
" bagai mana adel apa kamu suka dengan apartemennya. " tanya bunga.
" ini masih terlalu mewah tapi aku bisa menerima ini jadi aku rasa tidak masalah untukku tinggal di sini saja. " ujar adel.
" bagus jika begitu....
lalu sekarang kita membutuhkan mobil karena jarak apartemen dan toko tidak dekat. " ujar bunga.
" eh....
tidak usah bunga aku pakai taksi saja aku masih belum bekerja tapi sudah mau di kasih mobil. " ujar adel segera menolak.
" sudah tidak apa lagi pula hanya mobil. " ujar bunga.
" tidak bunga...
biarkan aku bekerja selama sebulan dulu jika pekerjaanku baik dalam sebulan dan toko ada kemajuan aku mau menerima mobilnya. " ujar adel.
" baik lah jika kamu mau seperti itu...
lalu sekarang kita pergi ke toko untuk melihat pendapatmu. " ujar bunga.
" apa toko itu sudah berjalan bunga.... " tanya adel.
" ya sudah berjalan selama dua tahu dan aku akan ke sana setiap seminggu sekali untuk mengecek. " jawab bunga.
" tapi jika kamu mulai bekerja mungkin aku hanya akan datang 1atau 2 bulan sekali saja. " lanjut bunga.
" baik lah lalu apa yang harus aku kerjakan di sana. " tanya adel.
" karena kemampuan kamu di bidang desain perhiasan aku mau kamu mendesain perhiasan dan aku mau kamu yang mengontrol toko perhiasan itu em lebih tepatnya menejer. " jelas bunga.
" hem....
kamu mempercayakan sesuatu yang besar pada seorang sepertiku. aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakanmu bunga. " ujar adel. adel merasa bunga ini terlalu royal padahal mereka baru saja bertemu dengan secara kebetulan bukan sahabat apa lagi teman.
" bagus ku harap aku tidak salah memilih orang....
well jadi sekarang kita pergi ke toko perhiasan atau kamu masih mau berkemas. " tanya bunga.
" berkemas bisa nanti saja lebih baik sekarang kita ke toko saja. " ujar adel.
" em...
ayo..... "
bunga dan adel segera keluar dari apar temen bram setia mengikuti bunga kemana saja dan bram sedari tadi berdiri di depan pintu saja.
" Nona... " bram saat melihat bunga sudah keluar dari kamar apartemen
" ayo pergi ke toko perhiasan. " bunga.
" baik nona. " jawab bram
didalam mobil.
" pegi kearah pusat pertokoan di New hill. " perintah bunga memberitahu baram. "
" baik nona. " jawab bram.
" bunga apa toko perhiasan itu ada di sana. " adel
" ya.... " bunga.
__ADS_1
" kamu memilih tempat yang sempurna karena setahuku di sana persaingannya sangat berat brand brand ternama ada di sana semuanya. " jelas adel.
" kamu banyak tau rupanya ya. " ujar bunga.
" ya bos lamaku menarik ke sini untuk membuka sebuah toko perhiasan di Sana karena mantan bosku ingin bersaing dengan salah satu toko perhiasan di sana dan menjadikan aku sebagai manajer juga. tapi kamu tau sendiri lah kejadian di mall. " ujar adel.
" ya sudah lupakan saja tentang itu. " ujar bunga
setelah cukup lama berjalan akhirnya kini mobil sudah memasuki jalanan are pertokoan di mana di sana berjejer toko toko yang mewah dengan brang barang berkualitas.
" bram berhenti di sini. " ujar bunga.
" baik nona. " jawab bram.
segera bram keluar dan membukakan pintu untuk bunga. " silahkan nona. " ujar bram.
bunga pun keluar dari mobil di ikuti oleh adel, adel melihat sekitarnya ini sudah ke 5 kalinya dia ke sini dan dia selalu merasa waw dengan tempat ini.
" jadi bunga di mana toko perhiasan yang kamu maksud. " ujar adel.
" mengapa kamu masih bertanya bukankan kita sudah berdiri di depan toko itu sendiri. " ujar bunga.
adel segera melihat toko yang bunga maksud sungguh adel di buat terkejut karenanya adel tau toko itu dan itu juga sebab musababnya adel di tarik dari cabang. dan lagi siapa yang tidak mengenal toko perhiasan yang merupakan toko raksasa yang menyuguhkan perhiasan dengan kualitas terbaik.
