Bodyguard Dan Bos Cantik

Bodyguard Dan Bos Cantik
marco


__ADS_3

" tuan berita tentang angkasa grup sudah keluar. " ujar Derrick


" coba ku lihat. " ujar igor.


Derrick segera memberikan ponselnya pada igor untuk igor melihat berita angkasa grup


" Derrick.... apa semua ini benar benar bram yang melakukan....


maksudku apa kah bram melakukan ini seorang diri saja. " ujar igor saat melihat para korban.


" entah lah tuan di sana rekaman CCTV nya secara kebetulan rusak tidak bisa merekam kejadian. " jelas Derrick.


" tapi jika ini benar bram yang melakukannya aku tidak bisa memikirkannya sebenarnya orang seperti apa bram ini. " igor.


" menurutku juga bisa bram tuan karena saat terakhir kali aku bertarung dengannya aku merasa dia memiliki kemampuan lebih dalam seni beladiri. " jelas Derrick.


" lalu bagai mana menurutmu apa bunga akan aman jika ada bram di sisinya. " igor


" aku rasa aman tuan. aku tau lucas dia pasti sudah memilihkan orang yang tepat tidak akan dia membuatku kecewa. " Derrick.


" baik lah aku percaya itu.... " igor.


benar memang kamera di angkasa grup tidak berfungsi itu karena bram yang meminta seseorang untuk melakukannya. ya saat bram di minta menunggu bram mengeluarkan ponselnya kemudian menuliskan pesan pada seseorang untuk meretas semua CCTV di angkasa grup. sehingga waktu itu CCTV di sana error tidak bisa merekam aksi bram.


" bagus aku suka kerjamu. " ujar bram pada seorang di ujung telepon


" itu masalah kecil tidak menantang sekali. lain kali berikanlah pekerjaan yang lebih menantang untukku. " ujar orang di ujung telepon terdengar seperti seorang laki laki.


" tenang saja jika ada akan ku serahkan pada mu. " ujar bram kemudian mengenakan bajunya.


" oh ya bram apa kamu sudah tidak di markas lagi. "


" ya aku sudah bekerja pada seseorang. "


" wah....


orang hebat sepertimu itu memang luar biasa ya.... "


" diam lah jangan memujiku. "


" kau ini masih sama seperti yang dulu tidak berubah. "


" ya sudah aku akhiri dulu panggilan ini. "


" ok....


sering sering lah menghubungiku jika kamu kesulitan"


" em...


tentu..... "


panggilan ponsel pun terputus bram meletakkan ponsel nya di tepi tempat tidur kemudian sama pergi ke arah cermin melihat penampilannya.



" begini saja aku rasa sudah cukup lagi pula nona tidak ada rencana keluar kan. " ujar bram tapi kemudian terdengar suara ketukan pintu kamarnya.


" eh....


bik asih rupanya....


ada apa bik... " ujar bram setelah membukakan pintu kamarnya.


" non bunga meminta kamu untuk datang ke meja makan untuk makan. "

__ADS_1


" oh...


baik lah bik aku akan segera ke sana...


terimakasih ya bik. "


" em....


ya sudah aku kembali ke dapur. "


" em. "


bram kembali ke dalam kamarnya untuk menggunakan parfumnya selepas itu bram pun segera menuju ke ruang makan.


" nona...


maaf sudah membuat menunggu. " ujar bram setelah tiba di ruang makan.


" em.....


duduk dan segera saja makan kita akan keluar setelah ini. " ujar bunga kemudian menyuapi mulutnya


" baik nona. " jawab bram


setelah selesai makan bram segera menyiapkan mobil yang akan di bawa pergi petang ini.


" ayo berangkat. "


" baik nona.


tapi kemana kita akan pergi. "


" pergi saja dulu ke tempat penjual alat alat untuk latihan beladiri dulu. setelah itu ke rumah sakit aku ingin menjenguk safira. "


bram membawa ke toko yang sangat lengkap menjual perlengkapan latihan beladiri bunga. bram juga memilihkan apa saja yang di butuhkan bunga untuk menunjang latihan bunga agar maksimal.


" hay bisa kami bantu gadis cantika. " ucap seorang yang tak di kenal.


" tidak.... " jawab bunga sedangkan bram sudah siap jika sesuatu terjadi.


" uuh..... lihat dia begitu liar. gadis seperti ini sangat cocok untuk ku. " ujar orang itu pada teman temannya. yang di tanggapi dengan gelak tawa. bunga sendiri cuek dan sibuk dengan barang barang yang di pilih untuk di beli.


" tolong antar semua barang ini ke alamat ini. " ujar bunga.


" siap nona besok barang akan tiba mungkin pukul 9."


" ya tak apa. " jawab bunga


" gadis cantik setelah ini kamu ikut kami bersenang senang di club.... " ucap orang itu dengan tangan yang mencoba menangkap tangan bunga.


tapi tangan pemuda itu segera di tahan oleh bram dengan cengkraman yang sangat kuat.


