
di dalam mobil.
" bram langsung pulang saja.... " ujar bunga setelah menaiki mobil.
" baik nona. " jawab bram tan pada pertanyaan lainnya.
bunga kembali memainkan ponselnya setelah mengatakan itu tidak lagi berniat untuk mengobrol dengan bram. bram sendiri tidak peduli dia hanya fokus menyetir saja.
triiiiing..... triiiing...... triiing..... suara dering ponsel.
" paman derrick...... " gumam bunga kemudian menerima panggilan itu.
................
" ya paman ada apa menghubungiku.... " tanya bunga setelah menerima panggilan itu.
" nona apa kah nona bisa kembali ke kediaman utama. " ucap Derrick dengan suara ragu.
" paman ada apa jangan membuatku khawatir. " ucap bunga mulai panik dan ada perasaan sesak di dadanya.
" ahk....
itu nona tiba tiba saja tuan pingsan ketika sedang di pertengahan rapat dan sampai saat ini tuan masih tidak sadarkan setelah sejenak sadar mengatakan untuk tidak memberitahukan kepadanya padamu nona. " jelas derrick dengan perasaan berat karena sebelumnya sudah diberikan pesan oleh hendrawan.
" nona...... nona..... nona.... apa kamu masih di sana... " ujar derrick.
tapi bunga tidak menanggapi panggilan derrick dia hanya bisa memikirkan hendrawan perasaan takut kehilangan hendrawan sosok ayah yang sangat di sayanginya selama ini.
" bram ke kediaman utama sekarang. " ucap bunga dengan panik, air matanya sudah menetes bayangan ibunya meninggal waktu itu muncul kembali membuat bayangan baru bagai mana jika ayahnya juga meninggal.
" bram apa kau begitu bodoh mengapa mobil ini begitu lambat. " ucap marah bunga merasa mobil begitu lambat.
" ah.....
maaf nona.... " jawab bram yang mana sudah melaju dengan kecepatan yang hampir menyentuh angka 100 km/jam.
" cepatlah jika sama papa meninggal sekalipun aku harus mati aku akan membunuhmu. " ucap bunga yang sudah mulai tidak stabil karena mulai takut.
" baik baik nona...
tapi bisakah nona duduk dengan tenang dan tolong gunakan sabuk pengaman aku akan menambah kecepatan maksimal mobil ini. " ucap bram.
" cepatlah..... " ucap bunga
bram memastikan bunga sudah mengenakan sabuk pengaman dengan benar. setelah dirasa sudah bram tampa menunda waktu segera memacu mobil di atas rata rata kecepatan mobil di dalam kota dengan kepadatan transportasi.
di Universitas.
" tuan muda.... " ucap seorang.
" ada apa.... " ucap orang itu biasa saja.
" aku di minta tuan besar untuk....... "
" aku tidak butuh supir kau bisa kembali dan tinggalkan kunci mobil itu padaku. "
" tapi tua...... "
" apa kata kataku tidak jelas. "
" jelas tuan sangat jelas. " ucap orang itu yang sudah jelas jika dia saat ini sedang ketakutan.
" bagus...... " menerima kunci dan pergi begitu saja.
" hah......
berbicara sebentar saja dengan tuan krish sudah membuatku gemetar ketakutan begini." ucap ucap orang yang dikirim untuk menjadi supir dari krish
di tempat lain...
" baik semuanya sudah siap sekarang aku sudah bisa kembali melanjutkan rencanaku yang sempat gagal. " ucap seorang di depan monitor komputernya. terlihat penampilannya begitu berantakan dan sepertinya kurang tidur.
" baik tinggal menunggu install server program ku setelah itu aku bisa kembali memantau bunga dengan leluasa. "
hahaha... hahaha.... hahaha......
__ADS_1
" bunga sabar sayang kita tidak akan lama lagi akan bersama kamu akan menjadi ratuku yang sempurna. " ucap orang itu seperti orang gila cinta.
ciiiiiiiit........ sura dencitan ban yang menandakan pengereman secara tiba tiba di kediaman hendrawan. penjara gerbang yang terkejut segera berlari membuka gerbang karena dia tau mobil siapa yang datang.
" papa..... " teriak bunga setalah membuka pintu utama kediaman.
" nona bunga...... " ucap derrick yang tidak menyangka bunga sudah tiba. tapi bunga melewati derrick bunga terus berlari menuju kamar hendrawan.
di susul juga bram yang berlari menyusul bunga tapi tertentu karena di halangi derrick.
" paman... " ucap bram.
" duduk di sana.... " ucap derrick menunjuk kursi di ruang utama.
" ahk.....
baik lah paman.... " ucap bram tapi masih sedikit melihat kearah hilangnya bunga yang berlari.
dikamar.
" papa....
papa... bunga pulang.... " ujar bunga.
" bunga kamu pulang sayang....
ada apa..... " ucap hendrawan yang sudah sadar dan sepertinya baru saja selesai di periksa oleh seorang dokter yang masih memberikan peralatannya.
" papa....
apa papa sakit......
paman bilang papa tiba tiba saja pingsan. " ucap bunga kemudian membenamkan dirinya dalam pelukan hendrawan.
" dasar derrick tidak bisa jaga sedikit rahasia..... " keluh hati hendrawan.
