
Keesokan harinya
Arthur pov
villa gunung broten,
"Bagaimana keadaan ibu chansa?" Tanya Arthur pada jimmy.
"Tuan, ibu nona chansa mengalami leukemia dan kondisinya tidak terlalu baik dan harus menjalani berobat jalan" ucap Jimmy.
"Hmmm" ucap Arthur berfikir.
"Tuan.."
"Tidak papa aku hanya memikirkan sesuatu" ucap Arthur.
"Baik"
****
1 jam kemudian,
"Tuan muda saatnya ke kantor" ucap Jimmy.
"Baik, siapkan seluruh dokumen rapat hari ini, dan buatkan surat kontrak yang berisi aku bersedia membantu pengobatan ibunya dengan syarat Chansa harus menjadi wanitaku dan tidak membantah apapun yang akan aku lakukan padanya dan aku akan membawanya ke Berlin" perintah Arthur.
"Baik tuan muda" ucap Jimmy.
Chansa coba saja jika kau bisa menolakku kali ini.
****
Dimobil,
__ADS_1
"Jimmy setelah selesai rapat ikut denganku ke rumah Chansa" ucap Arthur.
"Baik tuan muda" ucap Jimmy.
"Tuan, apakah tuan akan membawa nona Chansa ke Berlin?" tanya Jimmy.
"Ya, aku akan membawanya kesana, dan ibunya sakit leukemia. akan aku jadikan kesempatan untuk membawanya ke luar negeri" ucap Arthur.
"Tapi tuan, mengapa anda tertarik untuk mengajak nona Chansa?" tanya Jimmy.
"kau akan tahu itu nanti" ucap Arthur.
"Sudah buat surat kontraknya?" Tanya Arthur.
"Siap tuan sudah" ucap Jimmy.
"Berikan padaku akan aku baca dulu" ucap Arthur.
"Silahkan tuan" ucap Jimmy sambil memberikan map berisi surat kontrak.
"Hmm, bagus sangat bagus" ucap Arthur.
"Lakukan saja sesuai perintahku soal Liana biar aku yang mengurusnya" ucap Arthur.
"Baik tuan muda" ucap Jimmy.
Chansa sekarang kita lihat apa kau akan menolakku lagi kali ini. Kau akan menyelamatkan ibumu atau membiarkannya meninggalkanmu selamanya.
****
Loby bank kara,
"Selamat pagi tuan muda Arthur" sapa beberapa karyawan.
__ADS_1
"Hmm" ucap Arthur.
Arthur menuju ruangannya dan melihat pintu ruangannya tidak terkunci.
"Jimmy?" Panggil Arthur.
"Ya tuan muda?" Tanya Jimmy.
"Mengapa tidak mengunci ruangan ku?" Tanya Arthur mulai marah.
"Tuan muda kemarin sudah dikunci" jelas Jimmy bingung.
"Pergilah sebelum aku pindahkan kau diperusahaan lain" ucap Arthur marah.
"Baik" ucap Jimmy berbalik pergi.
(Para karyawan tidak berguna) gumamnya.
"Sayaaangg!" Ucap seorang wanita dari dalam ruangan Arthur dan langsung memeluk Arthur.
Wanita itu adalah Liana Anggraini Tunangan Arthur.
"Sayang mengapa beberapa hari ini kau sulit sekali dihubungi?" Ucap Liana manja.
"Aku sibuk jika kau hanya ingin bermanja aku tidak ada waktu silahkan keluar aku tidak mengantarmu* ucap Arthur melepaskan pelukan Liana dengan wajah dingin menuju kursinya.
"Sayang kau tega sekali mengusirku, apa kau tidak rindu padaku?" Ucap Liana dengan manja memegang pundak Arthur.
"Liana? Jika kau masih manja seperti ini aku akan memanggil Jimmy untuk mengusirku segera" ucap Arthur marah.
"Tapi sayang aku..."
"KELUAR!!!!" Bentak Arthur membuat Liana kaget.
"Baikalah jika itu maumu" ucap Liana.
__ADS_1
Liana keluar kantor Arthur dengan meneteskan air matanya. Hari itu kemarahan Arthur melebihi kemarahannya dihari lain. Bahkan memecat beberapa karyawan yang membuat 1 kesalahan.
****