
Chansa pov,
Hufftt lelahnya dimana Jeremy? Ya Tuhan gadis tomboy ini sulit sekali untuk di cari.
"Chan?" Teriak Jeremy menggelegar dilapangan kampus.
Ya Tuhan hukum saja aku jika perlu, gadis ini membuat telingaku sangat sakit dibuatnya.
""Hmm"
"Kau ini darimana saja aku menunggumu di halte rupanya kau sudah disini" ucap Jeremy nampak kesal.
"Harusnya aku yang bertanya padamu" ucapku.
"Sudah lupakan dulu, hari ini kita ada seminar di gedung C sebaiknya kita segera kesana sebelum Roby si brengsek itu mengacau lagi" ucap Jeremy sambil menarikku.
"Yayaya pelankan langkahmu atau aku akan terseret" ucapku memutar bola mata.
"Sudah tidak ada waktu lagi, lihatlah Roby ada di belakang kita ayo cepat" ucap Jeremy.
Pria bodoh ini apa yang ingin dia lakukan lagi.
Hupp! Tanganku? Roby? Aku berbalik dan menampar wajahnya dengan sangat keras.
"Ssss! Aku rindu padamu apa begini caramu menuambutku" ucap Roby.
Heh! Menjijikan sekali kau pantas mendapatkan itu.
"Lepaskan tanganku" ucapku berontak.
"Chansa hati-hati, heii kalian lepaskan tanganku atau akan ku hajar kalian!" Ucap Jeremy pada teman-teman Roby.
"Ternyata bukan kau saja bahkan temanmu itu sangat agresif" ucap Roby mengangkat daguku.
__ADS_1
"Singkirkan tangan kotormu" ucapku.
"Bagaimana jika aku melajukan ini?" Ucap Roby.
"Melakukan apa?" Tanyaku berhati-hati.
Cup! Dia menciumku, sial pria brengsek ini!!
"Kenapa? Kau bahkan menikmatinya!" Ucapnya menyeringai.
"Heiiiiii! Sialan siapa yang menyuruhmu
menyiumku?" Ucapku kesal.
"Apa kau mau lagi?"
Ya Tuhan apa pria ini gila? Mengapa kau menghidupkan pria seperti dia.
Duakk! Roby melepaskan tanganku dan aku langsung membuka mataku.
Arthur? Dia menyelamatkan aku lagi? Aku berbalik melihat ke arah Jeremy. Teman-teman Roby juga sudah berjatuhan dihajar oleh pengawal Arthur. Sedangkan Roby Arthur membenturkannya ditembok dengan posisi mencekik Roby.
Apa yang aku lihat akan membuatku jantungan. Arthur menyelamatkan aku 3 kali kali ini apa yang akan dia inginkan. Ya Tuhan Roby sudah hampir mati tapi dia belum melepaskannya.
"Berani sekali menyentuh wanitaku" ucap Arthur dengan memasang wajah marah yang sangat mengerikan.
Apa? Aku wanitanya? Sejak kapan itu terjadi? Hal koyol apa yang dia katakan.
"Bukankah aku sudah berkata jangan menganggu Chansa?" Ucap Arthur mulai mengangkat tubuh Roby.
Ya Tuhan dia kuat sekali bahkan bisa mengangkat Roby dengan 1 tangannya.
"Tu..tuan muda Arthur lepaskan saja dia, dia hampir mati" ucapku gemetar.
__ADS_1
"Kau bahkan membela pria ini dan menyuruhku melepaskannya, apa kau tau hukuman apa yang akan aku berikan padamu nantinya?" Tanya Arthur melirik ku dengan mata yang tajam.
Sudahlah chansa jika Roby mati diapun tidak akan dipenjara jadi biarkanlah.
Akhirnya dia melepaskan Roby dan memberinya peringatan dengan wajah yang sangat menakutkan. Jeremy memegang tanganku dengan sangat erat bahkan Jeremy saja takut apalagi aku.
Arthur berjalan ke arahku dengan dasi yang di kendorkan. Apa yang akan dia lakukan padaku kali ini. Ya Tuhan lindungilah aku. Hanya memejamkan mata yang bisa aku lakukan.
"Jimmy bawa teman Chansa ke gedung C untuk seminar" perintah Arthur.
"Baik tuan muda!" Ucap Jimmy.
Aku menggandeng tangan Jeremy dan berniat ikut bersamanya. Tetapi tanganku digenggam oleh Arthur saat aku akan berjalan bersama Jeremy.
"Aku tidak mengijinkanmu pergi dari sini" ucap Arthur dengan wajah tanpa ekspresi.
"Ta..tapi a..aku.."
Ya Tuhan aku tidak berani berkata-kata lagi dia menatapku seakan-akan ingin menelanku.
"Pengawal bawa dia kedalam mobil dan jaga dia jangan sampai kabur, 2 jam setelah selesai memberikan seminar aku akan datang, dan kau jangan coba-coba untuk kabur" perintah Arthur kemudian meninggalkan aku bersama pengawalnya.
"Tuan muda aku.."
"Apa ada masalah?" Tanyanya hanya memalingkan wajahnya.
"Ti..tidak"
"Bagus, jika ingin melihat sesuatu coba saja jika kau berani melawan" ucapnya berjalan pergi.
Pria ini apa bedanya dengan Roby, menahanku dengan alasan aku berutang padanya? Akan aku lunasi utang itu dan tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Benar-benar menyebalkan! Rugi sekali aku tidak mengikuti seminar dan pasti dia akan mengurungku di villanya itu bukankah rugi hari ini aku tidak mengikuti pelajaran! Ya Tuhan aku mulai mengkhawatirkan masa depanku! Huftt!
****
__ADS_1