" papa baik baik saja sayang mungkin papa hanya sedang kelelahan saja karena terlalu banyak hal yang harus papa urus. " Jawab hendrawan.
" tuan saya permisi. " ucap dokter yang sudah selsai.
" oh... ya... terimakasih. " jawab hendrawan.
" tidak sayang papa baik baik saja. " jawab hendrawan menampilkan senyuman untuk meyakinkan bunga.
" pa..... "
" bunga dengar papa sayang....
papa baik baik saja, kamu jangan terlalu memikirkan ayah teruslah semangat dan kejar semua keinginanmu papa akan selalu bersama mu. " ucap hendrawan memberikan keteguhan.
" bunga sayang papa.... " ucap bunga memeluk hendrawan.
" ya papa tau itu...
papa juga sayang padamu nak. "
di ruang utama.
" paman apa tuan igor baik baik saja. " tanya bram.
" hah.......
entah lah dokter sedang memeriksa tuan. " derrick.
" tapi bram mengapa kamu begitu cepat tiba aku rasa baru 10 menit yang lalu menghubungi bunga dan sekarang kalian sudah di sini. " tanya derrick penasaran.
" itu paman... non bunga begitu panik dan khawatir setelah menerima panggilan dan memintaku untuk cepat cepat ke kediaman utama. jadi aku hanya menuruti nona saja. " jelas bram secara garis besar.
" begitu rupanya. " jawab derrick menangkap penjelasan bram.
" bram apa kamu masih ingat tugas utamamu. " lanjut derrick.
" masih paman. "
" bagus bram..... "
__ADS_1
" tuan derrick..... " ucap dokter.
"oh dokter bagai mana.... " derrick.
" tuan.....
tuan igor sudah sadar saat ini. " ucap dokter.
" baguslah.... " derrick.
" tapi tuan aku sarangkan untuk membawa tuan igor ke rumah sakit sepertinya perlu pemeriksaan lebih lanjut. "
" dokter apa kamu sedang mengatakan sesuatu yang buruk. " ucap derrick dingin.
" tuan aku tidak berani.
ini hanya untuk memastikan saja dan jika bisa juga ini sebagai pencegahan jika sesuatu itu buruk. " ucap sang dokter yang merupakan dokter terbaik yang saat ini mengabdi di keluarga igor keahliannya tidak perlu di ragukan.
" baik lah...
semoga itu bukan hal buruk. " ucap derrick karena derrick sudah paham dengan apa yang di katakan dokter derrick juga mengenal dokter ini. karena dokter yang satu ini memiliki analisa dan diagnosis hanya dengan melihat pasien dan peralatan seadanya.
" bai lah tuan jika tidak ada hal lainnya aku permisi. " ucap sang dokter.
" baik lah silahkan. " derrick.
di tempat lain.
( *program terinstal pemulihan data sedang di proses selamat datang kembali . )
suara program komputer*.
" ah sudah selesai akhirnya sudah tidak sabar rasanya"
( data sudah siap).
" sekarang mari kita lihat sedang apa ratuku itu. " segera tangan lincah nya itu menari dia atas keyboard. dilayar bahasa program berjalan seperti air mengalir tak lama muncul sebuah gambar lokasi terakhir bunga berada.
" oh baru saja pulang rupanya. " setelah itu kembali jari lincahnya menari kembali dan tak lama surat panggilan terakhir bunga dan derrick muncul.
" oh rupanya ayah mertuaku sedang sakit pasti saat ini ratuku sedang sedih aku harus menghiburnya agar ratuku itu tidak terlalu sedih. " kemudian berpikir
lama. " apa aku datang saja....... tidak tidak... "
lama kemudian. " kirim bunga....... ah tapi aku tidak sedang untuk menyatakan cinta... "
lama lagi. " kirim coklat saja...... tapi aku tidak sedang ingin mengucapkan hari valentine.... "
" aaaaahhkkkkk.........
sial mengapa aku tidak memiliki apapun untuk membuat ratuku tidak bersedih.
ayo otak jenius ku kamu pasti bisa pikirkan satu hal yang baik untuk ratuku. " ucap orang itu begitu frustasi.
kediaman hendrawan.
" paman.... " bram
" entah lah bram aku juga khawatir saat ini. " derrick.
" tapi paman apa tuan sebelumnya tidak memiliki penyakit. " bram
" sudah lama tuan tidak memeriksa kesehatannya semenjak nyonya meninggal itu membuat tuan melupakan kesehatannya. " derrick.
" begitu rupanya....
tapi semoga saja tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada tuan karena jika sampai itu terjadi aku khawatir nona bunga akan sangat sedih. " bram.
" ya aku juga berharap seperti itu. " derrick.
dikamar hendrawan sedang melihat bunga yang tertidur setelah cukup lama menangis.
" sayang aku merindukanmu.....
lihatlah putri kita dia sudah besar dan sangat cantik sepertimu....
__ADS_1
aku sudah menjaga dia dengan baik sesuai dengan janjiku padamu sayang..... " ucap hati hendrawan yang merindukan mendiang istrinya itu dengan menatap bunga.
" sayang jika nanti masa itu datang aku ingin bersamamu kembali dan melihat putri kita bersama sama dari sana. sungguh aku sangat merindukanmu beberapa tahun ini terasa begitu sepi tanpa kehadiran mu. " hendrawan terus meluapkan kerinduan hatinya.