Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 16


__ADS_3

Sebelumnya maaf ya guys kalau di episode kali ini ada sedikit kekerasan dan membuat tidak nyaman untuk dibaca. Jangan bosan untuk episode berikutnya.


Happy reading ya guys!😁🙏


****


Kringg!! Kring!!!


Ponsel chansa berbunyi.


"Berikan ponsel itu padaku!" Ucap Arthur dengan kasar.


"Ta..tapi...."


"Berikan!!" Bentak Arthur.


Tanpa berfikir dan berkata apapun Chansa memberikan ponselnya kepada Arthur.


Brakkk!! Arthur membanting ponsel Chansa.


"Kau... Bagaimana jika itu dari rumah sakit untuk memberitahu keadaan ibuku! Apa yang kau lakukan?" Ucap Chansa dengan nada keras.


Arthur berjalan mendekati Chansa dan dan meremas pipi Chansa dan mengenggam kedua tangan chansa kebelakang.


"Dengar!! Tidak ada orang yang berani berkata keras padaku! Dan kau orang pertama yang berbicara seperti ini padaku! Berani sekali!!" Ucap Arthur membuat chansa takut dan hanya bisa menangis.


"Dan aku benci dengan wanita yang menangis dihadapan ku!!" Ucap Arthur dengan semakin kuat menggenggam tangan Chansa.


"Sakit.." ucap Chansa dengan nada pelan.


Arthur tidak berbicara dan meremasnya semakin kuat. Chansa tidak bisa melakukan apapun selain terus menangis dan merasakan rasa sakit yang cukup mengiris hatinya.

__ADS_1


"Sakit sekali..." Ucap Chansa pelan dan meneteskan air matanya.


"Jangan berfikir aku akan melepaskanmu!!" Ucap Arthur. Pelan namun sangat menyakitkan.


(Pria ini... Dia.. sangat berbeda dengan yang aku temui waktu pertama kali dia menolong ku. Berita yang berkobar bahwa dia adalah CEO yang dingin, sangat angkuh, dan kejam. Semua itu, benar. Bahkan dia lebih cocok jika dibilang psikopat) ucap chansa dalam hati menatap mata Arthur dengan meneteskan air matanya.


Arthur menarik Chansa menuju kamar, Jimmy dan Gery yang melihat Arthur menarik Chansa hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


Brakk!!! Arthur membanting pintu.


"Gery? Apa kau merasa bahwa kali ini tuan muda sangat marah?" Tanya Jimmy.


"Aku rasa begitu, aku tadi melihat nona Chansa sudah tidak bisa berkata apapun. Demi ibunya dia melakukan semua ini tanpa berfikir apa yang akan tuan muda lakukan padanya" ucap Gery.


"Haiihhh apalah kita yang hanya pengawal ingin menolong pun tidak bisa" ucap Jimmy.


"Kau benar" ucap Gery.


****


Arthur yang sangat marah menarik Chansa kehadapan nya. Dan Chansa terduduk diatas kasur dengan tangan yang sangat lemah.


"Chansa? Dengarkan aku baik-baik! Aku benci dengan wanita yang menangis dihadapan ku dan aku benci wanita yang tidak penurut seperti dirimu ini!" Ucap Arthur mengangkat dagu Chansa.


Chansa terdiam dan air matanya masih mengalir ke pipinya Chansa tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya bisa menerima apa yang Arthur perbuat padanya.


"K... kau sangat berbeda dengan yang waktu itu! Huhuhu" ucap chansa menangis.


"Saat kau menolongku aku berfikir akan ada orang yang bisa membantuku dengan tulus, baru kali ini ada orang yang sangat kasar padaku" ucap Chansa.


Arthur terlihat kaget dengan apa yang chansa katakan dan melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Aku berfikir kau adalah CEO yang baik dan perhatian. Saat itu kau menolongku beberapa kali dan membuatku terasa sangat aman selama ini aku tidak memiliki siapapun yang bisa perhatian setelah ayahku meninggal hanya ada aku dan ibuku" ucap Chansa menangis dan menundukkan kepalanya.


"Tapi ternyata, berita yang dibawa oleh angin itu, kau CEO yang angkuh, jahat dan dingin, Ternyata semua itu benar. Kau lebih mirip dengan psikopat! Hiks hiks! Aku bisa menurut padamu jika kau tidak bersikap kasar padaku! Aku wanita yang cengeng dan lemah dibentak sedikit saja aku akan menangis" ucap Chansa menangis dan menggenggam tangannya.


"Kau baik padaku bukan karena ingin membantu pengobatan ibuku kan? Tapi sebenarnya kau ingin menyiksaku seperti ini, kenapa kau lakukan ini padaku Tuan Arthur? Kenapa kau lakukan?hiks hiks! Ucap Chansa menangis dengan sedikit keras.


Arthur masih terdiam dan mendengar semua perkataan Chansa. Arthur langsung menarik chansa dalam pelukannya.


"Maaf!" Ucap Arthur.


Chansa mendorong Arthur dengan kuat.


"A..aku jangan... tolong jangan mendekatiku aku mohon! apa salahku sehingga kau memarahiku seperti ini bahkan merusak ponselku! kesalahan apa yang aku perbuat sehingga membuatmu begitu marah! huhuhu!!" ucap Chansa menangis


Arthur menarik Chansa dalam pelukannya dan memeluk Chansa dengan erat.


"Gadis bodoh! Jangan berbicara lagi!" Ucap Arthur.


Chansa tidak bisa bergerak dan hanya terdiam dalam pelukan Arthur. Chansa memejamkan matanya dan mengingat ibu dan ayahnya. Beberapa menit Arthur memeluk Chansa. Chansa tidak bergeming dan suara nafas Chansa terdengar terdengar oleh Arthur.


"Chansa?" Panggil Arthur pelan.


Wajah chansa terlihat sangat lembut dan letih dia tertidur didalam pelukan Arthur. Dengan perlahan Arthur menidurkan dia diranjangnya dan mencium Chansa dengan lembut.


Arthur meninggalkan chansa dan menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Arthur keluar dan tidur disamping Chansa Arthur membatasi nya dengan bantal agar dirinya tidak melakukan apapun terhadap Chansa.


Detik berikutnya tanpa sadar chansa memeluk Arthur. Arthur terdiam dan hanya melihat Chansa memeluknya. Dengan cepat Arthur menarik selimut dan memeluk Chansa dengan erat.


Tubuh Chansa terasa sangat dingin dan wajahnya terlihat sangat memelas. Arthur mengingat kembali saat dia memarahi chansa hingga Chansa menangis seperti itu dan wajahnya masih terlihat sangat jelas jika habis menangis.

__ADS_1


"Chansa maafkan aku! Aku tidak tahu jika kau bisa merasakan hal seperti itu" ucap Arthur dengan nada pelan dan mengecup kening Chansa.


****


__ADS_2