
Saat berjalan ke gedung C, Chansa dan Jeremy di hadang oleh Roby. Anak dari kepala universitas sangat sombong dan angkuh.
Roby Selalu menindas mahasiswa lain dan mengancam akan di keluarkan dari universitas. Tapi, dia dan gengnya selalu mengejar-ngejar Chansa dan menganggu Chansa.
Roby anak satu-satunya dari pak kepala universitas, dimanja dan selalu diikuti apa kemauannya. Makanya Roby selalu berbuat seenaknya.
"Hai Cantik! Mau kemana sih buru-buru banget" goda Roby dengan senyuman manisnya yang penuh kepalsuan.
"Menyingkir!" Ucap Chansa.
"Aduhh pagi-pagi begini udah dapat marah aja dari cewe" ucap Roby.
"Aku bilang menyingkir!" Bentak Chansa.
"Chan udah kita lari aja, kamu tahu kan Roby nih kayak gimana" bisik Jeremy.
"Wahh, teriakan yang sangat mempesona" goda Roby dengan tertawa.
"Aku akan mengikuti seminar jika kalian tidak menyingkir kami bisa terlambat" ucap Chansa.
"Untuk apa mengikuti seminar, lebih baik ikut dengan kami dan bersenang-senang, Ahahaha" ucap Roby tertawa lepas.
"Dasar sekelompok orang tak berguna" gumam Chansa.
Chan menarik Jeremy menerobos Roby dan teman-temannya. Tapi Roby menarik tangan Chansa hingga semua buku yang Chansa bawa terjatuh ketanah. Sedangkan teman-teman Roby memegang Jeremy.
"Mau kemana sih, mending kita bersenang-senang" ucap Roby mendekatkan wajahnya ke wajah Chansa.
"Lepaskan!" Ucap Chansa dan berusaha tenang.
"Roby lepasin Chansa!" Teriak Jeremy.
"Kalau aku tidak mau?" Ucap Roby.
"Aku akan teriak!" Ancam Jeremy.
"Kau masih bisa mengkhawatirkan Chansa itu nanti tapi khawatirkan dirimu sendiri terlebih dahulu" ucap Roby.
"Roby, kau boleh manahanku tapi lepaskan Jeremy" ucap Chansa serius.
__ADS_1
"Apa? Apa kau yakin, kau sendirian tanpa dia sayang" ucap Roby menyeringai.
(Menjijikan) ucap Chansa dalam hati.
"Aku yakin sekarang lepaskan Jeremy dan biarkan dia pergi" ucap Chansa.
"Chansa apa yang kau katakan?" Teriak Jeremy.
"Baiklah, lepaskan Jeremy" perintah Roby.
"Jeri pergilah dari sini kau jangan khawatir aku bisa mengurusnya" ucap chansa.
"Tapi Chan"
"Pergilah aku akan mencarimu nanti" ucap Chansa.
#Chan bertahanlah aku akan mencari bantuan# Jeremy pergi sambil mengedipkan matanya.
"Dia susah pergi, sekarang apa rencanamu? Mau bermain dengan kami secara bergilir" tanya Roby menyeringai.
(Sekumpulan orang-orang tidak berguna, aku harus mencari cara) ucap Chansa dalam hati.
"Apa aku harus begini?" Ucap chansa dengan ancang-ancang.
"Begini apa?" Tanya Roby heran.
"Begini!" Dukk Chansa menendang bagian sensitif Roby dan terlepas dari genggaman Roby. Chansa berlari sekuat tenaga namun chansa salah arah.
Chansa tertangkap oleh teman-teman Roby dan membawa chansa ke Roby.
"Gadis sialan! Berani sekali kau menendangku" ucap Roby dengan wajah memerah.
(Gawat apa yang harus aku lakukan) ucap Atikah dalam hati panik.
"Kau harus membayar aymtas apa yang kau lakukan padaku" ucap Roby dengan menggenggam tangan chansa sangat kuat.
"Lepaskan! Tolong! Tolong! Lepaskan aku" teriak Chansa.
"Percuma! Semua orang mengikuti seminar tidak akan ada yang menolongmu!" Ucap Roby.
__ADS_1
"Lepaskan! Toloong!!" Teriak Chansa.
Tap tap tap,
Suara langkah kaki mendekat ke arah Roby dan chansa.
"Lepaskan dia" ucap seorang laki-laki dengan 2 pengawal dibelakangnya mengenakan jas hitam dan berkacamata hitam.
"Siapa kau berani sekali menggangguku" ucap Roby dengan wajah marah.
"Kalian hajar laki-laki penganggu ini" perintah Roby.
"Heh" laki-laki itu tersenyum dengan wajah tanpa ekspresi dan datar.
Brukk!! Brukk!!
"Arrgh" keluh anak buah Roby.
Anak buah Roby dikalahkan oleh pengawal laki-laki itu. Chansa ketakutan dan memejamkan matanya Chansa tidak melihat kejadian yang tepat terjadi didepan matanya.
"Pergi dari sini atau akan ku beri kau pelajaran yang lebih membuatmu menyesal" ucap laki-laki dengan hawa mematikan.
"Tunggu saja nanti, ayo pergi!" Ucap Roby mengajak anak buahnya.
Laki-laki itu mendekat ke arah Chansa yang gemetaran dengan kondisi lengan baju yang sudah robek.
"Aku mohon lepaskan aku jangan mendekat ku mohon! Hiks hiks" Ucap Chansa sambil menangis.
"Tenanglah aku bukan orang jahat, sekumpulan manusia tak berguna itu sudah pergi jangan takut" ucap laki-laki itu.
Chansa membuka matanya dan melihat siapa yang sudah menolongnya. Dengan seketika Chansa pingsan karena kaget dengan kejadian tersebut.
"Kau..."
"Siapa.."
Kesadaran Chansa mulai menghilang.
****
__ADS_1