
bram ilustrasi penampilan
bram yang melihat orang orang itu mulai mengeluarkan belati. tidak mau menunggu terlalu lama bran melangkah kan kakinya setelah sejenak membenarkan posisi kaca matanya.
orang pertama datang dengan sabetan pisau secara horizontal mengarah pada bagian wajah. bram dengan sigap menghindar tapi baru saja menghindar sabetan lain datang bram menghindar lagi dengan sedikit mundur tapi bukannya berbeda ini malah beruntung kini pisau dari orang orang itu bergantian datang menghujam menyabet menusuk ke arah bram.
bram yang masih menghindar mengamati formasi serangan dari musuhnya setelah merasa cukup bram segera menangkap salah seorang dari musuh lau mematahkan tangan orang itu kemudian mengambil pisaunya dan menusukkan pisau itu di bagian paha orang itu.
" satu orang sudah jatuh jadi mari lanjutkan yang lainnya. " ujar bram karena pertarungan itu sempat terhenti karena bram sudah melumpuhkan satu orang dari mereka.
tak menunggu waktu yang lama satu orang maju memancing yang lainnya bergerak juga, bram memasang senyum iblisnya kemudian membenarkan posisi belati di tangannya.
sabetan pisau datang kearah bram, bram dengan lihai menangani sabetan itu bram menangkap tangan dari pemegang pisau lalu memberikan irisan dalam pada orang itu di bagian tangannya membuat pisau orang itu terjatuh dari tangannya kemudian serangan lain datang mengarah pada bram.
bram pun menjadikan lawannya untuk menahan serangan itu yang mana serangan itu berhasil membuat luka menganga pada bagian dada orang itu.
bram kemudian mendorong orang itu kearah penyerang sehingga membuat penyerang itu harus menahan tubuh kawannya itu bram memanfaatkan itu dengan melakukan serangan ke arah paha orang itu dengan menusuk cukup dalam kemudian mengirisnya secara vertikal.
dari dua puluh orang kini sudah tiga orang yang di lumpuhkan oleh bram selanjutnya serangan semakin brutal antara bram dan musuh satu persatu mulai tumbang bram tidak berniat untuk membunuh para musuhnya bram hanya membuat mereka cidera parah.
hingga akhir dua puluh orang itu pun habis semuanya terkapar dengan mengadu kesakitan lantai sudah berubah menjadi genangan darah.
" kamu rupanya memiliki kemampuan bocah.
tapi sayang jalanmu hanya sampai di sini saja karena kamu tidak akan pernah bisa melewati ku. " ujar daren setelah melihat bram membersihkan pisau yang berlumuran darah di tangannya pada salah satu orang yang sudah tidak lagi sadar.
" maaf paman jika bualan saja yang kamu katakan padaku lebih baik paman diam saja. " ujar bram tidak menampakkan ketakutan sedikit pun.
" anak yang berani. " ujar daren dengan sebuah serangan berupa tendangan samping yang langsung mengarah pada kepala bram segera menahan itu dengan tangannya. walau berhasil menahan bram masih bergeser hingga ke dinding.
bram sedikit memainkan tangannya karena terasa kebas setelah menahan tendangan daren tapi bram masih menunjukkan senyuman.
" bagai mana bocah apa kau masih mengatakan itu bualan saja. " ujar daren.
" lumayan paman. " ujar bram datang dengan sebuah serangan berupa tendangan yang mengarah pada dada.
daren segera menyiapkan dua tangannya untuk menahan tendangan bram. benar memang tendangan bram dapat di tahan tapi daren masih di buat mundur hingga ke dinding.
__ADS_1
daren juga memainkan dua tangannya karena terasa nyeri kesemutan di ke dua tangannya. wajahnya kini sudah tampak buruk tidak ada lagi wajah tengil dan mengejek pada bram.
" jadi kita satu sama paman. " ujar bram.
tapi daren bukan menjawab dia malah memulai pertarungan sesungguhnya, bram pun bukanlah petarung amatiran pengalaman dan pelatihan yang di lalui sudah banyak jadi bram tidak merasa kesulitan dengan pertarungan satu lawan satu itu.
cukup lama bertarung keduanya sama sama terkena serangan hingga sebuah tendangan keras berhasil mengirim daren jatuh ke lantai dengan memuntahkan darah.