" PAGODA EMAS....
bunga apa maksudmu ini tokonya. " ujar adel dengan tidak percaya.
" ya.... "
" apa kamu serius bunga. "
" ya...
apa aku terlihat berbohong. "
" eh....
" hah... tak perlu du pikirkan ayo sekarang kita masuk saja. " ujar bunga.
" em.... " jawab adel.
pagoda mas memang toko yang sangat terkenal selain karena kualitas perhiasannya yang bagus desain perhiasannya pun sangat cantik serta pelayanannya sangat memuaskan. tapi dari semua kehebatan toko itu tidak pernah ada yang tau siapa pemilik sebenarnya dari toko itu hingga toko itu berjalan dua tahun.
" nona bunga ini sangat hebat rupanya cantik iya, mandiri iya, kaya iya, baik iya, sekarang dia memiliki usaha sendiri dan tidak bergabung pada tuan hendrawan. sungguh wanita kuat yang menjadi idaman sungguh beruntung kelak suaminya. " gumam bram sendiri masih terus mengikuti bunga dan adel.
setelah semua urusan sudah selesai di toko dan bunga sudah memberitahu siapa adel dan apa kedudukannya di sana bunga segera meninggalkan toko.
kini mobil sudah melaju kembali membelah jalanan bunga dan adel asik mengobrol tentang banyak hal bram masih fokus mengemudi hingga pada akhirnya bram harus mengerem tiba tiba.
criiiit..................
" duuh.......
bram kamu kenapa....
jangan mengerem mendadak. " ujar bunga dengan kesal.
" mas bram kenapa sih... " ujar adel.
" maaf nona maaf bak adel tapi lihat itu..... " ujar bram. membuat adek dan bunga melihat ke depan di mana bram menunjuk terlihat seorang wanita berdiri dengan wajah pucat.
" itu nona tiba tiba saja wanita itu menyebrang.... " ujar bram
__ADS_1
" eh....
dia pingsan. " adel.
" tolong....
ayo tolong.... " bunga.
" baik.... baik nona.... " bram.
segera ketiganya keluar dan melihat orang yang nyaris saja tertabrak dan kini dia sedang pingsan.
" hey.....
sadar.....
apa kamu baik baik saja. " adel.
" nona maaf...
lihat ada darah sepertinya dia mengalami sesuatu yang buruk. " ujar bram pada bunga. bunga segera melihat ke arah yang bram tunjuk.
" sepertinya iya...
sudah sekarang cepat bawa dia ke mobil kita bawa ke rumah sakit untuk memastikannya. " ujar bunga.
" baik nona. " bram dengan sigap segera menggendong wanita itu dengan mudah tanpa banyak usah kemudian di bawanya ke mobil.
" bunga biarkan aku di belakang bersama dia. " adel.
" ya sudah
ayo bram segera ke rumah sakit harapan bangsa. " ujar bunga.
" eh....
mengapa jauh nona... " bram.
" itu rumah sakit milik papa di sana juga lengkap jadi ayo segera ke sana saja. " bunga.
" b.. b.... b... ba.... baik nona. " bram.
mobil segera melaju dengan cukup kencang bram memilih memotong jalan dan tidak melewati jalanan utama untuk mempersingkat waktu.
" bram kamu mau kemana..... " ujar bunga.
" memotong jalan nona agar lebih cepat. " bram
" apa kamu tau jalan nya. " bunga.
" jika hanya jalanan kota ini saya sudah tau semuanya nona. " ujar bram.
" ya sudah terserah.
Berhati-hatilah. " bunga.
" baik lah nona. " bram.
perjalanan yang di tempuh satu jam kini di tangan bram hanya di butuhkan 30 menit ya kini mereka sudah tiba di rumah sakit.
" bram lain kali jangan menyetir seperti itu lagi kamu sudah membuatku merasa sangat dekat dengan kematian. " ujar bunga nafasnya masih naik turun karena perjalan tadi sangat menegangkan.
" maafkan saya nona. " jawab baram
__ADS_1
" sudah ayo sekarang bawa orang ini. " adel.
para tim medis sudah bersiap ketika melihat mobil yang berhenti di pintu UGD. bram juga segera membopong wanita itu keluar mobil.