
" bik di mana aku bisa bertemu dengan nona bunga...
aku rasa aku harus sudah mulai bekerja hari ini saja. " ujar bram setelah cukup lama kepergian igor.
" kamu tidak istirahat saja bram....
kan masih ada besok sekalian kamu berangkat dengan mobil non bunga esok. " ujar bibi
" tidak bik aku rasa sekarang aku sudah harus bekerja. " ujar bram kekeh.
" ya sudah bibi tanya pada nona sebelum berangkat katanya ada mata kuliah saja, jadi coba kamu datang saja ke sana ke Universitas nya saja minta antar tuh ama jojon. " ujar bik asih.
" oh.....
baik lah bik....
terimakasih.... " ujar bram segera berlalu pergi.
bram berlalu pergi keluar rumah untuk pergi ke pos jaga.
" siang Pak jon.... " ujar bram.
" siang mas...
mas bram kan... "
" iya Pak jon saya bram. "
" ada apa mas bram apa ada yang bisa saya bantu. "
" pak jon memang pengertian, itu saya mau pergi ke Universitas nona bunga jadi saya minta tolong pak jon untuk antar saya ke sana apa pak jon tidak keberatan. "
" wah mas bram ini baru saja datang sudah langsung kerja aja, mas bram ini suka yang sat.... set.... sat.... set...... " ujar pak jon membuat bram bingung tidak mengerti
" eh apaan tuh sat.. set... sat... set... " tanya bram
" oh itu bahasa saya untuk mas bram yang suka cepat cepat.... "
" oh.....
pak jon ini ada ada saja....
jadi gimana pak jon bisa tidak antar saya.... "
" bisa... bisa kok mas tenang saja.....
tapi kita naik motor aja ya mas agar lebih cepat. "
" haha... agar bisa sat.. set... sat... set... kan pak jon.... ok lah tidak masalah"
" hehehe....
mas bram bisa saja...
sebentar ya mas saya ambil motor dulu...
mas bram tunggu saja di sini.. "
baram tertawa menanggapi pak jon. " siap pak jon. "
jon segera saja pergi untuk mengambil motornya sedangkan bram melihat sekitarnya.
" hah tempat ini cukup cocok untuk ku berlatih setiap harinya selain udaranya bersih dan ini terasa sejuk. " ujar hati bram menghirup udara panjang
" mas bram....
bisa bawa motor kan.... "
" eh....
oh tentu saja bisa pak. "
" nah jika seperti itu mas bram saja yang bawa motor saya bonceng saja. "
" lah kenapa tidak pak jon saja, nanti saya yang bonceng. "
" sudah lah mas bram saja.... "
" ya sudah....
sini biar saya saja yang bawa motornya. "
sepeda segera melaju di jalanan, pak jon sebelumnya sudah memberitahu kan tentang lokasi universitas itu.
bram membawa motor dengan kecepatan tinggi di jalanan yang padat. yah bagi seorang bram yang sudah banyak pengalaman di jalanan di masa lalunya dan juga ketika masih sering menjalankan misi bukanlah masalah mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.
tak butuh waktu yang lama untuk bram sampai di Universitas tempat bunga kuliah. motor segera berhenti di depan pintu masuk, tapi ketika bram akan mendongkrak motornya pak jon buru buru turun berlari kearah trotoar jalan yang kebetulan di sana ada selokan. pak jon segera memuntahkan semua makanannya setelah itu terduduk lemas dengan wajah pucat.
__ADS_1
bram yang melihat merasa khawatir segera saja mendekat menanyakan keadaan pak jon yang duduk lemas.
" pak jon ada apa....
apa pak jon baik baik saja... " tanya bram.
" mas bram..... "
" ya.... "
" mas saya baru sekarang merasa dekat dengan kematian. mas bram sungguh gila membawa motor lain kali jika saya harus bersama mas bram membawa motor biar saya saja yang bawa. "
" oh...
saya kira pak jon kenapa....
ya sudah saya minta maaf hehehe sebenarnya saya hanya ingin mengasah kemampuan bermotor saya pak jon. "
" ya..... "
akhirnya bram membawa pak jon ke sebuah cafe untuk sekedar mengembalikan energinya. setelah melihat pak jon yang sudah membaik bram membawa kembali ke tempat di mana motor berada.
" pak jon saya merasa akan sangat sulit menemukan nona ketika nanti semuanya sudah keluar.
apa pak jon tau di mana mobil nona bunga berada saya akan menunggu di sana saja. " ujar bram.
" mas bram memang cerdas. ayo biar saya tunjukkan mobil nona bunga di mana.
karena parkir mobil milik nona bunga memang khusus jadi mudah untuk di temukan. " jelas jon.
" kenapa harus khusus pak. "
" yah itu kebijakan dari pihak universitas karena 30 % saham di pegang nona dan 10 % lagi milik Tuan igor. "
" oh...
jadi seperti itu ya pak....
hebat juga non bunga sudah menjadi milyader di usia mudanya. " ujar bram memuji.