" maaf apa kamu mengerti bahasa manusia nona ku sudah mengatakan tidak dan tolong jaga tangan kotor mu ini jangan sampai menyentuh nona ku jika sampai itu terjadi aku pastikan selamanya kamu tidak akan dapat menggunakan lagi. " ujar bram semakin mengencangkan cengkraman nya.


" a... a... a... a... u.... lepas lepaskan tanganku.


apa kau tau sedang berurusan dengan siapa lebih baik kamu segera lepaskan jika tidak ingin menyesal. " ujar orang itu dengan menahan rasa sakit.


bukan di lepas bram malah semakin mencengkram tangan orang itu semain keras.


" aku tidak peduli dengan kamu dan siapapun kamu jika selama itu menyangkut nona ku aku tidak akan mundur. dan aku sarankan kamu lebih baik pergi saja jangan sampai aku melihat mu lagi. " ujar bram kemudian menendang orang itu sampai terseret ke pintu keluar.


" kalian bawa teman kalian pergi sebelum aku buat kalian tidak di kenali lagi. "


segera lima orang temannya berlari kea arah orang itu membopongnya kemudian membawa pergi.

__ADS_1


setelah melihat orang orang itu pergi bram kembali lagi menghadap ke arah bunga yang terbengong melihat bram.


" nona apa kamu baik baik saja. " ujar bram.


" ah eh ya aku baik. " ujar bunga


" lah di mana orang orang tadi. " lanjut bunga melihat sekitarnya sudah tidak ada orang yang mencoba mengganggunya tadi.


" mereka sudah pergi nona. " jawab bram memberitahu.


" nona silahkan ini kartu milik anda. " ujar pelayan.


" terimakasih. " ucap bunga.


" nona dan kamu anak muda lebih baik kalian berhati hati sekarang karena kalian sudah mengusik orang yang salah. "


" eeee.. . .


maaf apa maksud anda orang yang tadi itu. " tanya bunga.


" ya mereka dan orang yang anak muda ini pukul tadi merupakan seorang anak dari gangster yang menguasai jalanan di sini. nama Gengster mereka harimau hitam."


" apa mereka berbahaya. " tanya bunga lagi.


" sangat.. .


meraka sangat berbahaya mereka tidak segan membunuh bahkan mereka juga suka menyiksa korbannya terlebih dahulu sebelum membunuhnya. "


" wah anda begitu mengetahui gangster ini. " ujar bunga.


" aku dulu merupakan salah satu dari mereka tapi karena aku cacat aku di keluarkan. " ujar pelayan itu.


" jadi aku sarankan kalian berhati hati saja dan jika bisa pergilah secepat mungkin. " lanjutnya.


bunga melihat ke arah bram yang tampak santai dan tenang setelah mendengar cerita dari pelayan itu. jadi bunga berpikir pasti bram sudah siap dengan apa saja yang akan terjadi.


" baik lah terimakasih karena sudah memperingatkan kami.


kami pergi dulu. " ujar bunga.


" ya silahkan berhati hatilah. "


bunga segera pergi meninggalkan toko tapi baru saja keluar dari toko pemandangan yang mengerikan terlihat dimana dari berbagai arah datang lusinan orang dengan membawa senjata.


bunga diam mematung kakinya gemetar melihat apa yang di lihatnya saat ini lain halnya dengan bram dia tampak santai dan tenang tenang saja.


" bram bagai mana ini... " ujar bunga gemetar takut.


" tenang saja nona.... " ujar bram.


" tenang tenang matamu aku tau kamu pandai bertarung tapi saat ini mereka terlalu banyak yang ada kamu akan mati konyol. " ujar bunga mendesak bram.


" anak muda tunggu saja di sini aku akan mencoba negosiasi mungin jika aku yang berbicara mereka akan sedikit member mu kelonggaran. " ujar pelayan itu yang kini juga ikut keluar dari tokonya.


" tidak perlu mereka bukanlah apa apa untuk ku. jadi diam dan jangan lakukan apapun biarkan aku yang mengatasi ini. " ujar bram masih tenang.


" anak muda kamu ini terlalu percaya diri. "


" bram apa kamu sudah gila. "


" tenang nona aku tau batasan jika aku tidak bisa mengatasinya akun sudah sejak tadi membawa nona pergi. " ujar bunga sialan.


" keluar dan katakan siapa orang yang sudah berani memukul anak dari Marco ketua gengster harimau hitam. " ujar orang yang sepertinya ketuanya.


bram sudah akan maju untuk mendekat tapi tangannya di tahan oleh bunga sehingga bram masih menoleh dan melihat bunga yang menggelengkan kepala dan si pelayan toko yang tertunduk lesu.

__ADS_1


__ADS_2