Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 4


__ADS_3

Arthur memasang wajah dingin dan tanpa ekspresi seakan-akan ingin marah sebesar mungkin.


Detik berikutnya Arthur memasang wajah yang rileks dan biasa tidak menampakkan jika dia akan marah.


"Bagaimana bisa aku marah pada wanita" ucap Arthur santai.


"Aku sudah membayar administrasinya kau sudah langsung bisa keluar dari rumah sakit" ucap Arthur berjalan keluar kamar.


"Tuan muda Arthur?" Panggil Chansa.


"Hmm?"


"Te..terimakasih, aku berutang padamu" ucap chansa gemetar.


"Bukan masalah, aku akan menangis utang itu suatu saat, dan aku rasa kita akan bertemu lagi" ucapnya sambil berjalan keluar kamar dan pergi.


Detik berikutnya,


"Jeri tutup mulutmu atau air luirmu akan membasahi kasur rumah sakit ini" ucap Chansa.


"Ya Tuhan, Chan apa kau telah mengalahkan galaxy Bima sakti? Kau bahkan bertemu dengan pria hebat seperti dia. Bahkan dia berkata seperti itu, ya Tuhan apa aku sedang bermimpi" ucap Jeremy dengan menggelengkan kepala.


"Heh sudahlah berhenti berkhayal aku rasa aku dan dia tidak akan pernah bertemu lagi" ucap Chansa dengan melipat selimut rumah sakit.


"Tapi bagaimana jika kau bertemu dengannya lagi? Apa kalian akan jadian?" goda Jeremy.


"Haihh pemikiranmu terlalu tinggi itu hanya khayalan" ucap chansa mengambil nafas panjang.


"Ya sudah ayo cepatlah kita pergi dari sini, oh ya aku dengar kau diterima kerja di cafetaria" tanya Jeremy.


"Ya aku baru saja diterima dan hari ini setelah pulang kampus aku akan mulai bekerja dan sepertinya sekarang sudah waktunya aku berangkat" ucap chansa.


"Ya sudah kau hati-hati kita akan pisah jalan dipersimpangan nanti" ucap Jeremy.


"Baiklah"


Chansa dan Jeremy berjalan keluar rumah sakit mereka mencari taksi untuk pulang. Chansa turun di persimpangan karena jalan menuju cafetaria berlawanan arah dengan rumah Jeremy dan rumahnya.

__ADS_1


"Chansa hati-hati ya" ucap Jeremy dari dalam taksi.


"Ya kau juga hati-hati" ucap chansa melambaikan tangan.


Chansa mencari taksi untuk pergi ke cafetaria.


****


Cafetaria,


Chansa memasuki cafe yang penuh dengan pelanggan chansa langsung menuju keruangan mananger cafe.


Tok tok tok!! Chansa mengetuk pintu ruangan.


"Masuk!" Ucap seseorang dari dalam.


"Oh kamu Chansa?" Tanya manager.


"Iya saya Chansa yang kemarin melamar kerja" ucap chansa.


"Chansa Rosemary" ucap manager itu sambil membaca data chansa.


"Masih kuliah?" Tanyanya.


"Iya saya kuliah di universitas XXXX" ucap Chansa.


Detik berikutnya,


"Ya kamu sudah diterima kamu sudah bisa bekerja hari ini, saya manager Lisa kamu bisa mencari saya jika perlu" ucap manager Lisa.


"Terimakasih" ucap Chansa.


"Kamu langsung keruangan logistik untuk mengambil baju kerja" ucap menarger Lisa.


"Baik terimakasih" ucap chansa bersalaman lalu keluar ruangan.


Chansa menuju kantor logistik untuk mengambil baju kerjanya.

__ADS_1


Tok tok tok! Chansa mengetuk pintu.


"Masuk" ucap seseorang dari dalam.


"Permisi pak saya datang untuk mengambil baju kerja" ucap chansa lembut.


"Oh kamu pelayan baru manager Laia sudah memberitahu saya ini baju kerja kamu" ucap laki-laki itu.


"Terimakasih pak" ucap chansa.


"Kamu bisa ganti di kamar mandi setelah itu menuju ke dapur untuk mengambil pesanan" ucap laki-laki itu.


"Baik pak terimakasih saya permisi dulu" ucap chansa keluar ruangan.


****


Dapur,


"Kamu pelayan baru ini kamu antar ke meja nomor 28" ucap chef wanita itu.


"Baik" ucap Chansa sambil mengambil nampan berisi 2 gelas jus mangga.


Brukk!! Pyarrr!! Chansa menabrak seseorang didepannya dan seluruh gelas pecah. Semua orang mengalihkan pandangan dan melihat ke arah chansa.


"Tu..tuan maaf saya tadi tidak sengaja maaf" ucap chansa sambil membersihkan baju pria itu dengan sapi tangan kesayangannya.


"Oh kamu" ucap pria itu.


(Suara ini?) Ucap Chansa dalam hati kemudian mengangkat wajahnya dan melihat pria itu.


(Dia?, Ya Tuhan sebelumnya aku selamat apa kali ini aku akan mati?) Ucap chansa takut.


"Tuan muda maafkan dia, dia pelayan baru disini maaf saya akan memecatnya" ucap manager Lisa.


(Ya Tuhan dipecat aku baru saja bekerja kenapa aku ceroboh sekali) ucap Chansa sambil memejamkan matanya. Menahan air matanya yang sebentar lagi akan jatuh.


****

__ADS_1


__ADS_2