" ya.... begitu lah mas bram, saya sebenarnya tidak terlalu ditel mengenal nona karena nona jarang bersosialisasi jika tidak penting. "
" lalu apa nona bunga memiliki teman. "
" jika teman saya tidak tau mas tapi nona memiliki sahabat dua orang mereka sering datang main ke rumah kalo tidak salah namanya, nona dara, dan Felina. "
" jika kekasih pak. "
" oh.... "
" nah ini mas.....
ini mobil non bunga dan yang ini mobil sahabat non bunga. "
" oh....
ya sudah saya tunggu di sini saja pak jon...
pak jon bisa kembali melanjutkan pekerjaan pak jon...
saya sekali lagi ucapkan terimakasih karena pak jon sangat baik mau mengantar saya.... " ujar bram dengan senyum tipis.
" ya elah mas itu tidak lah seberapa, jadi jangan terlalu di pikirkan. "
" Baik Pak jon. "
" mas bram yakin mau di sini sampai nona keluar. "
" ya..... "
" apa mas bram yakin. "
" yakin..... "
" ya sudah jika begitu saya tinggal ya mas...
" ok.... pak jon. "
" satu lagi mas yang sabar ya menghadapi nona. "
" siap pak jon. "
segera setelahnya pak jon sudah mulai tidak terlihat lagi bram segera melihat sekitarnya kebetulan di parkir mobil tempat bunga ada tempat duduk.
" aku duduk saja di sini dan mulai melatih lagi pernafasan semesta. " ujar bram
kemudian mulai duduk dalam meditasinya untuk melatih teknik pernafasan semesta.
__ADS_1
satu jam berlalu di dalam kelas baru saja seorang dosen keluar semua siswa di sana mulai membereskan buku bukunya.
" bunga kamu jadi datang kan. "
" ya... mau bagai mana lagi nenek dari alfin sangat baik pada ku dan juga keluarga mereka memiliki hubungan bisnis dengan papa jadi aku harus datang dalam acara ulang tahun neneknya. "
" wah bagus...
lalu sekarang apa kamu sudah menyiapkan hadiah. "
" belum...
karena aku bingung harus membawa apa...
kamu punya ide fel... "
" hehehe...
aku juga tidak tau sih tapi mengapa harus repot lebih baik sekarang kita ke mall lalu membeli perhiasan atau apapun aku rasa nenek alfin sudah senang karena yang datang adalah cucu menantunya. " ujar feli ceplas ceplos.
" Felina kalo ngomong di timbang dong. " ujar dara menegur felina karena mimik muka dari bunga segera berubah setelah mendengar kata kata dari felina.
" emang daging di timbang...
hehehe bunga maaf ya mulutku sedikit amber.... " ujar felin.
" udah lupain saranmu kali ini sedikit menyelamatkanmu. jadi lebih baik sekarang kita ke mall saja untuk mencari hadiah. " ujar bunga mencoba untuk tidak peduli dengan apa yang sudah dikatakan felina.
" siapa bos.... " ujar dua orang itu felin dan dara.
mereka bertiga baru saja keluar dari kelas tapi sudah terhenti lagi karena ada seorang lelaki yang sudah datang memanggil nama bunga untuk menunggunya.
" bunga......
tunggu.... " lelaki itu segera berlari kearah bunga.
" alfin.... " felina.
" iya.... alfin. " dara
" ngapain juga sih tu orang. " bunga dengan perasaan malas tapi masih dengan wajah cuekny.
" bunga..... " alfin yang sudah tiba di dekat bunga kemudian melihat dua orang sahabat bunga dengan tatapan seperti kode.
sahabat bunga bukan tidak mengerti tapi mereka memang sengaja masih diam bersama bunga.
" ya....
ada apa alfin.... " tanya bunga menjawab panggilan alfin.
" oh... ya itu bunga.
bisa kita bicara berdua saja.....
kita makan atau apa saja bagai mana..... " ujar alfin dengan senyum.
" jika kamu ingin berbicara, bicara saja sekarang, karena aku masih ada pekerjaan jadi aku tidak bisa untuk keluar dengan mu maaf. " ujar bunga dengan nada tenang.
" sayang sekali jika seperti itu, tapi ya sudah tidak apa. lalu apa kah kamu akan datang nanti di pesta ulang tahun nenek ku, nenek ku sangat mengharap kedatangan kamu bunga jadi datang ya tidak perlu membawa hadiah. nenek sudah senang dengan hanya kamu datang saja. " ujar alfin panjang leber dengan perkataan yang manis yang mampu membuat wanita manapun akan salah tingkah.
" em.....
ya aku akan datang nanti jadi tolong katakan pada nebekmu. " ujar bunga.
" bagus...
ya aku akan sampaikan pada nenek pasti dia akan sangat senang nati. " ujar alfin dengan wajah tampannya.
" *yeeee..... senang senang bukan nenek kamu yang senang tapi kamu yang senang.....
dasar laki laki ular. " dara.
" aduh.... babang tampan.....
kamu memang tampan tapi sayang kamu itu terlalu berbisa.. " felina.
ya dua orang sahabat bunga sedang menyuarakan hati mereka melihat alfin begitu manis lembut dan ramah pada bunga*.
" ya sudah....
aku harus pergi sekarang karena ini sangat mendesak. " ujar bunga.
" jika terburu buru bareng aku aja gimana aku akan mengantar mu dengan cepat dan selamat. " ujar alfin.
" tidak perlu aku bawa mobil sendiri. " tolak bunga dengan singkat karena jika masih basa basi bunga yakin dia tidak akan pernah bisa pergi.
" tapi........ " alfin.
__ADS_1
" by.....
aku pergi dulu.... " ujar bunga segera menggaet kedua sahabatnya untuk segera pergi dari sana.