Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 23


__ADS_3

Chansa tertegun mendengar penjelasan Arthur. Ternyata Arthur lah orang yang dia temuin 15 tahun yang lalu.


"Jadi.. kau.." ucap Chansa terhenti dengan dekapan Arthur.


"Chansa maafkan aku, aku telah menyakitimu membuatmu merasa bahwa aku adalah iblis dan rumah ini bagaikan neraka maafkan aku" ucap Arthur memeluk chansa dengan kehangatan.


Chansa terdiam dan memejamkan matanya. Tangannya memeluk punggung Arthur yang hangat. Chansa mulai merasakan sebenarnya Arthur takut kehilangan dirinya. Jika tidak untuk apa dia mencari Chansa bahkan merelakan untuk kembali ke negara ini.


Arthur melepaskan pelukannya dan berkata.


"Mengapa kau berkuliah di universitas kedokteran?" Tanya Arthur.


"Siapa bilang hanya kedokteran, aku mengambil jurusan seni" ucap chansa.


"Benarkah?" Tanya Arthur.


"Tentu saja" ucap chansa.


"Baiklah sekarang kita kembali karena hari semakin larut" ucap Arthur menggendong chansa.


"Hei apa yang kau lakukan?" Ucap Chansa.


"Apalagi? Kita kembali ke villa" ucap Arthur mengecup kening Chansa.


Chansa terdiam dan menurut.


Krekk! Ibu Jani membuka pintu.


"Tuan muda, nona" ucap ibu Jani.


"Ibu Jani tolong siapkan air hangat" perintah Arthur.


"Baik tuan" ucap ibu Jani.


Arthur mendudukkan Chansa di atas kasur dan mengambilkan handuk untuk chansa.


"Ini..ambil dan bersiaplah, itu dilemari aku sudah membeli beberapa gaun. Ganti dan berdandan lah yang cantik" ucap Arthur.


"Disana ruang ganti pakaian dan ada beberapa sepatu dan perhiasan. Pakailah" sambung Arthur.


"Kita mau kemana?" Tanya Chansa.


"Hari ini aku diundang ke acara ulang tahun perusahaan yang berinvestasi denganku Presdir mereka ulang tahun hari ini. Bersiaplah jangan membuatku menunggu terlalu lama" ucap Arthur berbalik dan pergi.


"Hei tunggu" panggil chansa.


"Ada apa" Arthur berbalik.


"Itu... Apa kau tidak bersiap, bukankah kau baru pulang kerja" tanya chansa.


"Apa kau berharap aku bersiap denganmu?" Ucap Arthur dengan tersenyum.


"Te..tentu saja tidak, pergilah keluar" ucap Chansa.


"Baiklah" ucap Arthur berjalan keluar.


"Ingat jangan membuatku menunggu terlalu lama" sambung Arthur.


"Ya yaa" ucap Chansa.


1 jam kemudian,

__ADS_1


Arthur menunggu Chansa diruang keluarga, dengan beberapa minuman kaleng dan membuka ponselnya.


"Dimana gadis itu mengapa lama sekali" ucap Arthur.


"Tuan apa perlu saya panggilkan" ucap ibu Jani.


"Tidak perlu biar aku saja" ucap Arthur berjalan menuju kamar.


Kamar,


Ngiikk! Arthur membuka pintu dan melihat Chansa sedang menata rambutnya.


"Chansa?" Panggil Arthur.


"Hahh?" Ucap chansa.


"Kau mengapa lama sekali" ucap Arthur mendekati chansa.


"Aku sudah siap" ucap chansa menata rambutnya.


Chansa berbalik dan mendapati Arthur tepat berada di belakangnya karena kaget Chansa hampir terjatuh dan Arthur dengan sigap menangkapnya.


"Dasar ceroboh" ucap Arthur.


"Maaf" ucap Chansa.


"Ayo, kau sudah siap saatnya pergi" ucap Arthur.


"Baiklah" ucap Chansa.


****


Pesta ulang tahun Presdir Andhika,


Arthur dan chansa terlihat sangat cocok. Chansa menggandeng tangan kanan Arthur dan berjalan sangat anggun. Semua mata tertuju pada chansa dan Arthur. Wajar saja Arthur adalah tuan muda yang berpengaruh di kota itu.


Seluruh tamu undangan merupakan orang besar dan kaya dikota itu yang memiliki berbagai macam perusahaan dan berbagai produk penjualan terlaris.


Andhika Kasela, merupakan Presdir di perusahaan induk. Merupakan salah satu perusahaan terbesar yang berinvestasi dengan perusahaan milik Arthur. Dan merupakan teman masa kecil Arthur.


"Ohh Presdir Arthur, anda datang" sapa Andhika.


"Tentu saja, bagaimana bisa aku melewatkan pesta ini" ucap Arthur.


Chansa menundukkan kepalanya memberi salam.


"Oh siapa ini?" Tanya Andhika.


"Chansa Rosemary, Tunangan ku" ucap Arthur.


Chansa terkejut mendengar Arthur berkata bahwa dia adalah tunangannya. Padahal Liana lah tunangan Arthur yang sebenarnya.


"Ohh, begitu yaa.. lalu nona Liana?" Tanya Andhika.


"Lupakan saja" ucap Arthur santai.


"Ohh iya iya.. silahkan dinikmati hidangan apa yang kalian sukai" ucap Andhika.


