
sore hari sudah menunjukkan pukul 16.00 bunga sudah terlihat sedang menuju parkiran bersama dua sahabatnya.
" bunga......
tunggu..... " krish.
bunga segera berhenti dan menoleh melihat di sana rupanya krish yang sedang berlari mengejarnya.
" krish.... " gumam bunga.
" sang pemuja bunga sudah datang.... " dara.
" sudah seperti magnet aja.... " feli.
" hah....... " bunga.
" hey....
maaf...... " ucap krish tersenyum.
" ada apa krish. " bunga.
" tidak ada....
bunga apa kamu memiliki waktu malam ini. " tanya krish.
" em....
aku memiliki beberapa hal yang harus aku urus mungkin lain waktu saja. " jawab bunga.
" oh baik lah.
lalu bagai mana dengan bertukar no ponsel apa itu tidak masalah. " ucap krish.
" ya..... " jawab bunga singkat saja.
kemudian keduanya saling bertukar nomor sedangkan dara dan feli di buat melongo melihat sahabatnya itu mereka benar benar di buat tidak percaya atas apa yang terjadi pada bunga bahkan alfin saja tidak pernah berhasil mendapatkan no ponsel bunga dan sekarang seorang krish yang baru saja di kenal dan tidak di ketahui latar belakangnya bunga dengan mudahnya setuju memberikan no ponselnya.
" sudah aku harus segera pergi sekarang... " ucap bunga.
" ya.....
hati hati sampai jumpa esok. " krish.
" em..... " jawab bunga kemudian akan pergi.
" bunga apa aku boleh menghubungimu nanti. " tanya krish.
" ya terserah kamu saja. " jawab bunga kemudian segera pergi.
" bunga aku yakin ada yang salah denganmu..... " dara.
" iya apa kepalamu terbentur sesuatu bunga. " feli.
" apa maksud kalian. " bunga.
" bunga kamu tau kamu sudah memberikan no ponselmu pada seseorang. " dara.
" ya aku tau. " jawab bunga.
" tapi itu orang yang baru saja kamu kenal bunga. " feli.
" ya....
lalu apa ada yang salah.....
sebenarnya ada apa dengan kalian aku bingung sejak kalian bertemu dengan krish kalian seperti orang yang tidak percaya. " bunga.
" tidak ada yang salah Bunga. " feli.
" benar Bunga ini hanya di luar dari kebiasaan kamu dari dulu. " dara.
" benar Bunga. " feli.
" sudah lah lagi pula aku lihat krish sepertinya baik dan entahlah aku merasa nyaman saja berteman dengannya jadi kalian tak perlu berisik. " jawab bunga lalu pergi.
sedangkan dua sahabatnya itu terkejut dengan jawaban bunga tentang Bunga yang merasa nyaman. keduanya saling menatap kemudian melihat kea rahasia perginya Bunga.
" dara ini. " tanya feli.
__ADS_1
" sebuah keajaiban. " dara.
" apa ini sebuah pertanda. " feli.
" bisa jadi. " dara.
" akhirnya sahabat kita itu akan segera memiliki pasangan. " feli.
" ya....
tinggal kita berdua saja setelah itu. " dara
" kita.... itu mungkin kamu, karena aku sudah memiliki seorang yang akan menjadi pacarku.
" feli tersenyum penuh makna.
" siapa..... " dara.
" nanti kamu juga akan tau. " ucap feli.
dara berpikir siapa orang yang feli maksud dari sekian banyak pria di Universitas dan teman teman yang di kenal di luar.
" siapa orangnya yang sudah menjadi maksud dari feli. em...........
oh aku tau....
tidak ini tidak benar aku tidak bisa diam saja. " hati dara.
" ayo cepat kita susul bunga. " feli beranjak.
" feli aku tau siapa orang yang kamu maksud. itu Mas bram kan tidak aku juga menginginkannya juga. "
" sial mengapa dara tau begitu cepat. " keluh feli.
" bunga tunggu aku. " ucap dara melangkah dengan cepat sedikit berlari.
feli pun tidak mau tertinggal segera berlari juga menyusul dara yang mengejar bunga.
sedangkan bunga sudah akan sampai di mana tempat mobilnya terparkir bram juga terlihat sudah ada di dekat mobil dengan menyandarkan dirinya dan tangan yang di lipat di dadanya dengan kacamata hitam. di mana itu sudah menjadi pusat perhatian kaum hawa di Universitas.
