
Laki-laki itu langsung menggendong Chansa ke dalam mobil dan membawanya kerumah sakit terbesar di kota Y.
Ya, laki-laki itu adalah bos besar dari perusahan terkaya di dunia. pemegang 10 perusahaan disetiap negara termasuk negara Y. Di kota Y Arthur memegang bank kara yang diwariskan dari keluarga kara.
Jangankan mengguncang 1 kota kecil mengguncang negara lain pun dia sanggup. Arthur Bagaskara, seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya seperti psikopat, dingin dan sangat angkuh.
Rumah sakit, ruang VIP
"Tuan muda, sudah saatnya untuk memberikan seminar di universitas XXXX" ucap Jimmy. Orang kepercayaan Arthur.
"Baik, Jimmy kau tinggalkan disini awasi wanita ini jika terjadi sesuatu segera hubungi aku" ucap Arthur.
"Baik tuan muda" ucap Jimmy memberi hormat.
Setelah dibawa ke rumah sakit chansa dibius obat tidur agar lebih tenang dan setelah beberapa jam akhirnya Chansa sadarkan diri.
"Ughh! Dimana aku?" Ucapnya sambil memegang kepalanya.
"Aku tidak merasa sakit sedikitpun tapi kepalaku pusing sekali" gumamnya.
"Nona anda sudah sadar" ucap Jimmy membuat Chansa kaget.
"Si..siapa kau!" Tanya Chansa takut.
"Jangan takut nona, nama saya Jimmy" ucap Jimmy.
"Ji..Jimmy siapa?" Tanya Chansa.
"Saya kepala pengawal dari bank kara" ucap Jimmy.
(Bank kara bukankah itu bank terbesar di kota ini) ucap Chansa dalam hati.
"Siapa yang membawaku kerumah sakit" ucap chansa.
"Nona, yang membawa nona kemari adalah Tuan muda kami" ucap Jimmy.
"Tuan muda?" Tanya chansa heran.
"Iya nona, nona sebaiknya istirahat dulu jika nona membutuhkan sesuatu panggil saja" ucap Jimmy.
"Baiklah terimakasih" ucap Chansa.
__ADS_1
Jimmy keluar dan meninggalkan chansa. Beberapa menit kemudian dokter masuk dan memeriksa keadaan Chansa.
"Dok, saya baik-baik aja kan" tanya Chansa.
"Iya nona anda baik-baik saja tidak perlu dirawat tapi harus beristirahat dulu. Nanti sore baru bisa pulang" ucap dokter.
"Saya kenapa ya dok?" Tanya Chansa.
"Anda baik-baik saja hanya sedikit trauma makanya anda sedikit pusing dan pucat setelah meminum obat dan beristirahat yang cukup anda sudah bisa pulih" ucap dokter.
"Baik dok terimakasih" ucap chansa.
"Saya permisi dulu!" Ucap dokter.
"Baik"
****
Chansa pov,
Sebenarnya siapa yang membawaku kemari dan siapa tuan muda? Orang yang bernama Jimmy terlihat sangat menghargai tuan muda itu, bahkan pakaian yang dia kenakan juga seperti para pengawal pribadi. Dan tadi dia bilang dia kepala pengawal, berarti pengawalnya banyak sekali.
Bank kara? Kenapa aku bisa berurusan dengan orang besar seperti mereka. ( Sambil menepuk kening).
Ceklek!! pintu kamarku terbuka, ada yang datang!
"Tuan muda silahkan!" Ucap Jimmy.
"Emm" dengan suara yang sangat dingin.
Laki-laki ini? Oh dia, dia yang ada di hadapanku sebelum aku pingsan. OMG ganteng banget. Yakin nih mendekat kemari?
"Sudah baikkan?"
"Su..sudah!" Ucapku gemetar.
Siapa dia? Kenapa dia mau menolongku.
"Belum puas menatap wajahku?"
"Ahh ma..maaf" ucapku takut.
__ADS_1
Pria ini sensitif sekali wajahnya tidak menandakan apapun. Berbicara dengan nada yang dingin dan terlihat sedikit angkuh.
"Nona?" Panggil Jimmy.
"Emm eh? Ada apa?" Tanyaku.
"Ini Tuan muda Arthur direktur dari bank kara dan tuan mudalah yang membawa nona ke rumah sakit" jelas Jimmy.
"Apa?" Tanyaku kaget.
Jadia dialah direktur dari bank kara yang terkenal seperti psikopat itu! Matilah aku!
"Tu..tuan muda Arthur, saya berterimakasih kepada anda atas kebaikan anda yang membawa saya keruang sakit" ucapku gemetar.
Ya Tuhan dia mendekat apa yang harus aku lakukan.
"Apa hanya terimakasih?" Ucapnya mendekatkan wajahnya ke telingaku.
Nafasnya membuatku merasa risih geli dan panas.
"Ahhh Tu..tuan muda A..aku akan membuat spanduk untukmu dan menulis terimakasih tuan muda Arthur" ucapku spontan tanpa berfikir oh Chansa apa kau bosan hidup.
"Emm? Kenapa kau bisa berfikir seperti itu?" Ucapnya dengan tatapan yang sangat dingin seperti gunung es. Ya Tuhan aku harus menjawab apa.
"Emm, anu.. ituu aku berfikir begitu karena tuan muda Arthur sudah memiliki segalanya jadi aku tidak tahu harus berbuat apa. Dan karena tuan muda Arthur hidupku dan kehormatan ku terselamatkan" ucapku gemetar.
"Hmm, kau tidak perlu melakukan apapun anggap saja kau berutang padaku. Aku akan mengambilnya nanti saat aku butuh" ucapnya dengan wajah yang tanpa ekspresi.
Mengambilnya? Apa kau pikir itu barang. Dia tidak berfikir untuk membunuhku kan? Ya Tuhan bantu aku! Dia sangat tampan tapi sangat mengerikan juga.
Brakk!!! Seseorang membuka pintu dengan keras.
"Siapa itu lancang sekali?" Ucap Arthur dengan tatapan dingin.
"Chansaaa apa kau baik-baik saja? Huhuhu aku sangat takut terjadi sesuatu padamu, apa Roby si brengsek itu sudah diberi pelajaran?"
Ternyata Jeremy. Dia membuka pintu seperti akan menghancurkannya. Gawat pria ini pasti akan marah pada Jeremy. Dasar bodoh! Bagaimana ini!.
"Hmm?" Wajah Arthur tanpa ekspresi
Ya Tuhan tatapannya mengerikan sekali. Ya Tuhan bantulah aku.
__ADS_1
"Tu..tuan muda Arthur di..dia temanku di kampus. Ka..kau jangan marah padanya ya?" Ucapku dengan gemetaran. Jeremy nampak kaget karena aku mengatakan tuan muda Arthur dia langsung berbalik da Arthur tepat dibelakangnya. Ya Tuhan apa yang akan terjadi.
****