
Setelah makan siang Chansa bersantai dibalkon rumah sore itu pukul 03:00 setelah letih berkeliling rumah, chansa terduduk dibalkon rumah menunggu kepulangan Arthur dengan memainkan ponselnya.
Matahari yang sedikit Langi akan tenggelam, terhalang oleh pohon-pohon yang menjulang tinggi mengelilingi rumah. Taman disamping rumah seakan-akan seperti taman bunga. Ditanami berbagai jenis bunga dan beberapa jenis buah berry.
Pemandangan yang dilihat dari atas rumah benar-benar sangat indah dan sangat menakjubkan.
Sore itu pukul 05:00 setelah selesai mandi dan berpakaian chansa kembali lagi ke balkon. Chansa bingung dia arus berbuat apa, saat itu ibu Jani belum ikut ke Berlin karena harus pulang ke kampung halamannya. Mungkin sekitar semingguan ibu Jani baru akan datang ke Berlin.
Biasanya dinegara A saat Chansa pulang dari kampus dan Arthur belum pulang dari kantor Chansa selalu membantu ibu Jani untuk membuat makan malam untuk Arthur dan selalu membuatkan sandwich Dipagi hari.
Tetapi chansa merasa saat diberlin baru sehari rasanya seperti seminggu karena jam yang berputar terasa sangat lama, dan dia hanya duduk berjalan bersantai dan bersenang-senang. Rumah besar yang sudah memiliki 20 pelayan dan sudah memiliki tugasnya masing-masing. Membuat chansa bingung harus melakukan apa selain duduk dibalkon rumah dengan beberapa majalah dan beberapa cemilan dan minuman yang setiap jam diantar oleh pelayan dengan menu yang berbeda.
Arthur yang menyuruh para pelayan untuk melayani chansa dengan baik, memperhatikan setiap minuman dan makanan yang disajikan untuk chansa. Tetapi menurut chansa ini terlalu berlebihan.
Pukul 05:40 sore Arthur kembali kerumah dengan Jimmy. Arthur tidak menemukan chansa disetiap ruangan. Arthur bertanya pada setiap pelayan namun para pelayan tidak tahu dimana Chansa.
Saat Arthur mulai marah Geovani datang dan memberitahu bahwa chansa ada di balkon atas atap bersama 1 pelayan yang menemani chansa dari pagi hingga sore ini.
Saat Arthur kebalkon sita pelayan yang melayani chansa berdiri dibelakang chansa dan chansa membaca majalah di kursi tidur.
Arthur menyuruh sita pergi tanpa sepengetahuan Chansa. Arthur berjalan dan mendekati chansa yang asik membaca majalah.
"Sayang?" Ucap Arthur mengagetkan chansa.
"Kau sudah pulang? Kau mengagetkan aku" ucap chansa.
"Kau berharap aku tidak pulang?"
"Apa maksudmu? Aku menunggumu sangat lama, aku disini karena menunggumu" ucap chansa.
"Mengapa tidak melakukan hal yang menyenangkan?"
"Bagaimana bisa kau berkata begitu? Kau menyuruh semua pelayan untuk melarang ku melakukan hal lain selain duduk dan makan" ucap Chansa.
__ADS_1
"Kau tidak senang?"
"Tentu saja tidak, menurutku kau terlalu memanjakan aku. Ini sangat tidak nyaman" ucap chansa mengeluh.
"Baiklah baiklah nyonya Kara, mulai besok kau boleh melakukan apa yang kau suka. Asal tidak membuat kesalahan" ucap Arthur.
"Benarkah?"
"Tentu saja" ucap Arthur.
"Terimakasih. Apa kau besok masih harus pergi lagi?"
"Iya besok masih banyak urusan yang harus diurus" ucap Arthur.
"Baiklah" ucap chansa.
"Kau tidak mau aku pergi?" Tanya Arthur.
"Tidak tidak.. itu pekerjaanmu, aku bisa mengerti" ucap Chansa.
"Apa dia wanita?"
"Iya dia wanita" ucap Arthur.
"Asal kau menjaga hatimu meskipun dia wanita aku yakin kau tidak akan tergoda" ucap chansa memeluk Arthur yang masih berdiri di samping chansa.
"Baiklah baiklah, hatiku hanya milikmu" ucap Arthur menggendong chansa.
"Mengapa kau menggendongku"
"Kita kembali ke kamar, aku harus mandi dan makan" ucap Arthur.
"Tentu saja itu yang harus kau lakukan, Ahahaha" ucap chansa terkekeh.
__ADS_1
Kamar,
Arthur melepas pakaiannya dan menuju kamar mandi, dan chansa menyiapkan baju untuk Arthur.
Setelah selesai mereka berdua menuju ke ruang makan 20 pelayan sudah berada diruang makan dengan menu makanan yang beragam.
Padahal hanya chansa dana Arthur yang akan makan, tetapi menu yang dimasak kiranya ada 15 menu makanan yang memenuhi meja makan.
"Masak sebanyak ini.. apa mereka akan makan bersama kita?" Ucap chansa pada Arthur.
"Tentu saja tidak. Mereka memiliki ruang makan sendiri" ucap Arthur.
"Mengapa tidak makan bersama kita disatu meja?" Tanya chansa.
"Mohon maaf nona, kami sebagai pelayan memiliki aturan tersendiri untuk tidak makan semeja dengan Presdir Arthur" ucap Jimmy.
"Oh begitu ya, lalu makanan sebanyak ini?" Ucap chansa.
"Nona, jika makanan tidak habis pelayan konsumsi yang akan mengurusnya" ucap Jimmy.
"Hmm.. begitu ya" ucap Chansa.
"Kau terlalu cerewet sayang!" Ucap Arthur.
"Aku kan hanya bertanya" ucap Chansa.
"Iya aku tau" ucap Arthur.
Pukul 08:00 malam, setelah selesai makan malam Arthur mengajak chansa keruang TV dan menonton acara film. Hari-hari yang mereka lalui seakan-akan seperti seorang suami istri. Keadaan berjalan cukup baik. Tapi sesekali chansa memikirkan apa yang akan ibunya Arthur lakukan ketika tahu Arthur berencana menikah dengannya.
Terkadang chansa memikirkan perasaan Liana yang begitu mencintai Arthur dan perasaan ibunya yang sangat menjaga martabat keluarganya.
____________
__ADS_1
Hai hai hai kaka-kaka pembaca novel BOS ANGKUH ITU ADALAH SUAMIKU terimakasih telah membaca dan mendukung novel Author🤗 maaf beberapa bulan baru up kembali😁 jangan lupa untuk tetap like+komen+share ke teman dan ke group kalian kalau suka🤗🙏 Enjoy next time and happy reading🤗 Salam dari Author bobrok 😂👋