
bunga dan dua sahabatnya sudah pergi secara buru buru meninggalkan alfin. bunga memang selalu menghindari alfin karena bunga tau n sebenarnya alfin sedang mengejar ngejar bunga.
" bunga kenapa buru buru banget sih.... " felina.
" aku males jika harus berlama lama dengan alfin.... " jawab bunga.
" bunga aku bingung dah sama kamu alfin tuh ganteng iya, tajir iya, perhatian sama kamu iya, baik iya, walau sedikit playboy sih. tapi kan jika dia udah jadian sama kamu pasti dia akan menjadikan kamu ratu. " ujar feli.
" lebay.... " ujar dara.
" jika kamu mau kamu bisa ambil kok...
aku mah ogah... " ujar bunga cuek saja.
" ye....
jika saja alfin mau aku sih ok ok aja tapi masalahnya itu dia sukanya sama kamu. " ujar bunga.
" astaga.... tuh cowok ganteng banget ya....
gagah dan berkarisma juga.... " ujar dara.
" ya elah dara mata kamu tuh ya kalo lihat cowok di balang ganteng semua. " felina.
" coba aja kamu liat tuh. " ujar dara menunjuk.
felina segera melihat ke arah yang di tunjuk oleh dara. saat matanya sudah menangkap objek yang sudah di tunjuk dara mata feli segera terbuka lebar dan beberapa kali mengucek matanya.
" bener tuh cowok ganteng banget sih.
bunga coba lihat cowok itu dia juga sedang berdiri di depan mobil kamu. " ujar felina.
" nah lihat kan kamu juga bilang ganteng kan fel. " ujar dara
bunga menatap kearah lelaki itu bunga berpikir siapa dia dan sedang apa di dekat mobilnya.
tanpa banyak bicara bunga segera melangkah lebar meninggalkan dua sahabatnya itu.
dara dan felina yang tertinggal mencoba menyusul bunga yang sudah berada sangat dekat dengan lelaki itu.
" bunga main jalan aja.... "
" iya kita di tinggalin..... " ujar dara dan felina bergantian tapi bunga tidak merespon keduanya.
" selamat siang nona bunga. " ujar bram yang melihat bunga sudah ada di depannya dengan tatapan tajamnya.
felina dan dara terkejut ketika mendengar seorang laki laki tampan itu memanggil bunga dengan kata nona. bunga pun sebenarnya terkejut tapi masih mempertahankan mimik wajahnya.
" kamu siapa.... " ujar bunga judes.
" perkenalkan nama saya brama sanjay. mulai hari ini dan seterusnya saya akan jadi bodyguard untuk nona. " jelas bram datar tapi terlihat tenang.
" tapi aku merasa tidak pernah meminta bodyguard dan kamu jangan mengarang papa tidak pernah mengatakan apa pun padaku." ujar bunga dengan nada yang cukup menusuk.
" jika seperti ito nona bunga bisa hubungi tuan igor dan bertanya kebenaran ini. " jawab bram.
" kamu...
awas saja jika kamu hanya sekedar menipuku aku akan meminta paman Derrick menghajar mu. " ucap bunga penuh dengan ancaman, bunga pun segera mengambil ponselnya kemudian melakukan panggilan
panggilan masuk
📞...........
" papa.....
apa papa meminta seorang untuk menjadi bodyguard. " tanya bunga dengan nada dan suara yang lebih lembut. berbeda sekali saat berbicara dengan bram tadi.
__ADS_1
" eh...
apa maksud kamu bram bunga....
wah dia baru saja tiba, tapi sudah mulai bekerja.
iya bunga papa meminta seseorang untuk menjadi bodyguard mu. " ucap hendrawan dengan ramah.
" tapi papa tidak mengatakan apa pun pada bunga tentang bodyguard ini. " ucap bunga.
" bunga papa lakukan ini untuk kebaikan kamu sayang....
bunga tau saat ini musuh papa banyak mereka berusaha menjatuhkan papa dengan segala cara...
jadi bunga papa harap bunga bisa menerima ini.... " jelas hendrawan.
" tapi pa..... " masih berusaha.
" bunga... jika ini bukan kebaikan untuk kamu papa tidak akan melakukannya sayang. " ujar hendrawan tidak mau mengalah untuk kali ini.
" hah...
papa sudah berubah.... " ujar bunga segera memutuskan panggilan itu secara sepihak.
kemudian bunga menatap tajam kearah bram menunjukkan sikap permusuhan dan ketidak sukaan.
" kamu sebutkan harga mu sekarang aku bayar dan kamu bisa pergi jauh agar tidak lagi berurusan dengan keluargaku.." ujar bunga sangat dingin bahkan didengar saja tidak enak.
" maaf saya menolak untuk itu. " jawab singkat bram.
" ini cek kosong kamu bisa tulis sesukamu. " kembali bunga menawari bram kali ini dengan cek.
" sekali lagi saya menolak. " ujar bram.
" sialan kamu ya......
" tidak ada...
dan saya hanya akan menjaga nona selebihnya saya serahkan pada tuan hendrawan. " jawab bram.
bunga menggeratkan giginya menahan emosi yang sudah meluap luap. " kamu manusia kan. " ucap bunga.
