Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
sosok lain


__ADS_3

" paman Derrick.... " bram.


" ada apa bram malam malam begini kamu menghubungiku.... " Derrick.


" paman apa perusahaan tuan igor atau tuan igor sendiri memiliki hubungan dengan seorang bernama diwan. " tanya bram.


" diwan.....


sepertinya nama ini tidak asing seperti pernah mendengarnya. " Derrick.


" dia pemilik perusahaan dewangga grup paman. " bram mencoba menjelaskan.


" ah... ya benar dia adalah pemilik dewangga grup. dan rencananya esok kita akan ada pertemuan dengan orang itu untuk membahas kerjasama. " Derrick.


" paman orang ini bukan orang baik dia sudah berani mencoba untuk menculik nona dengan menyewa seorang.dia juga merupakan seorang pembisnis dunia bawah. " jelas bram.


" bram jangan sembarangan bicara. " derrick.


" paman malam ini nona hampir di culik oleh dua orang yang berbeda salah satunya adalah diwan." jelas bram.


" benarkah.....


berani sekali orang itu awas saja esok akan ku buat dia mati. " marah Derrick.


" jangan paman orang ini di lindungi orang orang pemerintahan dan juga para kartel kartel ternama. biarkan aku saja yang melakukannya. " bram.


" benarkah apa yang kamu katakan bram, lalu bagai mana kamu akan melakukannya. "


" mudah saja paman aku sudah biasa dengan hal seperti ini. "


" apa kamu yakin bram. "


" tentu paman. "


" ya sudah berhati hati lah. "


panggilan terputus


bunga.


" pak jon....


siapa orang tadi yang keluar dari rumah. " tanya bunga dengan ponsel di telinganya yang kini bunga sedang berdiri di balkon karena tidak bisa tidur.


" oh... itu mas bram nona. dia mengatakan ingin keluar sebentar. " jawab Pak jon.


" apa bram mengatakan akan kemana. " tanya bunga penasaran.


" tidak ada nona mas bram tidak mengatakan akan pergi ke mana. " pak jon.


" oh ya sudah. "


panggilan terputus.


" *bram mau ke mana malam malam begini dia baru saja tiba dan sekarang sudah mau pergi lagi, apa tidak bisa menundanya sampai esok sampai harus di lakukan malam ini. apa bram tidak lelah dia sudah bertarung dengan beberapa orang dan sepertinya juga sedang terluka. " pikiran bunga.


" tapi mengapa aku yang sibuk memikirkannya, sudah lah terserah lebih baik tidur saja malam ini sangat dingin sekali*. "


bunga kemudian masuk kembali ke kamarnya kemudian pergi ke tempat tidurnya terlihat di tepi tempat tidurnya ada jaket bram yang sebelumnya bunga pakai.


" eh jaket bram. " ujar bunga mengambil jaketnya.


" wangi juga jaketnya. " ucap bunga karena wangi jaket bram menembus hidung bunga.


" hah tidur saja...


pikiranku sepertinya kacau malam ini. " ucap bunga karena selalu memikirkan bram.

__ADS_1


bram saat ini sedang berada di jalan dengan motor yang melaju sangat kencang menuju lokasi tempat di mana diwan berada.


waktu perkiraan bram untuk sampai 10 menit tiba di lokasi sedikit melenceng karena bram terlambat 30 detik. " sial aku telat 30 detik. " umpat bram kesal pada dirinya sendiri.


" aku rasa motor ini aman di sini lokasinya juga cukup jauh dari tempat itu. " ucap bram kemudian meninggalkan motornya tapi bram tidak menanggalkan helem hitam dari kepalanya itu.


tempat diwan seperti villa yang terletak di tepi danau dengan halaman yang luas di setiap sisi rumahnya itu banyak sekali penjaga sehingga sangat sulit untuk masuk bagi seseorang yang memiliki niat tersembunyi kecuali dia bram yang kini sudah berada di sekitaran rumah diwan setelah melumpuhkan sekitar 5 penjaga.


" bram rumah itu memiliki sensor yang mana tidak bisa di buka secara paksa jika di buka secara paksa alarm akan berbunyi. " ucap orang melalui saluran komunikasi tersembunyi.


" aku melihat di sini ada tempat seperti meletakkan kartu apa perlu aku gunakan kartu. " ucap bram


" tidak perlu kamu memiliki aku jadi sekarang kamu bisa langsung masuk. "


" sialan lalu mengapa kamu masih mengingatkanku jika kamu bisa. "


" hehehe.... agar seperti di film film bram. "


"terserah." jawab bram kemudian membuka pintu bram mulai mengikuti benang merah yang mengarahkan jalannya ke lokasi di mana diwan berada.


di kamar diwan.


