
1 Minggu kemudian
Hotel Bellagio Amerika serikat,
Chansa masih tertidur pulas dengan piyama bunga mawar merah yang baru dibeli karena piyama kesayangannya ketinggalan.
Arthur yang sibuk menyiapkan dokumen kerja sama dengan perusahaan Berlin sangat berhati-hati dan pelan agar tidak membangunkan chansa.
Setelah selesai menyiapkan semua dokumen Arthur berbaring lagi disamping chansa dan memeluknya.
Pelukan Arthur membangunkan chansa, Chansa terbangun dan melihat Arthur sedang apa. Dia hanya tersenyum tipis saat melihat chansa menatapnya.
Pagi itu pukul 07:00 setelah chansa dan Arthur mandi dan bersiap mereka menuju kerumah sakit untuk berpamitan pada Fanny karena mereka akan ke Berlin dalam jangka waktu yang cukup lama sampai bisnis Arthur berkembang dengan baik.
Jimmy dan beberapa pengawalnya mengikuti Arthur dan chansa kerumah sakit beberapa pengawal lainnya menunggu di bandara.
Sesampainya dirumah sakit Chansa dan Arthur langsung ke ruangan ibunya dan berpamitan. Hanya kata " jagalah chansa dengan baik selama dia bersamamu" yang selalu diingat oleh Arthur dari Fanny.
Arthur sangat menghargai perintah Fanny karena jenny tidak sebaik Fanny dalam berbicara pada anaknya. Sebenarnya jenny adalah ibu yang sangat baik dan khawatir pada Arthur hanya saja cara dia menyayangi Arthur dengan cara yang tegas sebagai seorang yang terpandang.
Fanny sudah merestui hubungan chansa dan Arthur, bulan depan adalah pernikahan mereka. Arthur tidak memberitahu ibunya dan Liana bahwa mereka akan menikah. Arthur hanya mendatangkan media massa agar ibunya tau melalui media massa.
Arthur sengaja pergi ke Berlin dengan alasan akan melajukan transaksi kerja sama dengan perusahaan Berlin selain itu kepergiannya ke Berlin juga agar bisa menikah dengan Chansa.
Usaha yang dilakukan Arthur dan dipikirkan olehnya sejak lama berjalan cukup lancar. Hanya perlu memikirkan bagaimana caranya menghadapi kemarahan jenny dan Liana saat mengetahui semua keputusan yang sudah terlanjur dilaksanakan tanpa mereka tau.
****
Bandara Flughafen Berlin-schonefeld jerman,
Pengawal Arthur yang direkrut oleh Jimmy pengawal berkualitas yang memiliki beberapa jenis kungfu dan pengalaman yang sangat luas. Dikirim langsung untuk menjadi pengawal pribadi Arthur selama di berlin sudah menyambut kedatangan Arthur dan Chansa.
__ADS_1
Mereka langsung menuju rumah yang dibeli Arthur senilai 4.000.000.00 USD atau sekitar 58 Miliar.
Villa,
Perjalanan yang cukup jauh membuat chansa terlentang diatas kasur merebahkan tubuhnya yang hampir saja rontok. Kelelahannya cukup dialami ketika perjalanan ke Amerika. Wajar saja ini pertama kalinya chansa berpergian sangat jauh dari negaranya.
Arthur yang sudah terbiasa berkeliling ke setiap negara merasa baik-baik saja berbeda dengan chansa setiap sampai ditempat tujuan selalu merebahkan tubuhnya. Arthur hanya terkekeh melihat chansa yang begitu letih selama perjalanan.
"Hei kau mengapa melihatku seperti itu?" Tanya chansa terbangun.
"Aku? Aku hanya..."
Arthur langsung melompat samping chansa dan membaringkan tubuhnya juga.
"Aku hanya lelah juga" ucap Arthur.
"Oh ya?"
"Iya" ucap Arthur mencium chansa.
"Ya Tuan muda?"
"Hubungi perusahaan Berlin katakan besok kita akan mengadakan rapat, dan carilah 2p pelayan untuk rumah ini. Rumah ini terlalu besar tidak seperti yang digambar" Ucap Arthur.
"Baik" ucap Jimmy keluar kamar.
"Apa?" Ucap Chansa terkejut.
"Apa? Apa yang apa?" Ucap Arthur.
"2...20 pelayan?" Ucap chansa melongo.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kurang? Mau 30 atau 40? Akan ku beritahu Jimmy!" Ucap Arthur.
"Tidakk..tidak.. itu sudah cukup itu terlalu banyak" ucap chansa.
"Banyak? Rumah sebesar ini 20 pelayan itu menurutku kurang tapi jika kau tidak mau lagi baiklah tidak masalah" ucap Arthur.
"Yaa orang kaya memang hebat, uang bagaikan kertas sobek yang dibuang" ucap chansa.
"Begitukah?" Ucap Arthur memeluk chansa.
"Berapa harga rumah ini?"
"58 Miliar" ucap Arthur.
"Hah??" Chansa terkejut mendengar Arthur.
"Apa? Apa terlalu murah? Mau cari yang lebih mahal?" Tawar Arthur.
"Apa ini kurang? Ini terlalu besar bahkan aku bekerja seumur hidup pun belum tentu bisa membeli separuh dari halaman rumah ini" ucap chansa.
"Kau terlalu berlebihan nyonya Kara" ucap Arthur.
"58 Miliar? Apa itu uang?"
"Tentu saja itu uang" ucap Arthur yang masih terkekeh melihat ekspresi wajah Chansa yang masih tidak percaya.
"Sudah hentikan wajah polosmu itu, sekarang pergilah mandi kau sudah mulai bau masam" ejek Arthur.
"Apa? Yang benar saja" ucap chansa.
"Mandilah sana" ucap Arthur.
__ADS_1
"Ya yaa, kau sangat berisik tuan Arthur" ucap chansa mengambil handuknya dari koper dan menuju kamar mandi.
Arthur tersenyum melihat chansa bertingkah seperti anak kecil yang melihat gulali manis yang sangat besar. Sangat polos dan sangat imut.