
Malam hari,
Arthur berada diruang bacanya dengan dokumen yang menumpuk dimeja kerjanya.
Tok tok tok!!
"Tuan muda?" Panggil pelayan rumah Arthur ibu Jani.
Ibu Jani adalah pelayan rumah Arthur yang sudah bekerja sejak Arthur masih berusia 10 tahun dan ibu Jani juga yang merawat Arthur hingga sebesar ini. Karena orang tua Arthur sangat sibuk keluar masuk negeri tidak ada waktu untuk putra semata wayangnya dan sekarang Arthur tinggal di vila bersama 10 pelayan rumah dan 15 pengawal pribadi termasuk Jimmy, Gery dan Geovani.
"Masuk" ucap Arthur.
Krekkk! Ibu Jani membuka pintu!
"Ada apa?" Tanya Arthur.
"Tuan sudah saatnya makan malam" ucap ibu Jani.
"Baik, oh ya panggilkan Jimmy dan Gery kemari" perintah Arthur.
"Baik tuan muda" ucap ibu Jani dengan menutup pintu.
Beberapa menit kemudian,
Tok tok tok!!
"Masuk" ucap Arthur.
"Tuan muda, apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya Jimmy.
"Kalian bawa surat ini dan pergilah kerumah Chansa, kerjakan sesuai perintahku" ucap Arthur sambil memberikan dokumen.
"Baik tuan muda" ucap Jimmy dan Gery pergi keluar ruang baca dan membawa surat kontak.
"Dan hubungi aku jika dia setuju" ucap Arthur.
"Baik Tuan muda"
****
__ADS_1
Disisi lain,
Chansa pov,
"Hufft malam ini aku harus makan apa ya? Ah aku buat sup jamur tiram saja" berbicara pada diri sendiri.
📱Kringg!!! Kringg!!!
"Ya ampun!! Siapa yang menelfon dimalam hari begini bahkan aku sedang memasak. Benar benar tidak tahu situasi!"
📱:"Hallo!"
☎️:"Hallo! Apa benar ini dari keluarga ibu Fanny Fabriana?" Tanya seorang wanita.
📱:"Ya ya saya anaknya, apa ada sesuatu dengan ibu saya?" Tanyaku panik apa yang terjadi pada ibu.
☎️:"Nona harap nona segera ke rumah sakit untuk menandatangani penangan lebih lanjut, kondisi ibu nona sekarang sedang kritis jika dibiarkan terus berlanjut maka kami tidak bisa menyelamatkannya kami membutuhkan persetujuan dari pihak keluarga untuk penanganan berikutnya" ucap suster itu.
Pranggg!! Sendok sayur yang aku pegang jatuh saat mendengar bahwa ibuku dalam keadaan kritis.
📱:"Ibu? Ibu kritis?" Ucapku syok mendengar kabar itu.
☎️:" Baik nona"
Tut Tut tut!!
Ibu bertahanlah aku akan datang!!
Aku mematikan kompor kemudian bergegas kerumah sakit, ibu apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku seperti ayah meninggalkan kita. Aku tidak ingin hidup sendirian.
Ibu bertahanlah!!!! Sepanjang jalan aku hanya memikirkan keselamatan ibu dan memikirkan dengan apa aku harus membayar biaya pengobatan ibu.
Ayah seandainya kau masih ada disini aku pasti tidak akan sesulit ini. Ya Tuhan bantulah aku apapun dan bagaimanapun caranya akan aku lakukan demi ibu.
Rumah sakit kota,
"Suster bagaimana keadaan ibu saya?" Panik.
__ADS_1
"Nona silahkan masuk dan melihatnya" ucap suster.
"Ibu? Ibu apa ibu baik-baik saja?" Ucapku meneteskan air mataku.
"Ibu.. baik-baik saja.. Chansa? Berjanjilah pada ibu.. jika suatu saat kau.. kau harus..kehilangan ibu.. berjanjilah kau haru menjaga dirimu.. baik-baik.." ucap ibuku lemah.
"Ibu, jangan berbicara seperti itu ibu akan baik-baik saja ibu percayalah padaku ibu akan sembuh" ucapku dengan air mata yang membanjiri pipiku.
"Chansa, biaya rumah sakit sangat mahal... Gajinu perbulan akan habis dan tidak bisa... memenuhi kebutuhanmu" ucap ibuku melemah.
"Ibu apapun caranya aku akan mendapatkan uang untuk pengobatan ibu, ibu jangan khawatir" ucapku menenangkan ibuku.
"Nona silahkan tanda tangani surat ini untuk penanganan lebih lanjut dan silahkan selesaikan administrasi nya" ucap suster.
Ya Tuhan aku tidak ada uang sepeser pun gaji bulan kemarin juga sudah habis untuk pengobatan ibu dan kebutuhan rumah. Mengapa jadi seperti ini? Keluargaku yang dulu baik-baik saja menjadi seperti ini.
"Baiklah berikan padaku akan aku tanda tangani tolong rawat ibu dengan baik aku akan menyelesaikan administrasi nya" ucapku.
"Chansa...?"
"Ibu, ibu harus sembuh ibu tenang saja" ucapku tersenyum paksa.
Sreet sreet!!! Aku menandatangi ini berarti aku harus bisa mencari uang demi ibu aku akan bekerja ditempat lain untuk kebutuhan ibu. Ibu kau harus baik-baik saja.
"Aku sudah selesai" sambil memberikan surat dan pena kepada suster.
"Saya permisi nona!" Ucap suster.
"Ya"
"Ibu? Ibu akan baik-baik saja ibu tenang ya soal biaya ibu jangan khawatir" ucapku memeluk ibuku.
Tuhan jangan ambil ibuku dariku!!
Aku keluar kamar rawat ibu dan terduduk di bangku rumah sakit dengan menyandarkan kepalaku. Apa yang harus aku lakukan?.
"Nona Chansa?"
Suara ini???
__ADS_1
****