" apa kamu puas sayang. " wanita


" kau hebat tubuhmu itu begitu nikmat dan juga permainan mu cukup mengesankan untuk selanjutnya aku ingin kamu yang menemaniku lagi. "


" kapanpun kamu mau aku siap. " wanita.


triiing..... triiing.... triiing.....


" ya.... "


" tuan sepertinya seseorang berhasil menyusup. "


" sial apa kalian semua tidur... "


" sial....


panggil semua orang dapatkan penyusup itu sekarang. jika tidak kalian akan menanggung akibat nya. "


" baik tuan..... "


panggilan terputus.


" ada apa sayang. " wanita.


" diam lah jika kamu tidak ingin mati ucap diwan kemudian pergi begitu saja tanpa busana apa pun ke arah kamar mandi. sedangkan si wanita segera diam ketakutan.


kembali dengan bram yang masih terus mengikuti benang merah melewati beberapa penjaga di bagian dalam rumah.


" bram.... "


" ya..... "


" aku harus pergi karena seseorang sedang mencoba menjebol sistem ku. "


" ha.... apa tidak bisa di tunda. " bram


" tidak busa... "


" yasudah cepat selesai kan.... "


" ya hati hati lah. "


" em.. "


di luar rumah.

__ADS_1


" kalian menyebar sekarang temukan penyusup itu dan beri tau yang lainnya. " ucapnya pada dua orang yang ikut dengannya.


" baik bos. "


kemudian setelah mengatakan itu segera mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


" ada apa... "


" cepatlah datang ke rumah tuan... "


" ada apa... "


" ada penyusup....


tuan meminta untuk membawa semua orang... "


" apa....


baik lah..... "


di dalam bram sedang bersembunyi karena melihat seseorang penjaga sedang terburu buru. " mengapa penjaga itu terlihat terburu buru, apa aku sudah ketahuan. " pikir bram.


tidak lama setelahnya penjagaan mulai semakin ketat para penjaga mulai berpatroli bram yang sedang bersembunyi sangat sulit karena penjagaan sangat ketat.


" sial ada apa sebenarnya mengapa penjagaan semakin ketat saja apa mungkin aku sudah ketahuan. " setelah memikirkan itu bram melihat sekelebat bayangan hitam melintas. tak lama bayangan itu muncul menyerang salah satu penjaga.


" penyusup nya di sini. " ucap salah seorang penjaga yang setelah itu mati karena di serang sosok misterius itu.


bram masih bersembunyi melihat ada apa sebenarnya dan siapa sosok misterius itu.


sosok itu kemudian menaiki tangga bram yang melihat benang merah milik ya sosok itu bergerak ke arah tempat di mana diwan berada.


bram yang akan bergerak untuk mengikuti sosok itu membatalkan niatnya karena dari atas terjatuh seorang penjaga dengan sosok misterius itu.


penjaga yang dari lantai dua segera turun menyusul sosok misterius itu segera bangkit kemudian berlari. bram yang melihat sosok itu berlari di jalurnya segera menghindar agar bram tidak terlihat.


tapi bru saja sosok itu melewati bram sosok itu sudah kembali lagi melewati bram dengan cara berbeda dia seperti terlempar.


kemudian osok itu segera membuka penutup wajahnya dan memuntahkan darah dari mulutnya.


" lihat dia hanya seorang wanita rupanya. " ucap salah satu penjaga.


" benar sekali beraninya dia datang ketempat ini apa dia sudah tidak sayang lagi dengan nyawanya. "


" kalian semua iblis aku akan membunuh kalian . "ucap sosok wanita itu kemudian menyerang para penjaga.


para penjaga yang sudah berkumpul sekitar 30 orang sedang mengelilingi wanita itu.


1....2.....3....4...5....7.....10...wanita itu masih mampu menjatuhkan sekitar 10 orang sampai akhirnya wanita itu di jatuhkan oleh seorang yang sepertinya memiliki kemampuan beladiri sangat tinggi. wanita itu kini tak berdaya dia terlentang di lantai.


" dasar wanita ******* kau pikir siapa dirimu. " ucap orang yang menjatuhkan wanita itu dengan sedikit menekan dada wanita itu.


wanita yang tak berdaya itu mencoba menahan tekanan itu dengan kedua tangannya tampak dari wajah wanita itu dia begitu tersiksa.


" berhenti kamu bisa membunuhnya jika diteruskan. " ujar diwan menuruni tangga.


" tuan... " ucap orang yang menekan wanita itu.


" kerjamu bagus Tony aku suka. " puji diwan.


" ini tidak seberapa tuan hanya kecoak kecil liar.... " ujar orang bernama Tony.


" em...


hadapkan dia padaku aku ingin melihatnya. " ucap diwan yang sudah duduk.


" baik tuan. " jawab Tony kemudian memaksa wanita itu dengan kasar untuk menghadap diwan

__ADS_1


__ADS_2