Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
SAH


__ADS_3

"Gue gak nyangka Asti kek gitu." Kata Laura sambil bergedik ngeri.


"Gue jadi takut. Dia kek monster." Naira juga menimpali.


"Untuk sementara kita gak usah dulu ketemuan sama Asti. Gue gak akan tinggal diam kalau dia berbuat nekat nyakitin Rara." Ucap Rosa geram.


"Gue juga."


"Iya. Gue juga."


"Kita harus mengawasi pergerakan Asti mulai dari sekarang." Kata Rosa.


***


Hari ini kediaman keluarga Mahendra di sibukkan dengan kedatangan wedding organizer. Beberapa orang sedang mendekorasi tempat untuk dilaksanakannya ijab kabul pernikahan Daniel dan Rara besok.


Di dalam kamar Rara sedang melakukan spa dan perawatan. Dia meminta salon langganannya untuk datang ke rumah. Itu atas permintaan dari Daniel. Dia tidak mau Rara lelah. Lebih baik semua di lakukan di rumah.


Mami Daniel sibuk di dapur meminta para pelayan agar membersihkan rumah. Dari dalam rumah sampai luar rumah. Mami Daniel juga memastikan bahwa catering yang di pesan juga sudah siap.


Papi Daniel mengawasi semua pekerja. Dia tidak ingin ada kesalahan untuk acara besok.


Daniel masuk ke dalam kamar saat melihat Rara sudah selesai dengan perawatan tubuhnya.


"Sayang, anak-anak mana?" Tanya Rara sambil merapikan jubah mandinya selesai melakukan perawatan dan membersihkan diri.


"Mereka sedang tidur. Kecapean bermain. Akhirnya tumbang juga." Kekeh Daniel mengingat bagaimana lucunya si kembar tidur karena kelelahan bermain dengannya tadi.


"Mau honeymoon dimana?" Tanya Daniel seraya membantu Rara mengeringkan rambutnya setelah dia mengambil hairdryer di tangan Rara.


"Jepang sepertinya bagus. Sejak dulu aku ingin kesana. Tapi tidak pernah kesampaian." Kata Rara.


"Kita akan kesana seperti yang kamu inginkan." Ucap Daniel lalu mencium puncak kepala Rara.


"Makasih Dan." Ucap Rara tulus.


Semua persiapan sudah rampung. Daniel bisa melihat senyum puas di wajah papi nya. Dia datang menghampiri untuk bergabung dengan kedua orang tua nya.


Mami nya menoleh saat menyadari kedatangan Daniel.


"Rara mana? Kenapa tidak di ajak juga kesini?" Tanya mami nya.


"Rara sedang siap- siap di kamar mi."


"Rencana bulan madu kemana?" Tanya mami Daniel lagi.


"Rara pengennya ke jepang mi. Si kembar bisa ikut." Kata Daniel.

__ADS_1


"Si kembar biar tinggal dulu. Kalian nikmati lah bulan madunya. Lain waktu kalian bisa mengajak si kembar." Kata papi Daniel yang baru datang habis mengantarkan para tamunya sampai depan pintu tadi.


"Takutnya nanti merepotkan papi dan mami." Kata Daniel.


"Sejak kapan cucu-cucu ku merepotkan." Sanggah papi Daniel.


"Kamu harus mempersiapkan dirimu untuk ijab kabul besok. Jangan sampai salah mengucapkan agar tidak sering di ulang" Ujar papi Daniel.


"Iya. Jangan seperti papi kamu dulu. Sampai sempat di tunda satu jam karena papi kamu salah terus. Hampir saja kami tidak jadi menikah." Kata mami Daniel diselingi tawanya yang menggoda sang suami. Sehingga membuat papi Daniel menatap kesal istrinya.


"Benar pi?" Tanya Daniel terperangah.


"Mana papi tahu. Tanya saja mami kamu." Kata Tuan Arnold mengalihkan atensinya pada koran yang di atas meja dan berpura-pura membaca karena menahan malu.


Dia akan memberikan hukuman untuk isterinya nanti malam karena sudah membongkar aibnya di depan putranya. Tuan Arnold tersenyum licik pada isterinya. Mami Daniel sangat memahami arti senyum itu. Lebih aku pergi saja ke dapur, batin mami Daniel.


"Mami mau kemana? Ceritakan dulu mi." Kata Daniel yang bingung tiba-tiba saja mami nya pergi begitu saja.


"Tanya saja langsung dengan papi kamu."


Mami Daniel sudah menghilang dari pandangan Daniel. Saat Daniel menoleh kembali pada papinya, papinya menatap tajam Daniel.


"Apa?"


"Tidak ada pi." Jawab Daniel sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kemudian memutuskan untuk pergi dari sana dan segera menemui Rara di kamar saja, pikir Daniel.