" eh mengapa orang orang itu berkerumun di sana apa ada sesuatu yang terjadi. " ujar bunga.
" entah lah.... " bunga.
" ini......
jangan jangan.....
oh tidak pangeranku. " ucap feli berlari.
" eh.....
pangeranku.... " ucap dara bergumam karena sedang loading.
" ada apa dengan feli. " ujar bunga bertanya pada Dara.
" ah....
sial.....
bunga ayo cepat kesana...... " ucap Dara.
" ada apa.... " tanya Bunga.
" ah...
aku duluan saja nanti keburu Feli. " ujar Dara meninggalkan Bunga.
" ada apa sebenarnya dengan mereka ini. " tanya bunga kemudian ikut beranjak tapi tidak terburu buru seperti dya sahabatnya itu.
feli dan dara yang sudah tiba segera menerobos ratusan orang yang berkerumun itu. di susul juga bunga.
Feli dan Dara yang sudah menembus ke bagian depan di buat terkagum kagum juga dengan apa yang di lihat oleh yang lainnya.
" sungguh orang yang berkharisma dan sangat keren. " Feli.
" sungguh tampan dan sangat menarik. " Dara.
bunga juga yang sudah menerobos kerumunan. " eh itu kan Bram, jadi mereka semua berkerumun untuk melihat Bram. " bunga.
__ADS_1
Bram yang melihat kehadiran bunga di antara kerumunan segera menyambut bunga.
" nona Bunga.... " ucap Bram.
setelah perkataan itu semuanya hening tanpa ada suara bisik bisik atau bahkan pujian pada Bram. dua sahabat bunga mereka masih terkagum kagum dengan penampilan Bram.
" ya....
Bram ayo lekas pergi. " ucap bunga. melangkah.
" baik nona. " jawab Bram.
Feli dan Dara segera tersadar dan berlari ke arah bunga.
" Bunga aku ikut pulang dengan kamu..... " Feli.
" bunga ijinkan hari ini aku ikut dengan mu sudah lama aku tidak ke rumah mu. " dara.
mereka bergelayut memohon di kedua tangan bunga masing masing. Bunga merasa risih dengan ini. " Bram segera buat mereka melepaskan aku. " ucap Bunga.
" baik. " jawab Bram.
tapi baru saja Bram akan bertindak malah dua sahabat Bunga itu melepaskan Bunga dan mulai bergelayut di dua tangan Bram.
" akhirnya.... " ucap bunga merasa lega dan terbebas.
" eh... bak Feli bak Dara tolong lepaskan saya karena saya sedang bekerja. "
" ah Bram kamu mau kan jadi pacarku. " dara.
" enak saja....
Bram lebih baik kamu jadi pacarku saja ya. " Feli.
" hey...
mana bisa... " Dara.
" tentu bisa yakan Bram. " Feli.
Bram sudah di perebutkan oleh dua wanita itu Bram di tarik ke kiri dan kanan. bunga melihat itu sangat kesal dan marah.
" kalian semua yang ada di sini bubar sekarang jika tidak jangan harap kalian bisa datang lagi esok. "
semua orang itu segera saja tersentak dengan apa yang di katakan bunga. mereka saling berbisik.
" bubar sekarang. " marah Bunga. dan itu berhasil membuat kerumunan bubar dengan suar sayup sayup seperti angin.
Feli dan dara segera terdiam mematung karena baru pertama kali melihat bunga sangat marah.
" dan kalian berdua tolong..... " ucap bunga dingin.
dua orang itu segera melepaskan tangan mereka dari lengan Bram.
" bagus...
Bram ayo pergi sekarang emosiku sedang tidak baik. "
" baik nona. " segera Bram membukakan pintu.
setelah kepergian bunga.
" Dara apa itu tadi Bunga. " Feli.
" ya.... " Dara.
" dia sangat mengerikan jika marah. " Feli.
" ya..... " dara.
" ah aku kehilangan pangeranku. " Feli.
" aku juga... " dara
" hey dia itu pangeranku.
pangeran mu cari yang lain sana. " Feli.
" tidak bisa Bram adalah pangeranku. " Dara.
__ADS_1
keduanya pun masih ribut masalah Bram. sedangkan satu orang dari kejauhan melihat semua kejadian merasa terbakar tangannya menggenggam sangat erat.