Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 1


__ADS_3

Rabu, 14 November 2018 hari kematian Alauddin Zuhdi, ayah yang sangat dicintai Chansa dan Fanny ( ibu Chansa).


Setahun telah berlalu chansa masih merasa kehilangan sosok laki-laki yang selalu mencintainya dengan tulus.


Setelah setahun kepergian ayahnya ibunya selalu sakit-sakitan. Saat itu pula Chansa masih kuliah. Akhirnya Chansa melamar kerja di sebuah cafetaria di kota A.


"Ibu jangan khawatir aku akan mencari pekerjaan untuk biaya kuliahku dan biaya untuk berobat ibu" ucap Chansa dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu mau kerja apa nak? Kamu masih harus belajar kamu harus kuliah masalah uang biar ibu yang mengusahakannya" ucap Fanny dengan mengelus rambut Chansa.


"Bu? Ibu dengarkan aku! Ibu jangan memikirkan apapun! Biar aku yang mencari uang ibu tenang saja prestasiku tidak akan turun ibu jangan khawatir" ucap Chansa sambil memeluk Fanny.


"Maafkan ibu Chansa! Ibu membuatmu susah" ucap Fanny dengan meneteskan air mata.


"Ibu jangan berkata seperti itu, aku sudah memasukkan surat lamaran kerjaku disebuah cafe dan gajinya lumayan bu itu cukup untuk biaya hidup kita ibu tenang saja" ucap chansa mengusap air mata Fanny.


"Iyaa" ucap Fanny tersenyum dengan memeluk erat putrinya.


Kringg kringg!!


"Bu aku akan mengangkat telfonnya" ucap Chansa.


"Iya"


Telfon,


"Hallo?"


"Hallo? Apakah ini dengan Chansa Rosemary?" Tanya seorang perempuan.


"Ya saya sendiri" ucap Chansa.

__ADS_1


"Saya manager dari cafetaria, kamu diterima bekerja besok sudah bisa bekerja datanglah lebih awal" ucap manager perempuan itu.


"Benarkah? Baik, baik saya besok akan kesana terimakasih" ucap Chansa senang.


"Kami tunggu kedatanganmu sampai jumpa!" Ucap manager itu lalu menutup telepon.


Atikah menggenggam erat telfon rumah itu dengan senang dia berlari memberi tahu ibunya.


"Ibu, ibuu aku diterima bekerja di cafetaria besok aku sudah bisa bekerja" ucap Chansa dengan senang dan memeluk ibunya.


"Benarkah? Syukurlah" ucap Fanny dengan gembira.


"Kamu harus ingat, di cafe banyak sekali orang jangan sampai membuat kekacauan dan ingat dengan kuliahku juga" ucap Fanny.


"Iya ibu, ibu tenang saja!" Ucap Chansa dengan penuh semangat.


****


Ayahku meninggal dan sejak ayah meninggalkan aku dan ibuku saat itu juga ibuku mulai sakit-sakitan, aku hanya memiliki ibuku seorang tidak akan aku biarkan ibuku terluka dan pergi meninggalkan aku seperti ayah.


Apapun yang terjadi akan aku hadapi demi kehidupanku dan ibuku.


****


Keesokan harinya,


"Ibu hari ini hari pertama aku bekerja, setelah pulang dari kampus aku akan langsung ke cafetaria. Ibu jangan khawatir aku akan pulang lebih cepat" ucap Chansa.


"Pulanglah sesuai jadwal yang tertera disana, ibu akan selalu menunggumu" ucap Fanny sambil mengelus Chansa.


"Iya ibu, ibu jaga diri baik-baik jika ada sesuatu langsung telfon aku" ucap Chansa.

__ADS_1


"Kamu tenang saja ibu akan baik-baik saja" ucap Fanny.


"Aku pergi dulu ibu!" Ucap Chansa.


"Iya hati-hati dijalan" ucap Fanny.


Kampus,


Suasana kampus sangat ramai pagi ini, kebetulan di kampus Chansa ada seminar setiap minggunya. Dan Chansa tidak pernah absen satupun, Chansa mahasiswi yang rajin dan memiliki prestasi yang baik. Dan selalu mengikuti seminar untuk mengembangkan pemikiran.


"Chan??" Panggil seorang teman perempuan Chansa. Jeremy Xia teman seperjuangan dan sahabat baik Chansa dari SMP.


"Jery?" Ucap Chansa.


"Ikut seminar lagi?" Tanya Jeremy.


"Tentu saja aku nggak mau absen aku harus kasih pertanyaan yang banyak nanti" ucap Chansa penuh semangat.


"Okelah, yuk bentar lagi seminarnya dimulai" ajak Jeremy.


"Eh aku denger orang yang akan kalian seminar hari ini, direktur dari bank terkaya di negara kita" ucap Jeremy.


"Aku dengar dia direktur yang sangat kaya dan sangat tampan. Tapi sayangnya dia angkuh dan orang yang sangat dingin dan juga kejam dengan orang yang berbuat kesalahan" ucap Jeremy.


"Oh begitu ya" ucap Chansa santai.


"Kamu nih orang kasih tau juga" ucap Jeremy.


"Ya udah ya udah yuk masuk" ucap Chansa sambil menarik tangan Jeremy.


Chansa dan Jeremy bergegas ke gedung C tempat seminar diadakan.

__ADS_1


****


__ADS_2