Chansa masih terdiam, berfikir apakah yang dia lakukan ini salah atau benar. Dia bukan tunangan Arthur bahkan sebagai kekasih pun itu belum pasti. Chansa merasa bahwa dia adalah kekasih gelap Arthur.


"Kau kenapa?" Tanya Arthur yang memecahkan lamunan Chansa.

__ADS_1


"Hah? Aku baik-baik saja" ucap Chansa.


"Apa yang kau katakan tadi, aku bahkan bukan kekasihmu Apalagi tunangan" sambung chansa membuat Arthur kaget.


"Bahkan, Tunanganmu tidak tahu kau membawaku kemari"ucap Chansa.


"Soal itu kau tinggal menurut saja, aku akan mengurus semuanya" ucap Arthur tenang dengan merangkul Chansa.


"Bagaimana jika Tunanganmu mengetahui ini?" Tanya chansa.


"Biar saja" ucap Arthur santai.


"Sudah ku bilang jangan berfikir terlalu banyak percayalah padaku semua akan baik-baik saja" sambung Arthur.


Pukul 10:00 acara ulang tahun Andhika masih berlanjut hingga tengah malam. Hanya saja Chansa dan Arthur pulang lebih awal. Chansa tidak bisa menahan ngantuk ya saat di pesta makanya Arthur mengajaknya kembali.


Di mobil Chansa tertidur sangat pulas di bahu Arthur. Sesampainya di villa Arthur menggendong Chansa kembali ke kamar dan menyuruh ibu Jani mengganti pakaiannya.


Arthur yang belum mengantuk pergi keruang bacanya dan membuka tirai jendela kaca yang besar. Dan kebetulan hari itu adalah bulan purnama. Bulan yang terlihat sangat bundar dan besar bercahaya dan bersinar begitu terang. Membuat seluruh kota A terlihat dari villa Arthur yang berada di atas bukit.


Dengan beberapa minuman kaleng dan sepiring buah apel dan anggur. Arthur duduk dikursi putarnya dan memandangi kota yang begitu indah karena cahaya bulan yang begitu bersinar.


Pukul 12:00, Chansa terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati Arthur disampingnya. Chansa berjalan keluar kamar dan melihat seluruh lampu dirumah masih menyala. Jimmy dan beberapa pengawal masih belum tidur. Mereka duduk berbincang diruang tamu sedangkan ibu Jani dan beberapa pelayan lainnya masih sibuk membereskan rumah.


Chansa berjalan menuruni tangga, seluruh mata tertuju pada suara langkah kaki chansa.


"Nona?? Ini sudah larut, mengapa anda belum tidur?" Tanya Jimmy.


"Aku terbangun dan tidak melihat Arthur dimana dia? Dan mengapa kalian semua masih disini?" Tanya chansa.


"Nona.. pulang dari pesta tadi setelah tuan muda membawamu ke kamar dia langsung ke ruang bacanya dan masih disana. Kami disini karena masih menunggu tuan muda, jika dia belum tidur kami juga belum tidur" ucap Jimmy.


"Ya Tuhan, kalian pasti lelah. Aku akan berbicara padanya. Kalian tunggulah disini" ucap chansa.


"Nona, ini.. sepertinya tidak perlu tuan muda akan marah nanti" ucap Jimmy.


"Tenanglah dia tidak akan marah" ucap chansa menuju keruang baca.


Tok tok tok!! Chansa mengetuk pintu.


"Masuk" ucap Arthur.


Chansa melihat Arthur duduk dikursi putar dan menatap pemandangan diluar jendela kaca yang hampir sebesar dinding. Dengan lampu yang dimatikan dan hanya sinar dari bulan yang menyinari ruangan.


"Ini mengapa kau tidak menyalakan lampunya" ucap chansa menyalakan saklar lampu.


"Kau.. mengapa kau kemari?" Ucap Arthur terkejut karena yang datang adalah chansa.


Arthur memutar kursinya dan berjalan menghampiri chansa.


"Harusnya aku yang bertanya mengapa kau masih disini?" Ucap chansa.


"Aku tidak bisa tidur jadi aku kemari" ucap Arthur berjalan mendekati chansa dan meraih pinggang chansa dan menarik dekat.


"Apa kau tidak tahu bahwa Jimmy dan yang lainnya belum tidur juga? Mereka menunggumu tidur barulah mereka tidur" ucap chansa.


"Aku tahu aku tahu" ucap Arthur mengecup kening Chansa.


"Berhenti melakukan itu, sekarang kembalilah kekamar dan beristirahat, apa besok kau tidak perlu kerja?" Ucap chansa melepaskan pelukan Arthur.


"Haihh baiklah ayo kita kembali" ucap Arthur.

__ADS_1


Arthur dan Chansa kembali ke kamar dan menyuruh Jimmy dan yang lainnya untuk beristirahat. Kamar yang sangat hening hanya ada suara jam dinding yang berdetak.


Arthur yang tertidur pulang dengan manjanya pada chansa terlihat seperti tuan muda kecil yang chansa temui 15 tahun yang lalu. Tidak ada yang berbeda pada Arthur. Hanya sikap dan sifatnya yang menjadi bos angkuh yang membuat Chansa sedikit merasa tersiksa dengan apa yang dilakukannya sebelumnya.


__ADS_2