Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 5


__ADS_3

"tidak perlu memecatnya ini bukan masalah yang besar" ucap Arthur.


Ya, pria uang ditabrak chansa adalah Arthur.


Semua orang tercengang mendengar Arthur berkata seperti itu. Chansa mengangkat kepalanya seakan tidak percaya akan hal itu.


Padahal sebelum kejadian hari ini seminggu yang lalu ada yang tidak sengaja mengotori sepatu Arthur kemudian orang itu di buat tidak bisa tinggal dinegara Y lagi.


Hingga beritanya tersebar bahwa orang yang mengotori sepatu Arthur dikirim ke pulau terpencil.


"Mengapa tercengang seperti itu, apakah hal yang aneh?" Tanya Arthur kepada Chansa.


"Kau boleh menatapku lain kali, tapi bagaiman caranya kau mengganti kerugiannya?" Ucap Arthur.


"A...aku.."


"Ssttt, aku tidak mengijinkan mu berbicara" ucap Arthur.


"Jimmy bawakan baju ganti kemari" perintah Arthur.


"Baik Tuan muda" ucap Jimmy.


Arthur berjalan mendekati Chansa, tubuh Chansa gemetaran banyak sekali orang yang melihatnya dan menjadi sorotan seluruh pengunjung cafe.


"Dan kau bantu aku mengganti pakaian" Arthur mendekat dan berbisik ditelinga Chansa.


Seketika wajah Chansa berubah memerah karena malu menjadi pusat perhatian dan tangannya berubah pucat karena ketakutan.


"Ta..tapi a..aku..." Ucap chansa terbata-bata.


"Tidak ada tapi- tapian, ingat!! kau berhutang 2 kali padaku" bisik Arthur membuat wajah Chansa rambah memerah.


"Ba..baik a..akan aku lakukan!" Ucap Chansa dengan terbata-bata.


"Manager Lisa aku pinjam pelayan barumu ini, besok dia sudah kembali bekerja" ucap Arthur.


"Tapi tuan muda Arthur.." ucap manager Lisa.


"Ingin pindah ke pulau mana? Katakan?" Tanya Arthur dengan nada dingin.


"Ti..tidak tuan muda Arthur" ucap manager Lisa takut.


"Bagus! Pengawal bawa gadis ini" perintah Arthur.

__ADS_1


"Baik!" Ucap pengawal.


Pengawal Arthur berjalan kearah Chansa.


"Nona silahkan ikuti kami" ucap para pengawal.


"Yahh!" Ucap Chansa pasrah.


Arthur dan Chansa keluar dari cafe tersebut menuju mobilnya. Chansa terlihat tidak ada pilihan lain selain mengikuti perintah Arthur, jika dia membantah mungkin dia akan dipindahkan peluai terpencil dan berpisah dengan ibunya.


"Nona, silahkan masuk" ucap Jimmy sambil membukakan pintu mobil.


"Terimakasih" ucap chansa.


Chansa duduk didalam mobil dengan tangan yang berkeringat dan gemetaran Chansa menggenggam erat ponselnya.


Arthur masih di luar mobil melepaskan jasnya yang terkena jus yang ditumpahkan oleh Chansa.


Detik berikutnya Arthur masuk ke mobil dan tepat duduk disamping Chansa.


Arthur melihat Chansa dengan tangan gemetar dan berkeringat dingin.


"Jangan terlalu tegang, aku tidak akan memakanku" ucap Arthur.


"Tuan muda kita kemana?" Tanya sopir pribadi Arthur.


"Kembali ke villa" ucap Arthur.


"Baik Tuan"


Mobil melaju dengan cepat, villa Arthur cukup jauh butuh waktu satu jam untuk sampai ke villanya. Chansa belum pernah pergi ketempat yang jauh, semenjak ayahnya meninggal Chansa jarang berpergian yang jauh.


Mata Chansa mulai sayup dan tanpa disadari Chansa sudah tertidur dan bersandar di bahu Arthur.


"Tuan muda.." panggil Jimmy yang melihat Chansa bersandar di bahu Arthur lewat kaca spion tengah.


"Tidak apa-apa, aku rasa gadis ini terlalu lelah" ucap Arthur.


"Baik Tuan" ucap Jimmy.


****


Kediaman Arthur,

__ADS_1


"Tuan, biar saya yang menggendong nona Chansa" ucap Jimmy


"Tidak perlu, biar aku saja" ucap Arthur.


"Baik tuan" ucap Jimmy.


Ceklek!! para pelayan di villa Arthur membuka pintu.


"Selamat datang Tuan muda" ucap 4 pelayan wanita.


"Hmm" dengan tatapan yang dingin sambil menggendong Chansa.


Arthur membawa Chansa ke kamar pribadi Arthur dan membaringkannya dengan perlahan.


****


Byur byur!! Suara air gemercik di kamar mandi.


Chansa membuka matanya dan terkejut saat dia tahu berada disebuah kamar.


"Ahh" teriaknya.


"Di.. dimana ini?" Gumamnya.


"Itu siapa yang dikamar mandi itu?" Ucap chansa.


"Rumah ini besar sekali" gumamnya sambil berjalan ke arah jendela kaca besar.


"Waahh pemandangannya Indah sekali sepertinya ini dilantai atas dari rumah ini" gumamnya.


"Sudah selesai kagumnya?" Ucap Arthur yang berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Ahhh kau kenapa tidak memakai baju" teriak chansa.


Arthur berjalan mendekati Chansa.


"Ka..kau apa yang ingin kau lakukan?" Ucap Chansa berjalan mundur.


Chansa memejamkan matanya saat Arthur berjalan ke arahnya.


(Ya Tuhan apa yang akan dia lakukan?) Ucap chansa dalam hati memejamkan matanya dengan menggenggam erat bajunya.


****

__ADS_1


__ADS_2