
Jam pulang kantor,
Aku berjalan keluar ruangan dan melihat Liana berada diruang tunggu VIP dari jendela kaca. Wanita yang sangat keras kepala.
"Dona?" Panggil Arthur.
"Ya Presdir?" Ucap Dona mendekat.
"Sejak kapan Liana berada disana?" Tanya Arthur menatap ke arah Liana.
"Presdir ini.... Nona Liana sudah berada di ruangan sejak tadi pagi setelah keluar dari ruangan Presdir" ucap manager Dona.
Wanita ini sungguh merepotkan aku, jika bukan karena ancaman keluarganya aku tidak akan berhubungan dengannya lagi.
"Selain itu apa yang dia katakan?" Tanya Arthur dingin.
"Nona Liana bilang kalau Presdir sudah keluar ruangan nona Liana ingin bertemu saya sudah menyuruh nona Liana pulang terlebih dahulu namun nona Liana memilih menunggu sampai jam pulang" ucap manager Dona.
"Katakan padanya suruh dia pulang jika dia bertanya dimana aku katakan saja aku tidak ingin bertemu dengannya" ucap Arthur berbalik dan pergi.
"Baik presdir" ucap manager Dona.
****
Loby bank kara,
"Jimmy, siapkan surat kontrak untuk Chansa kau dan Gery pergilah kesana dan berikan surat itu" perintah Arthur.
"Presdir ini.. apa Presdir tidak datang kesana?" Tanya Jimmy.
"Aku akan menunggu kabarnya dari kau, berikan penjelasan sejalas mungkin padaku. Aku masih ada banyak urusan" ucap Arthur.
"Baik presdir" ucap Jimmy.
"Telfon Geovani untuk menjemputmu dicafetaria kau dan Gery pergilah ke rumah chansa" perintah Arthur.
"Baik" ucap Jimmy.
****
Cafetaria,
__ADS_1
Aku berjalan tanpa pengawal membuatnya menjadi pusat perhatian banyak orang. Apakah sangat aneh jika aku berjalan sendirian?
*Seandainya aku berjalan disamping tuan muda Arthur ya Tuhan sepertinya aku menjadi wanita paling bahagia didunia ini*
*Sudahlah jangan berkhayal kau bukanlah tipe Presdir Arthur*
Lagi lagi sekumpulan wanita yang membosankan menggosip sana sini dan selalu berkhayal menjadi kekasihku.
Bagaimana bisa dunia ini dipenuhi wanita seperti ini, ntah mengejar harta, kekayaan, atau martabat. Jika aku bukan Presdir mana bisa mereka memandangku seperti ini.
Tunggu dulu!! Itu bukannya Chansa? Pfftt terlihat imut jika memakai baju erotis seperti itu. Pasti Jimmy tidak bertemu dengannya karena dia berada disini.
Sebaiknya ko telfon Jimmy terlebih dahulu.
📱:"Jimmy, apa kau sudah berada dirumah Chansa?"
📱:"Presdir kami tidak menemukan nona Chansa di rumahnya ibunya pun masih berada dirumah sakit" ucap Jimmy.
📱:"Dia berada di Cafetaria, kalian menyusul ku ke cafetaria dan makan bersamaku nanti malam baru pergi kerumahnya"
Tut Tut Tut!! Aku mematikan telfon dan memanggil Chansa untuk memesan makanan!.
"Pelayan!" Ucapku melambaikan tangan.
"A...aku?" Ucap chansa menunjuk dirinya.
Gadis ini mengapa begitu bodoh, tentu saja aku memanggilmu mana mungkin aku melihatmu lalu memanggil pelayan lain.
"Ya kau, kemari!"
Gadi ini saat melihatku kenapa sangat ketakutan.
"P....Presdir silahkan dilihat menu nya" ucap chansa terbata-bata.
"Kenapa begitu jauh dariku, mendekatkan aku tidak akan memakanmu"
Chansa maju selangkah lebih dekat dariku. Ya Tuhan ingin sekali aku menarik wanita ini kedalam pelukanku.
"Presdir?" Ucap Jimmy dan Gery.
__ADS_1
"Duduklah dan pesan makanan sesuka kalian"
"Presdir sebaiknya Presdir yang memesannya" ucap Jimmy.
"Baiklah, 1 bistik sapi medium well dan 2 bistik sapi medium rare, dan 1 jus buah naga 1 jus alpukat dan 1 Jus sirsak" ucapku menutup buku menu.
"Baik silahkan tunggu sebentar" ucap Chansa gemetar.
Gadis yang sangat lucu!!!
Chansa berjalan menuju pemesanan.
"Tuan muda?" Panggung Gery.
"Hmm?"
"Apa yang akan anda lakukan untuk nona Chansa" tanya Gery.
"Aku.. tidak akan melakukan apapun hanya saja aku ingin memilikinya nanti malam kalian berdua datang kerumahnya dan berikan tawaran seperti perintahku"
"Baik tuan muda" ucap Gery.
"Tuan muda, apakah baik jika kami pengawal makan satu meja dengan anda?" Tanya Jimmy.
"Mengapa tidak? Anggap saja ini penghormatan karena kalian berdua sudah setia padaku"
"Terimakasih Presdir, ini sebuah penghormatan" ucap Jimmy dan Gery.
Beberapa menit kemudian chansa kembali membawakan makanan pesananku. Wanita ini sangat cocok untuk menjadi istriku. Tunggu!! Apa?? istri?? Yang benar saja. Arthur kau berfikir terlalu banyak.
"Tuan-tuan, ini pesanan anda!" Ucap Chansa meletakkan pesanan ku.
"Terimakasih nona!" Ucapku meliriknya.
Terlihat wajahnya memerah seperti udang rebus, wajah yang sangat manis ingin ku makan hingga habis.
"Sa..saya permsii dulu" ucapnya.
Heh!! Cepat atau lambat kau akan jatuh dalam pelukanku Chansa Rosemary!!
****
__ADS_1