Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 18


__ADS_3

"Ini.. aku harus berangkat ke kampus" ucap Chansa mengambil handuk untuk mandi.


"Baiklah aku akan mengantarmu ke kampus" ucap Arthur.


"Seluruh mahasiswa akan terkejut jika kau mengantarkanku dan pasti mereka akan..."


Cup!!


"Emm"


"Aku tidak mengijinkanmu berbicara begitu banyak" ucap Arthur.


"Tapi bisakah kau jangan menciumku seperti itu?" Ucap Chansa.


"Tidak bisa, kapanpun aku mau menciummu akan aku lakukan" ucap Arthur mengecup kening Chansa.


"Keterlaluan!" ucap Chansa berbalik dan menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian,


Setelah selesai bersiap-siap Chansa turun dan melihat Arthur sedang duduk di meja makan dengan memainkan ponselnya dengan tersenyum sendiri.


"Nona" sapa ibu Jani.


"Eh iya?" Ucap Chansa.


"Tuan muda menunggu nona di meja makan" ucap ibu Jani.


"I..iya iya" ucap Chansa.


meja makan,



Chansa berjalan mendekati Arthur tanpa Arthur sadari Chansa melihat dengan siapa dia mengobrol di ponselnya.


(Liana? Siapa Liana) tanya Chansa pada dirinya sendiri.


"Tuan muda" ucap chansa.


Arthur terkejut saat melihat Chansa berada di sampingnya.


"Chansa kau sejak kapan kau berada disini?" Tanya Arthur dan dengan cepat mematikan ponselnya.


"Baru saja" ucap Chansa singkat.


"Mengapa terlihat begitu cemberut?" Tanya Arthur.


"Tidak apa-apa, kau belum makan kan akan aku ambilkan, kau mau makan apa?" ucap Chansa.


"Terserah padamu aku makan semua makanan yang kau ambilkan" ucap Arthur.


Tanpa berbicara chansa mengambilkan sepotong roti dan selai kacang. Dan mengambilkan segelas jus jambu yang dibuat oleh ibu Jani.


"Tuan muda, hari ini aku merasa tidak enak badan aku akan mengirim surat ijin ke kampus" ucap Chansa tanpa banyak berbicara.

__ADS_1


"Jimmy buatkan surat ijin sakit untuk chansa dan antar ke kampusnya" perintah Arthur sambil memegang wajah chansa.


"Kau tidak panas" ucap Arthur.


"Aku hanya sedikit pusing" ucap chansa sambil mengunyah buah.


"Kau baik-baik lah dirumah aku pergi ke kantor jika ada sesuatu telfon aku" ucap Arthur.


"Ya" ucap chansa singkat.


"Ibu Jani perhatikan makanan chansa dan jangan biarkan dia pergi sendirian" perintah Arthur.


"Baik tuan" ucap ibu Jani.


Setelah selesai makan Arthur pergi ke kantor dan Jimmy pergi mengantarkan surat ijin ke kampus chansa. Chansa ingin menelpon Jeremy namun hpnya sudah dibanting oleh Arthur. tanpa sadar chansa meneteskan air matanya saat mengingat nama Liana di hp Arthur. Dan bisa membuat Arthur begitu senang saat berkomunikasi dengan Liana lewat ponsel.


"Ibu Jani?"panggil Chansa.


"Ada apa nona?" Tanya ibu Jani.


"Siapa Liana?" Tanya Chansa.


"Itu... Nona Liana adalah tunangan tuan muda" ucap ibu Jani.


(Tunangan?) Ucap chansa dalam hati dan sangat terkejut.


"Tunangan?" Ucap Chansa.


"Iya nona, nona Liana adalah tunangan tuan muda Arthur dan mungkin bulan depan akan melaksanakan resepsi pernikahan" jelas ibu Jani.


"Aku mengerti! Ibu Jani aku akan keluar jika Arthur.. maaf maksudku tuan muda Arthur mencariku katakan padanya aku sedang keluar" ucap Chansa berjalan menuju kamar.