***


"Ayah sangat tampan. Sama seperti abang." Kata Rio dengan senyum malu-malu. Rio juga mengenakan jas yang sama seperti milik ayahnya. Daniel terkekeh dengan kelucuan putranya.


"Tentu saja abang tampan seperti ayah, kan abang anak ayah." Ujar Daniel tersenyum.


"Kamu sudah siap?" Tanya Tuan Arnold.


"Daniel siap Pi." Jawab Daniel mantap.


"Sekarang ayo kita kesana. Penghulu sudah menunggu." Kata Tuan Arnold.


Lalu menggiring Daniel menuju tempat yang sudah di tentukan untuk melaksanakan ijab kabul.


Keluarga dari pihak keluarga Mahendra semua sudah berkumpul. Sementara dari pihak Rara di wakilkan oleh keluarga dari pihak mami Daniel sebagai wali untuk Rara. Karena mengingat Rara anak yatim.


Dan juga keluarga dari pihak Rara tidak satupun di ketahui keberadaannya.


Para sahabat Rara dan Daniel juga turut hadir di momen bahagia mereka. Hanya satu orang yang tidak hadir dan sangat Daniel rindukan, yaitu Eric. Dia sudah memberikan langsung undangan pada Edo. Sebagai gantinya, Edo yang hadir untuk mewakili Eric.


Suasana acara ijab kabul berlangsung sangat hikmad. Hanya dalam satu tarikan nafas, Daniel mampu mengucapkannya dengan lantang.

__ADS_1


"Bagaimana saksi? Sah?" Tanya Penghulu.


"SAH." Jawab para saksi.


Daniel mengusap dadanya dan bisa bernafas dengan lega. Satu rintangan sudah terlewati.


"Alhamdulilah." Ucap mami Daniel sambil sedikit menyenggol lengan Papi Daniel yang duduk di sebelahnya. Bermaksud menggodanya. Papi Daniel hanya melirik sekilas dengan tatapan datar. Mami Daniek terkekeh pelan.


Setelah dinyatakan sah sebagai suami isteri, Rara keluar dari kamar dengan di tuntun oleh ibu mertuanya dan juga putrinya. Ria juga memakai dress dengan warna yang senada seperti bundanya.


"Bunda, ade cantik tidak?" Tanya Ria dengan mimik muka yang sangat imut.


"Putri bunda selalu cantik. Tidak ada yang lebih cantik selain ade." Kata Rara sambil tersenyum dan mengecup pipi Ria.


Saat Rara menuruni tangga, semua undangan yang hadir memandang takjub karena melihat kecantikan Rara. Bahkan Daniel tidak berkedip memandang isterinya yang sangat cantik datang perlahan menghampirinya. Kemudian duduk di sampingnya.


Setelah menandatangi buku nikah, Daniel mengecup kening Rara dan Rara mencium punggung tangan Daniel.


Semua yang hadir tersenyum bahagia melihat pasangan yang sangat serasi dan saling mencintai itu.


Ria dan Rio berada di dekat mereka juga mendapatkan ciuman dan pelukan dari kedua orang tuanya.


Seluruh keluarga dan para sahabat yang hadir memberikan ucapan selamat pada pasangan berbahagia ini.


"Selamat ya Ra. Malam ini apa sudah siap mendapat serangan dari Daniel?" Ujar David menggoda Rara.


Daniel memukul bahu David "Lo jangan bikin isteri gue ngamuk. Ntar gue gak dapat jatah malam pertama."


Rara yang mendengar ucapan Daniel mencubit pinggang Daniel. "Kalo ngomong di filter. Gak malu apa."


"Iya sayang. Iiihhh kalo cemberut makin cantik deh." Goda Daniel. Rara hanya menatap Daniel jengah.


"Akhirnya nyusul juga lo. Kebut semalam ya biar si kembar punya adik." Kata Ardi yang terkekeh. Clara yang ada di samping nya juga ikut memberikan selamat pada Rara dan Daniel.


Jane dan Thomas juga turut hadir. Sehingga membuat si kembar begitu bahagia karena kehadiran mommy dan daddy mereka.


Sekarang tidak ada lagi yang menjadi kekuatiran Daniel. Rara sepenuhnya sudah menjadi miliknya seutuhnya. Keluarganya sudah lengkap sekarang. Tugasnya sekarang adalah memberikan kebahagiaan bagi keluarganya. Menjaga mereka dengan sepenuh jiwanya. Dan menyayangi mereka dengan sepenuh hatinya. Seluruh hidupnya hanya untuk Rara dan anak-anaknya.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Akhirnya hari bahagia Rara dan Daniel datang juga๐Ÿ˜Š


Yang nulis juga ikut senang๐Ÿ˜


Tapi masih ada kejutan-kejutan yang sedang menunggu. Apa ya๐Ÿค”๐Ÿค”


Tunggu kelanjutannya besok ya guys.

__ADS_1


Love you all๐Ÿ˜‰


__ADS_2