
Pagi hari,
Arthur membuka matanya dan melihat wajah Chansa tepat diatasnya. Chansa yang tertidur dengan bersandar di sofa dan memanjangkan kakinya terlihat sangat cantik ketika tertidur.
Pukul 06:00 pagi seharusnya Chansa sudah Bagun lebih awal tetapi kali ini tepat pukul 06:30 pagi chansa masih tertidur pulas meskipun dengan posisi duduk.
Arthur menggendongnya ke kamar, Chansa masih belum bangun Samapi Arthur selesai bersiap untuk ke kantor. Pukul 07:35 pagi Chansa terbangun dan melihat Arthur sudah siap dengan sepatu dan jasnya yang rapi.
"Kau sudah bangun?" Ucap Arthur.
"Kau.. bukannya aku tidur di sofa semalam" ucap Chansa bingung.
"Ya kau tidur terlalu pulas jadi aku memindahkan mu ke kamar, kau boleh ijin kampus hari ini" ucap Arthur duduk disamping Chansa.
"Tidak bisa hari ini ada presentasi jadi aku harus ke kampus sekarang" ucap chansa.
"Baiklah, aku harus ke kantor sekarang karena ada rapat penting, aku akan menyuruh Gery mengantarkan mu ke kampus. Karena Jimmy akan mengantarku ke kantor" ucap Arthur.
"Baiklah, kau hati-hati ya" ucap chansa.
"Tentu saja" ucap Arthur mengecup kening Chansa dan berjalan keluar kamar.
Chansa masih terduduk di kasur seakan-akan kasurnya berkata jangan tinggalkan aku. Beberapa menit kemudian Chansa beranjak dari tempat tidur dan bersiap-siap ke kampus.
****
Bank kara,
Loby,
Saat Arthur memasuki loby bank, Arthur melihat ada beberapa karyawan yang berbicara tentang dirinya. Tanpa sadar karyawan itu berbicara tentang Arthur yang dimana Arthurhur tepat berdiri dibelakang mereka dengan ekspresi dingin dan mencekam. Beberapa karyawan yang melihat Arthur ada dibelakang mereka mencoba memberitahu teman mereka yang membicarakan Arthur terapi karyawan lainnya tidak paham akan kode yang diberikan temannya.
10 menit pun berlalu dan manager Bank kara datang dan melihat bahwa Arthur berdiri dibelakang para karyawan yang membicarakan tentangnya. Manager mencoba menegur tapi Arthur mengentikan nya dan berkata.
"Aku mau lihat sampai kapan mereka membicarakan aku" ucap Arthur dengan wajah yang dingin.
"Sampai kapan kalian akan berbicara tentangku?" Ucap Arthur membuat seluruh karyawan itu terkejut.
"Aku sudah bilang pada kalian dengan memberi kode bahwa Presdir ada di belakang kalian tapi kalian tidak mengerti" bisik salah satu dari karyawan tersebut.
"Manager Dona tolong bawakan data mereka keruangan ku. Dan kalian ikut aku keruangan ku" ucap Arthur dengan wajah datar.
"Baik presdir" ucap manager Dona.
"Ba..baik" ucap karyawan tersebut.
Ruang kantor Arthur,
Tok tok tok!!
"Masuk"
__ADS_1
"Tuan muda ini, data para karyawan ini" ucap manager Dona
"Letakkan disitu" ucap Arthur memasang wajah dingin.
"Kau boleh keluar" ucap Arthur.
"Baik presdir" ucap manager Dona berjalan keluar ruangan Arthur.
"Jimmy bacakan satu per satu data mereka dengan keras" perintah Arthur menatap wajah para karyawan yang berdiri dihadapannya dengan tatapan tajam.
"Baik" ucap Jimmy.
Jimmy membacakan semua data mereka dengan detail dan teliti.
"Pe..Presdir?" Ucap salah satu karyawan.
"Apa aku menyuruhmu berbicara?" Ucap Arthur dingin.