"Aku pergi hanya sebentar" ucap Chansa meneteskan air matanya.


"Nona?? ini...."


Chansa tidak merespon ucapan ibu Jani. Chansa berlari ke kamar dan mengemasi barang-barangnya.


"Oh iya aku lupa, aku kemari tidak membawa barang apapun selain baju ini" ucap Chansa pada dirinya sendiri dan memegang baju yang pertama kali dia pakai.


Tap tap tap!!!


Dengan cepat Chansa menuruni tangga dan keluar.


"Nona..." Panggil ibu Jani.


Chansa tetap tidak merespon ibu Jani dan keluar rumah dengan cepat berlari menjauh dari villa Arthur.


Chansa menuruni bukit karena villa Arthur dibagian paling atas. Tanpa berbalik melihat villa Arthur. Chansa mempercepat langkahnya dan berlari menjauh.


(Arthur kau sudah memiliki tunangan namu kenapa kau masih mengurungku seperti ini) ucap Chansa selama hati dan mengelap air matanya.


Ruang kantor Arthur,


__ADS_1


Kringg kring!! Telfon Arthur berbunyi.


📱:"Hallo?"


☎️:"Hallo tuan muda Arthur ini ibu Jani"


📱:"Ada apa?" Tanya Arthur dengan mengetik.


☎️:"Tuan muda, nona Chansa pergi dari rumah" ucap ibu Jani.


📱:"Biarkan saja mungkin dia berjalan-jalan nanti juga akan kembali kenapa begitu panik"


☎️:"Tuan ini... Nona chansa pergi dengan buru-buru dan menangis"


Arthur mengehentikan perkejaan.


📱:"Apa? Kenapa bisa begitu?" Ucap Arthur.


☎️:"Tuan, tadi setelah tuan muda pergi nona Chansa bertanya soal nona Liana dan saya bilang bahwa nona Liana adalah tunangan tuan muda nona Chansa langsung kekamar mengganti pakaiannya dengan pakaian yang pertama dia kenakan saat datang ke rumah ini kemudian berlari keluar rumah tanpa merespon panggilan saya" jelas ibu Jani.


📱:"Baiklah suruh beberapa pengawal mencarinya" perintah Arthur.


☎️:"Baik tuan"


Tut Tut Tut!!!


"Gadis ini!!" Arthur menggenggam erat ponselnya.


Chansa pov,


Arthur maaf aku harus pergi sejauh mungkin darimu. Aku dan ibuku tidak akan bergantung padamu.


Ibu bertahanlah aku datang untuk membawamu pergi jauh dari kota ini. Uang tabunganku bekerja dicafetaria ini cukup untuk kita pindah ke kota lain.


Rumah sakit kota,


Tap tap tap aku berlari menuju ruang rawat ibuku dan aku melihat beberapa suster membawa ibuku pergi.


Tunggu!!! Teriakku saat melihat ibuku akan dibawa pergi.


"Chansa akhirnya kau datang" ucap ibuku.


"Ibu" aku memeluk ibuku dengan erat.


"Ibu mau pergi kemana?" Tanyaku.


"Nona, tuan Jimmy pengawal tuan muda Arthur menyuruh kami mengirim nyonya Fanny ke Amerika untuk pengobatan lebih lanjut." Jelas suster yang akan membawa ibuku.


"Batal! Aku sudah bilang pada tuan muda Arthur untuk membatalkan ini dan sudah menyuru tuan muda Jimmy mengatakan pada pihak rumah sakit mungkin tuan Jimmy belum mengatakan itu, aku akan membawa ibuku" ucap ku dengan membawa kursi roda ibuku.


"Nona.. tapi ini..."


"Aku anaknya aku tahu apa yang terbaik untuk ibuku" ucap ku.


"Baiklah jika nyonya Fanny kenapa-kenapa bawalah kerumah sakit" ucap suster.

__ADS_1


"baik" ucap chansa.


****


__ADS_2