" cepat lah paman waktuku tidak banyak. " ujar bram. daren merasa terbakar mendengar apa yang di katakan bram. daren segera mengambil pisau yang tertancap di salah satu paha anak buahnya kemudian segera bangkit dan menyerang bram.
bram yang memang tak memegang apa apa karena pisau yang sebelumnya berhasil daren lepaskan dari tangan bram. pertarungan semakin epick di mana daren begitu lihai dan ahli dalam memainkan pisaunya.
bram walau tidak kesulitan dengan itu tapi serangan dari daren selalu bisa membuat luka fatal jika terkena. bram tidak mau terlalu lama karena sangat khawatir dengan bunga jadi bram segera saja menyelesaikan pertarungan itu.
di mana bram mendapatkan kesempatan untuk merebut pisau di tangan daren, karena bram sudah berhasil merebutnya bram segera membalik serangan di mana bram mengiris setiap urat persendian dari daren mulai dari siku dan lutut kemudian urat pergelangan kaki dari daren.
daren pun kini tergeletak mengenaskan tanpa bisa berbuat apa apa. bram segera membuang pisaunya ke sembarang tempat kemudian segera membuka pintu.
di dalam kini bunga sudah ada di tempat tidur super besar dan lembut kini bunga sedang bergerak tidak beraturan akibat pengaruh obat sedangkan sam kini sudah bertelanjang sudah siap untuk mengeksekusi bungan sam hanya menggunakan ****** ***** saja.
" ayah akan datang sayang. kita akan bersenang senang. " ujar sam kini sudah mengunci tubuh bunga di bawah tubuhnya.
saat sudah bersiap untuk mencumbu di mulai dari bibir, sam yang tinggal sedikit lagi menyentuh bibir dari bunga harus terjungkal ke samping tempat tidur karena sebuah tendangan berhasil mendarat di bagian samping tepat di tulang rusuk.
" sial.... siapa yang datang mengganggu ku. " ujar sam dengan memegangi bekas tendangan di rusuknya.
" nona....
nona bunga..... " ujar bram.
" siapa kau.....
ah.... sial mereka tidak bisa di andalkan menahan bocah saja tidak bisa. " ujar kesal sam.
" nona....
apa kamu bisa mendengar ku. " ujar bra
bunga tidak menjawab bunga hanya menikmati setiap gesekan antara kulitnya dengan kasur.
__ADS_1
" sial kamu bajingan apa yang sudah kamu berikan pada nona bunga hah. " ujar bram dengan suara dingin.
" oh.... kau pelayannya rupanya.
tidak ada aku hanya sedikit memberinya narkoboy dan obat perangsang. lihat bukankah itu begitu indah. " ujar sam tersenyum kemudian menuju meja menyalakan rokok.
" aku bisa memberikanmu untuk menikmati keindahan itu tapi biarkan aku dahulu yang menikmatinya setelah itu baru kamu bagai mana. akan sangat sia sia jika kamu melewatkan ini. lagi pula dia tidak akan pernah tau jika kamu sudah menikmati tubuhnya. " ujar sam.
" sialan kau.... " ujar bram segera menyerang sam. sam sama sekali tidak repot dengan serang bram sam dengan santai menghindari serangan bram dengan terus merokok.
karena merasa serangan tidak ada yang bisa melukai musuhnya bram berhenti sejenak. melihat musuhnya yang masih begitu santai dengan rokoknya.
" kamu terlalu meremehkan ku bocah...
asal kamu tau mengapa sampai hari ini aku hidup itu karena aku memang pantas hidup dan kamu datang untuk mengambil apa yang sudah menjadi milikku maka maaf hari ini adalah ajalmu. " ujar sam menyentil puntung rokoknya ke arah sam di sertai dengan sebuah serangan.
sam menghindari puntung rokok itu tapi juga menahan serangan dari sam. hasilnya pun bram harus di buat terjatuh ke lantai.
di lain tempat
" darrick bagai mana apa sudah di ketahui kemana bunga pergi. " hendrawan
" menurut informasi dari Universitas yang saya dapatkan bahwa semua mahasiswa kini sedang melakukan wawan cara di setiap perusahaan yang ada di kota tuan. " jawab darrick menjelaskan.
" lalu kemana tugas bunga. " tanya hendrawan.
" ANGKASA GRUP tuan nona kesana sekarang. " jawab darrick.
" apa bram ikut. " hendrawan.
" saya rasa bram pasti ikut tuan. " darrick.
" coba kamu hubungi bram......
aku akan menghubungi bunga..... "
" baik tuan. "
kembali pada bram kini dia sedang sibuk bertarung lagi pertarungan sudah memanas keduanya saling beradu pukulan.
__ADS_1