Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
Episode 32


__ADS_3

1 Minggu kemudian,


Bandara,


"Tuan muda, saya sudah check in" ucap Jimmy.


"Bagus" ucap Arthur.


"Arthur?"


"Hmm?"


"Kita akan ke Berlin atau ke Amerika?"


"Kita ke Amerika untuk meminta restu ibumu" ucap Arthur.


"Baiklah" ucap Chansa.


****


Bandara internasional Jhon F. Kennedy Amerika serikat,


Arthur dan Chansa telah sampai di Amerika, mereka langsung menuju rumah sakit untuk menemui ibu Chansa.


Kringg!! Kringg!!


"Tuan ada telfon untuk anda" ucap Jimmy.


"Berikan" ucap Arthur mengulurkan tangannya.


📱:"Hallo!"


📱:"Hallo, apa benar ini dengan Presdir Arthur?"


📱:"Ya saya sendiri"


📱:"Presdir saya dari perusahaan intan permata dari Berlin, Presdir kami yang akan bekerjasama dengan anda menanyakan apakah kerja sama ini jadi atau tidak"


📱:"Tentu saja jadi saya masih di Amerika Minggu depan saya akan ke Berlin" ucap Arthur.


📱:"Baik saya akan mempersiapkan semuanya untuk kerja sama dan saya akan segera memberitahu Presdir kami"


📱:"Baik"


📱:"Terimakasih atas waktunya"


Tutt tutt tutt!!


"Arthur?" Panggil Chansa.


"Ya?"


"Apa tidak ada masalah jika kau menunda pekerjaanmu demi aku?"


"Tidak ada yang lebih penting dari dirimu" ucap Arthur.


"Terimakasih" ucap chansa.


"Terimakasih untuk apa?"


"Terimakasih karena kau telah hadir dalam hidupku, meskipun masih ada jalan panjang kedepannya untuk hubungan ini" ucap chansa.

__ADS_1


"Percayalah padaku semua akan baik-baik saja" ucap Arthur.


"Ya semua akan baik-baik saja" ucap Chansa tersenyum.


"Jimmy?"


"Ya tuan muda?"


"Siapkan semua dokumen dan berkas kerja sama dengan perusahaan Berlin" ucap Arthur.


"Baik"


****


Rumah sakit John Hopkins medicine Baltimore, Maryland, Amerika Serikat.


"Ka..kau membawa ibuku ke rumah sakit sebesar ini?" Tanya Chansa terkejut melihat rumah sakit yang begitu mewah.


"Tentu saja disini semuanya sangat memadai untuk penyembuhan ibumu" ucap Arthur.


Chansa tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya mengikuti Arthur untuk bertemu ibunya.


Ruang VIP,


Temui lah ibumu aku akan menyusul nanti ada hal yang harus aku urus.


"Baik" ucap Chansa memasuki ruangan ibunya. Chansa melihat ibunya sedang makan bersama suster pribadi yang diminta oleh Arthur untuk merawat ibunya.


"Ibuu??" Ucap Chansa berlari ke arah ibunya.


"Chansa" ucap ibunya terlihat senang saat melihat putrinya.


"Ibu bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja? Aku sangat merindukanmu" ucap Chansa yang langsung memeluk ibunya.


Chansa sangat terharu dan sangat senang bisa melihat ibunya dalam keadaan baik-baik saja. Arthur menepati kata-kata dia tidak melukai ibu Chansa dan merawatnya dengan baik.


"Chansa apa Arthur memperlakukanmu dengan baik?" Ucap ibunya dengan tiba-tiba.


Chansa terkejut dan melepaskan pelukannya dan bertanya.


"Ibu? Kau mengetahui itu semua?" Ucap Fanny.


"Ibu tau semua yang kau lakukan demi ibu, Arthur sudah menceritakan semuanya pada ibu. Dia bahkan meminta maaf pada ibu karena pernah menyakitimu" ucap Fanny mengelus pipi chansa.


"Arthur juga berjanji pada ibu dia akan menjagamu dengan baik dan tidak akan membiarkanmu terluka, ibu sangat khawatir tetapi ibu tau Arthur adalah tuan muda yang tidak mudah ingkar janji jadi ibu lebih tenang" sambung Fanny.


"Dia menceritakan semua pada ibu?"


"Tentu saja, dia menceritakan semua pada ibu. Perjuanganmu demi menyelamatkan ibu. Dia meminta maaf karena pernah menyakitimu dan membuatmu kesakitan, ibu sempat marah tetapi ibu melihat dia sangat tulus dia sudah menceritakan juga mengapa dia mau membantu ibu untuk pengobatan ini" ucap Fanny.


"Ibu bangga sekali memiliki putri sepertimu, kau rela sakit demi ibu. Ibu telah menyusahkan mu Chansa maafkan ibu" sambung Fanny.


"Ibu, kau adalah ibuku yang aku lakukan ini tidak ada apa-apa nya dengan yang kau lakukan dulu untukku merawatku hingga aku dewasa" ucap Chansa.


