita itu yang membunuh Tony"
" tidak mungkin sebelumnya bos Tony sudah memberikan obat untuk wanita itu aku yang menyuntikkannya pada wanita itu. "
" ini pasti pelaku sebenarnya yang melakukannya. "
" sudah kita laporkan saja pada bagain pusat agar pusat yang menyelidiki ini. "
" baik lah. "
bram baru saja memasuki kawan rumah. pak jon segera membukakan gerbang untuk bram.
" baru kembali mas. " pak jon
" iya Pak jon...
saya baru selesai dengan urusan saya....
bagai mana rumah aman kan... "
" aman mas bram tenang saja... "
" oh....
ya sudah saya masuk dulu ya pak jon. "
" ya mas bram.
jangan lupa istirahat. "
" siap pak jon. "
Bunga yang sedang tidur memeluk jaket bram terbangun karena mendengar suara motor. bunga segera melihat jam di kamarnya yang menunjukkan pukul 3 pagi. kemudian bungan melihat apa yang sudah di peluknya untuk menemani tidurnya.
" eh ini jaket bram....
sejak kapan aku memeluknya. " ucap bunga mencoba mengingat kejadian sebelum dirinya tidur.
" aduh..... mengapa aku lupa....
tapi bram baru saja kembali, sebenarnya apa yang di lakukannya hingga jam 3 pagi baru kembali. " ujar bunga berpikir.
" aku rasa otakku perlu di refresh karena sejak semalam selalu memikirkan sesuatu yang tidak jelas. " lanjut bunga mengeluh karena memikirkan bram.
" badanku terasa sakit semua apa ada yang salah dengan kasurku. tapi aku rasa ini masih nyaman dan baik baik saja. " ucap bunga mengeluh.
bram sendiri kini sedang membasahi tubuhnya di bawah guyuran air dari shower. setelah beberapa menit bram menyelesaikan mandinya kemudian mengenakan handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambutnya.
" malam yang panjang......
kasihan sekali wanita itu harus meninggal. " ucap bram yang kini sedang berbaring di sofa setelah berpakaian.
__ADS_1
" jika tidak salah namanya anita dan memiliki seorang adik bernama sofia tapi sayang sudah meninggal dan sekarang dirinya pun meninggal karena kebodohannya sendiri. " lanjut bram. kemudian tanpa terasa dirinya mulai terlelap tidur.