Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 20


__ADS_3

"Aku, sejak kecil tidak bisa hidup bahagia. Aku ayah dan ibuku hanya kami bertiga hidup bersama dengan damai tanpa adanya masalah sedikitpun. Hidup kami terasa sangat bahagia, tapi setelah ayahku meninggal ibu sakit-sakitan dan aku bertemu denganmu. Sedikitpun aku tidak pernah merasa hidupku dalam bahaya. Aku merasa kebahagiaan ku yang dulu hilang kembali dengan hadirnya dirimu." Ucap chansa sedikit melamun.


"Tanpa aku sadari aku dan kau, kita berbeda aku gadis miskin, gadis biasa bagaimana bisa aku mendapatkan cintamu, dan tanpa aku sadari orang yang berstatus tinggi seperti dirimu sudah memiliki pasangan hidupmu sendiri. Aku terlalu percaya diri dan terlalu menjunjung tinggi diriku sendiri. Padahal aku Tidak lebih baik dari itik buruk rupa" sambung Chansa dengan menatap pemandangan diluar jendela dan meneteskan air mata.


Arthur tercengang mendengar apa yang di katakan Chansa dan mencoba mendekati Chansa.


"Aku tahu tunanganmu mungkin sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tidak memiliki waktu untukmu kau tahu bahwa ibu sakit-sakitan makanya kau membantuku untuk pengobatan ibuku namun sebagai gantinya aku harus menjadi wanitamu. Aku tahu ini hanya sementara dan seharusnya aku sadar kalau ini semua hanya karena selembar surat kontrak. Aku tidak bisa mencintaimu dan begitupun sebaliknya" ucap chansa.


"Tuan muda Arthur Bagaskara, aku mohon jika kau sudah memiliki tunangan maka setialah perlakukanlah aku sewajarnya. kita memiliki hubungan hanya sebatas kontra tidak lebih dan bersikaplah seperti tuan muda Arthur biasanya. Jangan perhatian padaku aku mohon jangan gerakkan hatiku lagi" ucap Chansa sambil meneteskan air matanya dan menangis keras.


"Aku mohon hentikan! Jangan gerakkan hatiku lagi aku mohon! Aku... Aku yang terlalu berharap, berharap terlalu dalam!" Ucap Chansa menangis.


Arthur berjalan dan memeluk Chansa.


Namun chansa menghempas tangan Arthur.


"Aku mohon! Aku mohon jangan sentuh aku. Aku mohon" ucap Chansa dengan merapatkan kedua tangannya kepada Arthur dan menangis berjalan mundur.


"Chansa aku.. maafkan aku" ucap Arthur.


Arthur berjalan kearah chansa dan memeluknya dengan sangat kuat tangan chansa terasa lemas dan tidak bisa mendorong Arthur.


Chansa terdiam dalam pelukan Arthur. Meskipun chansa mengucapkan apa yang dia rasa namun chansa tetap tidak berani menangis dihadapan Arthur.


"Menangislah jika itu membuatmu lega" ucap Arthur dengan mengelus kepala Chansa.


Chansa yang tidak sanggup menahan air matanya menangis sekuat yang dia bisa dan sekencang yang dia bisa.


Setelah terlalu lama menangis Chansa terdiam dan tertidur diperlukan Arthur dan Arthur juga tertidur dengan memeluk Chansa.


Sore hari, Arthur terbangun dan melihat chansa masih tertidur diperlukannya. Arthur menatap wajah Chansa dengan penuh arti. Dan mengusap pipinya.


"Chansa maafkan aku!" Ucap Arthur dengan mengecup bibir chansa.


****

__ADS_1


Malam harinya,


Tok tok tok!


"Tu..tuan muda?" Panggil ibu Jani.


Ngiiikk!! Arthur membuka pintu dengan sangat pelan.


"Ada apa?"


"Tuan waktunya makan malam" ucap ibu Jani.


"Baiklah, ayo" ucapan Arthur menutup pintu kamar.


Ruang makan,


"Tuan..?"


"Hmm?"


"Tidak, dia sedang tidur biarkan saja" ucap Arthur.


"Baik"


•••Falshback off•••


"Tanpa aku sadari aku dan kau, kita berbeda aku gadis miskin, gadis biasa bagaimana bisa aku mendapatkan cintamu, dan tanpa aku sadari orang yang berstatus tinggi seperti dirimu sudah memiliki pasangan hidupmu sendiri. Aku terlalu percaya diri dan terlalu menjunjung tinggi diriku sendiri. Padahal aku Tidak lebih baik dari itik buruk rupa"


"Aku tahu tunanganmu mungkin sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tidak memiliki waktu untukmu kau tahu bahwa ibu sakit-sakitan makanya kau membantuku untuk pengobatan ibuku namun sebagai gantinya aku harus menjadi wanitamu. Aku tahu ini hanya sementara dan seharusnya aku sadar kalau ini semua hanya karena selembar surat kontrak. Aku tidak bisa mencintaimu dan begitupun sebaliknya"


•••Flashback on•••


"Chansa apa yang kau bilang tadi, menandakan bahwa kau mencintaiku?" Gumam Arthur dimeja makan.


"Tuan.."

__ADS_1


"Aku baik-baik saja" ucap Arthur.


"Aku sudah selesai makan!" Ucap Arthur.


"Baik" ucap Gery.


****


Ruang baca,


Krekk!


"Siapa itu? Mengapa tidak mengetuk dulu" ucap Arthur sedikit marah.


Chansa masuk dengan membawakan segelas kopi yang dibuatnya untuk Arthur.


"Kau...!" Ucap Arthur kaget bahwa Chansa yang membawakan kopinya.


"Ini kopi buatanku jika enak minumlah dan jika kau tidak suka katakan saja ibu Jani akan membawakan yang baru untukmu" ucap Chansa lembut.


"Kau yang membuat ini?" Tanya Arthur.


"Iya" ucap Chansa tersenyum.


(Gadis ini mengapa berubah begitu cepat tadi dia masih menangis begitu kuat dan sekarang dia bersikap tdiak terjadi apapun) gumam Arthur dengan minum kopi buatan chansa.


"Aku keluar dulu" ucap Chansa.


"Hmm" ucap Arthur.


Ceklek!! Chansa sudah keluar dan menutup pintu.


"Chansa!!" Ucap Arthur menyandarkan kepalanya di kursi putarnya.


****

__ADS_1


__ADS_2