Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 9


__ADS_3

Chansa ketiduran di mobil Arthur bahkan chansa tidak bisa keluar dari mobil karena pengawalnya mengunci pintu mobil dari luar.


Chansa hanya bisa membaca buku dan memainkan ponselnya hingga akhirnya tertidur didalam mobil.


2 jam kemudian Arthur telah selesai memberi seminar dan menuju ke mobil bersama Jimmy.


Dari kejauhan Arthur melihat Chansa tidak berada didalam mobil, amarahnya mulai meluap karena tidak melihat Chansa didalam mobil sedangkan para pengawalnya begitu santai.


"Dimana gadis itu?" Tanya Arthur mulai marah.


"Tuan muda nona chansa ada didalam mobil" ucap pengawalnya.


"Dimana?" Bentak Arthur.


"Tuan muda nona Chansa berbaring di kursi belakang, sepertinya nona chansa tertidur" ucap Jimmy.


"Buka pintunya, gadis bodoh ini hanya sebentar saja sudah tertidur" perintah Arthur.


"Baik" ucap pengawalnya.


Arthur masuk kedalam mobil dan memangku kepala Chansa yang tertidur sangat pulas sehingga Arthur tidak tega membangunkannya.


"Jimmy pergi ke hotel Hilton" perintah Arthur.


"Baik tuan muda" ucap Jimmy.


"Telfon manager Nita siapkan kamar yang biasanya aku menginap disana" perintah Arthur.


"Baik" ucap Jimmy.


****


Hotel Hilton


__ADS_1


Arthur menggendong Chansa menuju kamar yang sudah di check in sebelumnya. Arthur membaringkan pelan agar Chansa tidak terbangun.


(Situasi ini mengapa sangat mirip dengan kemarin) gumam Arthur.


(Gadis bodoh ini jika tertidur seperti ini. Rasanya ingin ku makan hingga habis) gumam Arthur.


Kringg!kringg! Ponsel Chansa berbunyi telfon dari nomor tak di kenal masuk.


Tut!


"Hallo" ucap Arthur.


"Hallo! Apa benar ini nona chansa?" Tanya seorang wanita.


"Bukan, aku pacarnya. Katakan ada apa!" Tanya Arthur.


"Tuan kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa ibu Fanny Fabriana ibu nona Chansa telah dibawa kerumah sakit dan penyakitnya semakin parah kami membutuhkan persetujuan pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut" ucap suster rumah sakit.


"Baiklah kami segera kesana" ucap Arthur.


"Jimmy siapkan mobil aku akan pergi kerumah sakit" perintah Arthur.


"Baik" ucap Jimmy keluar ruangan.


(Waktu yang tepat) gumam Arthur.


Arthur menuju kamar dimana chansa berada dan ternyata chansa sudah terbangun dan seperti nya masih terlihat pusing.



"Bagaimana?nyenyak?" Tanya Arthur bersandar di pintu.


"Tu..tuan muda" ucap chansa terbata-bata.


Arthur mendekat kearah Chansa. Chansa hanya bisa memejamkan matanya dan tidak bisa berbuat banyak.

__ADS_1


Duk! Arthur tepat berada dihadapan chansa sangat dekat benar-benar dekat.


"Jadilah wanitaku" ucap Arthur menatap chansa penuh arti.


Chansa terkejut sampai tidak bisa berkata apapun.


"A..aku menolak!" Ucap chansa memalingkan wajahnya.


"Alasannya?" Tanya Arthur.


"Menolak ya menolak butuh alasan apalagi" ucap chansa mendorong Arthur.


"Aku tanya sekali lagi, jadilah wanitaku?" Ucap Arthur.


"Tuan muda Arthur yang terhormat, aku Chansa menolak anda" ucap Chansa tegas.


"Hmm baiklah, lupakan!" ucap Arthur berbalik.


"Ibumu dibawa kerumah sakit dan membutuhkanmu pergilah! Jimmy akan mengantarkanmu" ucap Arthur sambil menyalakan korek untuk rokok.


"Apa ibuku dirumah sakit?" Tanya chansa kaget.


"Hmm" ucap Arthur dingin sambil berjalan ke arah jendela.


"Pergilah! Jimmy akan mengantarmu" ucap Arthur.


"Te..terimakasih tuan muda Arthur, a..aku permisi dulu!" Ucap chansa panik akan kondisi ibunya.


Brakk! Chansa menutup pintu dengan cepat dan berlari menuju lift. Jimmy telah menunggu Chansa di depan pintu hotel.


"Nona, tuan menyuruhku mengantarkan nona kerumah sakit" ucap Jimmy.


"Ya terimakasih" ucap Chansa dengan cepat masuk kedalam mobil dan menuju rumah sakit.


(Tuan muda Arthur, sebenarnya apa maksud anda mengatakan itu? Kau bahkan sangat baik padaku) gumam Chansa dengan menggenggam erat tangannya didada.

__ADS_1


****


__ADS_2