"Presdir, tadi itu cuma..." Ucap salah satu karyawan.
"Kalian hanya punya waktu setengah jam bereskan barang-barang kalian. Jika dalam waktu setengah jam kalian belum membereskan brang kalian, kalian akan lihat akan ada pertunjukan bagus seperti apa" ucap Arthur memutar dikursi putarnya membelakangi mereka.
"Presdir, ma..maafkan kami... Presdir kami mohon.." ucap para karyawan itu.
"Keluar" ucap Arthur dingin.
"Presdir kami mohon, berikan kami satu kesempatan lagi kami janji tolong Presdir" ucap para karyawan itu.
"Presdir kami mohon, tolong berikan kami satu kesempatan lagi"
"Presdir tolong Presdir"
"Presdir berikan kami satu kesempatan"
Pyarrr!! Arthur berdiri dan memecahkan gelas yang ada di genggamannya.
"Keluar" ucap Arthur dengan nada dingin.
"Presdir tapi..."
"Keluar!!" Bentak Arthur.
"Saat seperti ini kalian masih bisa melawanku, lancang!" Ucap Arthur.
Darah yang menetes dari tangan Arthur bercucuran. Arthur tidak merasakan sakitnya hanya merasakan emosinya yang meledak-ledak.
Arthur keluar ruangannya dan membanting pintu dengan keras.
Arthur berjalan menuju ke perencanaan divisi dan menuju ke meja kerja para karyawan tersebut.
Seluruh mata karyawan tertuju pada Arthur mereka sangat kaget saat Arthur membuka pintu dengan keras dengan tangan yang bercucuran darah.
__ADS_1
Mereka memberi hormat dan matanya tertuju pada tangan Arthur.
Jimmy dan para karyawan yang berada di ruangan Arthur dengan cepat mengikuti langkah Arthur.
Brakk!!! Brakk!! Arthur membanting semua barang-barang karyawan itu dengan tangan berdarah. Darahnya semakin banyak dan menetes dilantai.
"Bereskan barang kain dan keluar" bentak Arthur membuat seluruh isi ruangan terdiam.
"Pengawal??" Teriak Arthur.
"Siap presdir"
"Usir mereka" perintah Arthur.
"Baik"
"Presdir tolong jangan lakukan ini" ucap beberapa karyawan itu.
"Nona Nona saya mohon pergilah tolong jangan membuat Presdir marah terus aku mohon" ucap Jimmy pelan dengan memohon.
"Aku mohon pergilah" ucap Jimmy pelan.
Mereka membereskan barang-barang mereka dan pengawal Arthur mengawasinya.
****
pukul 10:00 pagi Chansa pulang kampus lebih awal dan langsung menghubungi Jimmy bahwa dia akan ke kantor dan kebetulan Arthur tidak ada jadwal rapat.
Chansa segera menuju ke kantor karena mendengar dari Jimmy bahwa Arthur marah besar sampai tangannya berdarah dan tidak mau diobati.
Ting! Lift terbuka, dan chansa melihat Jimmy sudah menunggunya.
"Nona" sapa Jimmy.
"Dimana dia?" Tanya chansa sedikit khawatir.
"Tuan muda ada diruanganya, mari saya antar" ucap Jimmy.
"Baik" ucap Chansa
Chansa mengikuti Jimmy keruangan Arthur.
Saat Chansa membuka pintu ruangan Chansa melihat Arthur duduk dikursi putarnya dengan tangan kebawah dan darah masih menetes.
"Arthur?" Panggil chansa.
Arthur kaget karena chansa memanggilnya dan berada dikantornya.
"Chansa" ucap Arthur berbalik melihat Chansa.
Chansa mengerutkan dahinya saat melihat tangan Arthur berdarah dan Arthur malah sangat santai dan tidak mau diobati. Arthur menatap Chansa tanpa tahu maksud Chansa. Chansa berjalan mendekati Arthur dengan mengerutkan dahinya.
__ADS_1