"Chansa kau berjuang demi ibu, ibu membuatmu susah" ucap Fanny memeluk chansa.


"Ibu tenanglah aku tidak merasa begitu" ucap Chansa memeluk ibunya.


"Kau anak yang baik sayang" ucap Fanny.


"Oh iya ini Ana suster yang merawat ibu semenjak ibu masuk kesini" ucap Fanny.

__ADS_1


"Hallo sus, terimakasih telah merawat ibu saya" ucap chansa.


"Ini sudah tugas saya, saya direkrut langsung oleh tuan muda Arthur untuk mengurus ibu Fanny" ucap Ana.


"Terimakasih" ucap Chansa.


Mereka bertiga berbincang cukup lama, Chansa sangat senang bisa melihat ibunya dan dalam keadaan baik-baik saja. Chansa merasa apa yang dia usahakan tidak sia-sia dia masih bisa melihat ibunya tertawa dan tersenyum dengan ceria.


Sudah lama semenjak ayahnya meninggal Chansa tidak pernah melihat ibunya sebahagia ini. Arthur tidak mengingkari perkataanya dia menepati semuanya dengan baik.


Ceklek! Pintu terbuka Arthur dan Jimmy memasuki ruangan.


"Hallo" sapa Arthur.


"Arthur?" Ucap Chansa.


"Bagaimana ngobrolnya?sudah?" Ucap Arthur mendekat kearah chansa.


"Masih sangat banyak yang ingin aku ceritakan pada ibuku" ucap chansa.


"Lanjutkan saja aku juga ingin membicarakan sesuatu pada ibumu" ucap Arthur.


"Jimmy dan Ana kalian bisa keluar dulu" sambung Arthur.


"Baik" ucap Ana dan Jimmy kompak.


Setelah Jimmy dan Ana keluar Fanny bertanya pada Arthur hal apa yang ingin dibicarakan.


"Tuan muda Arthur, hal apa yang ingin Anda sampaikan?" Tanya Fanny.


Arthur duduk di sofa dekat tempat tidur.


"Nyonya Fanny, ini mengenai aku dan Chansa" ucap Arthur.


"Tuan muda.. ini.. aku kurang mengerti apa maksudmu" ucap Fanny.


"Aku dan Chansa akan menikah, kami ingin meminta restu nyonya untuk hal ini" ucap Arthur.


"Apa? Menikah? Bukankah Chansa baru lulus seminggu yang lalu?" Ucap Fanny.


"Iya itu benar, ini sudah ku rencakan jauh hari sebelum chansa wisuda" ucap Arthur.


"Tuan apakah ibumu setuju akan hal ini? Chansa hanyalah gadis biasa anak dari seorang pembuat roti, apakah ibumu akan setuju dengan pernikahan ini?" Ucap Fanny.


"Soal itu bisa ku urus, aku hanya membutuhkan restu nyonya untuk menikahi chansa" ucap Arthur.


"Hal ini... Tentu saja aku menyetujuinya, hanya saja aku takut jika ada seseorang yang mencoba melukai putriku. Aku hanya memiliki chansa dan tidak ada siapapun lagi. Suami Chansa harus orang yang bisa aku percayai untuk menjaga putriku" ucap Fanny.


"Nyonya, kau tenang saja aku sudah berjanji padamu akan menjaga Chansa. Meskipun itu hanya diselembar surat kontrak tapi aku akan menjaga chansa dengan baik" ucap Arthur serius.


"Ini.. aku serahkan pada chansa dia yang akan menikah, aku menyetujui kalian tapi semua kembali lagi pada. Chansa yang akan menjalani kehidupan rumah tangganya, aku sebagai seorang ibu hanya bisa mendukung pilihan putriku" ucap Fanny.


"Chansa bagaimana denganmu?" Tanya Fanny.


"Ibu, aku mencintai Arthur sejak menandatangani kontak itu, dan nasibku sudah ditentukan sejak saat itu juga surat itu berlaku selama ibu belum sembuh. Aku sudah memalui banyak hal bersamanya hingga aku berfikir aku dan Arthur diijinkan bersama namun tidak saling memiliki. Sampai akhirnya Arthur meyakinkan aku untuk menjadi istirnya dan hidup menua bersamanya" ucap chansa.


"Kami sudah kenal sejak kecil hanya saja terpisah oleh jarak dan waktu yang sangat panjang saat dia kembali dan hadir untukku untuk ibu disitu aku tersadar bahwa menandatangani kontrak itu adalah pilihan terbaik, aku mencintainya ibu, aku menerima lamaran ini" ucap chansa menggenggam erat tangan Fanny.


"Syukurlah" ucap Arthur.


"Ibu mendukung apa pilihanmu, tapi berjanjilah pada ibu. Kau harus menjaga dirimu baik-baik bersikaplah dengan baik selayaknya seorang istri yang baik, jangan membuat Arthur merasa salah memilih istri" ucap Fanny.

__ADS_1


"Aku akan melakukan tugasku dengan baik Bu" ucap chansa.


__ADS_2