" ya.... "
" jadi kamu butuh uang kan...
lebih baik kamu ambil uang dariku dan kamu pergi. " ucap bunga. dengan telunjuk yang sangat terarah pada bram.
bram juga memiliki emosinya karena setiap orang yang berani menunjuknya selama ini tidak pernah selamat. " saya manusia dan saya butuh uang. tapi maaf saya tidak butuh uang dari nona. " jawab bram pada bunga membuat bunga si skak mati tidak bisa melawan lagi ngga akhirnya bunga akan melakukan pukulan pada bram tapi di tahan oleh dua sahabatnya.
" tahan dulu tahan dulu bunga... " dara.
" sabar bunga jangan begini....
papa kamu sayang dengan kamu jadi cobalah untuk menerimanya. " felina.
bram sendiri hanya diam tidak melakukan perubahan apapun dari sikap posisi hingga raut wajahnya, bahkan matanya masih terlihat seperti air yang tenang.
bunga pun segera kembali mencerna keadaan dan memutuskan mencairkan emosinya. kini pikirannya mulai jernih dan bisa kembali di ajak berpikir.
bunga setelah menghembuskan nafasnya segera menyerahkan kunci pada bram. bram yang melihat itu segera akan menerimanya tapi saat tangannya akan menerima kunci itu dengan sengaja bunga menjatuhkan ke aspal.
bram sudah emosi karena merasa dirinya direndahkan tapi kembali bram menahan itu karena masih mengingat sangat ketua dan Derrick merupakan kawan. bram tidak membungkuk untuk mengambil kunci itu bram malah mengambil dengan sedikit berjongkok dengan satu kaki kemudian mengambilnya dan kembali lagi berdiri.
" jadi hari ini kita akan kemana nona. " ujar bram.
" astaga elegan sekali.....
__ADS_1
bunga jika kamu tidak mau dengan dia kamu bisa berikan itu padaku. sayang jika hanya jadi bodyguard mending jadi suamiku. " felina dengan mulut barbarnya.
" enak aja akun juga mau kali...
mas bram nanti jika sudah tidak tahan dan memutuskan untuk berhenti bekerja datang saja pada ku kita bisa langsung menikah saja. " dara.
" kalian berdua kenapa sih aneh banget.. " ujar bunga heran dengan sikap dua sahabatnya yang jadi barbar sangat.
bram hanya tersenyum ramah pada keduanya, bram tidak sama sekali berniat meladeni perkataan dua orang itu. kemudian bram berbalik untuk membukakan pintu untuk bunga.
" silahkan nona. " ujar bram.
bunga tidak peduli dia segera memasuki mobilnya. tapi anehnya dua sahabatnya itu malah ikut memasuki mobil. bram yang akan menutup pintu terhenti karena bunga mengomeli dua sahabatnya itu.
" kalian kenapa sih..
lalu ini apa maksudnya masuk kedalam mobil aku. bukannya kalian bawa mobil sendiri. " ujar bunga merasa heran dengan dua sahabatnya itu.
" bunga aku bareng kamu aja ya biar sopir aja nanti yang ambil mobil aku. " felina
" iya bunga aku bareng kamu aja boleh kan. " dara.
" terserah. " ujar bunga.
setelah mendengar ucapan bunga bram segera menutup pintu mobil dan bergegas ke bagian kemudi.
mobil sudah berada di jalan tampak di sana dua sahabat bunga selalu melihat dan memperhatikan bram. bram bukan tidak tau hanya saja bram mengabaikannya.
" apa kita langsung pulang saja nona. " tanya bram.
bunga diam saja tidak menyahuti apa yang tanyakan bram.
" mas bram kita ke mall dulu ya ada yang perlu kita beli. " felina.
" bunga di tanya malah diem aja. "
" nah kan udah felin yang jawab. " ujar bunga.
bram tidak lagi bicara segera membawa mobil dengan kecepatan normal ke arah mall.
" mas bram sudah lama kerja jadi seperti ini.. " tanya feli yang sudah tidak tahan ingin berbicara dengan bram.
" sudah bak. " jawab bram.
" tidak usah panggil mbak, panggil aja feli mas bram. " ujar feli.
" maaf bakal feli saya rasa kurang sopan jika langsung memanggil nama mengingat bakal feli merupakan sahabat nona bunga. " jelas bram.
" ya sudah terserah mas bram saja.
ngomong ngomong mas bram sudah punya pacar belum. " tanya feli membuat bunga dan dara melihat ke arah feli keduanya tidak habis pikir dengan feli.
" saya masih sendiri bak. "
" sayang sekali mas bram sangat tampan masih tidak punya pacar. jika mas bram mau saya mau kok jadi pacar mas bram. " ujar feli dengan wajah cantik unyu.
" terimakasih bakal feli...
saya masih tidak memikirkan itu saya hanya berfokus untuk bekerja saja saat ini. lagi pula siapa yang mau dengan orang seperti saya bak." ujar bram.
" saya mau kok mas.... " dara.
" saya juga mau mas.... " feli.
" bak tugas saya itu melindungi orang jadi tidak ada waktu untuk menyenangkan pasangan seperti lelaki pada umumnya. dan juga saya ini sering berpapasan antara hidup dan mati. " jelas bram.
membuat dua wanita itu hanya terdiam tidak bersuara, bunga lagi lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1