
"Sayang mengapa kau kemari" ucap Arthur.
Chansa hanya diam dan melihat tangan Arthur.
"Hei menatap diam saja" ucap Arthur.
"Diamlah" ucap chansa.
"Selama ini belum pernah ada yang bicara begitu padaku, bagaimana aku harus menghukum mu?" Ucap Arthur.
"Hei singkirkan tanganmu itu" ucap chansa.
"Kau.. terlihat marah, ada apa?" Tanya Arthur.
Chansa berbalik dan mencari Jimmy.
"Tuan jimmy, apa dikantor ini ada P3k?" Ucap Chansa.
"Ada nona" ucap Jimmy.
"Bisa bantu aku mengambilkannya?" Ucap Chansa lembut.
"Baik" ucap Jimmy.
Arthur hanya tersenyum melihat Chansa ternyata dia marah karena melihat tangannya berdarah.
Jimmy kembali membawa kotak P3k dan memberikannya pada Chansa.
Chansa menyuruh Arthur duduk dan diobati tangannya. Baru kali ini Arthur mendengarkan kata seseorang. Biasanya apa yang Arthur katakan itu yang akan dia lakukan.
Brakkk!! Pintu terbuka dengan sangat keras.
"Arthur!!!" Teriak seorang wanita yang ternyata adalah Liana.
"Liana?" Ucap Arthur.
Dengan spontan chansa melepaskan tangan Arthur dan berdiri.
"Dasar ******!!" Plakkk!! Liana menampar. chansa dengan sangat keras.
"Berani sekali kau mendekati Tunanganmu, gadis miskin sepertimu pasti hanya untuk harta bukan" ucap Liana yang sangat menusuk di hati chansa.
__ADS_1
"Liana!!" Bentak Arthur.
"Apa? Haa?? Kau membela wanita murahan ini? Arthur kau Tunanganmu dan calon suamiku sedangkan dia? Dia hanya gadis miskin yang mengincar hartamu dan lagi aku sudah tau kenapa dia berada satu rumah denganmu" ucap Liana.
"Dia bersamamu hanya karena ibunya kan? Hanya ingin mendapatkan status dan mendapatkan uang!! Eh gadis murahan kau menerima kontrak itu dan tinggal bersama Arthur hanya karena uang bukan? Ibumu mendapat keuntungan untuk sembuh dan kau bisa tinggal dengan nyaman dirumah mewah!! Dasar gadis lemah!!" Sambung Liana dengan mendorong Chansa.
"Hentikan!!" Ucap Chansa menampar Liana.
"Yaa, kau benar aku murahan!! Lalu kau bisa apa?" Ucap Chansa menghapus air matanya.
"Kau.. berani sekali menamparku"
"Kenapa tidak? Kau bisa menghinaku bahkan menghina ibuku! Kenapa aku tidak bisa menamparmu?" Ucap chansa.
"Nona Liana, kau benar!! Aku murahan aku miskin aku lemah tapi, jangan pernah menindasku apalagi ibuku" ucap Chansa tegas.
"Hei hei heii,, kau pikir kau siapa berani bicara begitu padaku?" ucap Liana.
"Dan kau pikir kau siapa bisa menghinaku dan ibuku? Aku bergantung pada pria manapun itu bukan urusanmu, dan lagi Arthurlah yang menawarkannya untukku" ucap Chansa.
"Kau dasar ******.." ucap Liana yang ingin menampar chansa namun Arthur dengan cepat menangkap tangan Liana.
"Keluar dari ruangan ku" ucap Arthur dingin.
"Arthur kenapa kau membelanya?"
"Aku bilang keluar" ucap Arthur meremas tangan Liana.
"Jimmy?"
"Ya tuan muda"
"Antar nona Liana keluar"
"Baik"
"Arthur aku akan melaporkan ini pada ibumu" ucap Liana berjalan keluar dengan menangis.
"Tentu saja, memang itu yang harus kau lakukan" ucap Arthur.
Chansa terdiam dan hanya meneteskan air matanya. Demi ibunya dia harus bertahan dan menerima caci makian dari orang kalangan atas. Termasuk tunangan Arthur.
__ADS_1
Arthur terduduk disamping chansa dan merangkul Chansa.
"Lepaskan aku Arthur" ucap chansa pelan.
"Aku tahu kau tidak senang, maafkan aku" ucap Arthur.
"Ini bukan salahmu, ini salahku" ucap chansa.
"Ssttt diamlah, aku ada disini semua akan baik-baik saja" ucap Arthur.
Chansa terdiam dengan meneteskan air matanya.
"Arthur, sebenarnya aku ini apa bagimu?" Tanya chansa.
"Kau kekasihku, lalu apalagi" ucap Arthur.
"Sejak kapan?"
"Sejak kau menandatangani kontrak itu" ucap Arthur.
"Bagaimana jika ibumu tidak setuju dengan itu? Apalagi 15 tahun lalu ibumu sudah tidak senang padaku" ucap Chansa.
"Lihatlah aku!" Ucap Arthur mengangkat kepala Chansa untuk melihatnya.
"Semua akan baik-baik saja, percayalah padaku" sambung Arthur.
"Bagaimana aku bisa percaya?" Ucap chansa.
"Tetaplah bersamaku dan jangan tinggalkan aku. Aku akan menyakinkan ibuku dan kita akan menikah" ucap Arthur.
"Apa itu janji atau hanya sekedar ucapan?"
"Itu sebuah janji" ucap Arthur.
"Janji yang diingkari tidak bisa dikembalikan" ucap chansa.
"Aku tidak akan mengingkari janji itu" ucap Arthur memeluk chansa dengan lembut.
"Percayalah padaku kita akan selalu bersama" ucap Arthur.
"Yaa" ucap chansa.
__ADS_1