Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku

Bos Angkuh Itu Adalah Suamiku
#Episode 6


__ADS_3

Duk, chansa menabrak jendela kaca di belakangnya.


Bukk! Arthur menyandarkan satu tangannya di jendela kaca dan chansa berada sangat dekat didepan Arthur.


Arthur mendekatkan wajahnya ke arah telinga chansa. Dan chansa dengan takut memejamkan matanya.


"Bantu aku memakai pakaian" bisik Arthur.


"Ta..tapi kau bisa memakai pakaianmu sendiri" ucap chansa gemetar.


"Yakin tidak mau melakukannya?" Tanya Arthur.


"A...aku..."


"Jika kau tidak mau melakukannya maka aku akan menghukum mu" ucap Arthur sambil melirik ke arah tempat tidur.


"A..aku akan membantumu memakai pakaian" ucap chansa spotan dan mendorong Arthur.


"Begini baru benar" ucap Arthur berbalik dan mengambil pakaian di atas kasur yang sudah disiapkan pelayan.


"Masih berdiri disana?" Tanya Arthur dan memalingkan wajahnya.


"Aku datang" ucap chansa berjalan kearah Arthur dengan menundukkan wajahnya.


Arthur tersenyum melihat chansa begitu ketakutan untuk mendekat padanya.


"Bi..biar aku bantu memakaikan kemeja" ucap chansa dengan wajah menunduk.


"Jangan terlalu jauh sini mendekat" ucap Arthur.


"Dan jangan menunduk atau kau akan menabrakku" ucap Arthur.

__ADS_1


"Ba..baik" ucap chansa maju selangkah.


Arthur memeluk pinggang chansa dan menariknya ke pelukannya.


"Yang aku maksud mendekat itu seperti ini" bisik Arthur.


"Tu..tuan muda ini te..terlalu dekat" ucap chansa mencoba melepaskan diri.


"Baiklah" Arthur melepaskan tangannya.


"Sekarang bantu aku memakai pakaian setelah itu turun untuk makan" ucap Arthur datar.


"Tuan muda.."


"Ssstt aku belum menginjikanmu berbicara" ucap Arthur menatap chansa.


Beberapa menit kemudian, setelah selesai membantu Arthur memakai pakaian Arthur menggandeng chansa ke ruang makan.


"Hmm?"


"Kapan kau membiarkan aku pulang?" Chansa memberanikan diri untuk bertanya.


"Setelah selesai makan aku akan menyuruh Jimmy mengantarkanmu" ucap Arthur.


"Itu... Aku bisa pulang sendiri" ucap chansa.


"Kau tidak memiliki hak untuk menolak" ucap Arthur datar.


"Oh" ucap chansa terlihat kecewa.


****

__ADS_1


Ruang makan,


Chansa duduk diseberang meja berhadapan dengan Arthur. Chansa tidak mengatakan apapun dan hanya terdiam.


"Jimmy?" Panggil Arthur.


"Setelah makan antar dia kembali pulang" perintah Arthur.


"Baik Tuan muda" ucap Jimmy.


Chansa makan dengan pelan setelah beberapa menit chansa selesai makan dan begitupun Arthur.


"Kau sudah boleh pulang, Jimmy akan mengantarmu. Aku masih ada urusan aku tinggal dulu, sampai jumpa di lain waktu" ucap Arthur berjalan keruang kerjanya.


"Baik" ucap chansa.


Detik berikutnya,


"Nona mari saya antar" ucap Jimmy.


"Oh? Ya baiklah" ucap chansa berdiri dan berjalan keluar.


"Nona silahkan masuk" ucap Jimmy membuka pintu mobil.


"Terimakasih" ucap chansa.


Jimmy mengantarkan chansa pulang menuju keluar halaman villa. Arthur yang berdiri dibalkon sambil memegang rokok hanya tersenyum melihat chansa terlihat takut didalam mobil.


(Gadis bodoh) ucap Arthur dalam hati.


****

__ADS_1


__ADS_2