Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
The End of a Story


__ADS_3

Hari ini adalah hari kelulusan si kembar. Seluruh orang tua murid di undang untuk hadir ke sekolah. Daniel dan Rara juga turut menghadiri kelulusan si kembar. Semua orang tua dan guru-guru di sana kenal siapa Daniel. Selain dia mantan murid SMA Harapan Bangsa, Daniel juga pemilik yayasan sekolah tersebut.


Papinya sudah mempercayakan dan menyerahkan semua tanggung jawab sekolah dan perusahaan kepada Daniel. Kehadiran mereka disana menjadi pusat perhatian. Pasangan yang sangat serasi dan harmonis. Membuat banyak pasang mata yang kagum dan iri bersamaan.


Sebelum kepala sekolah mengumumkan kelulusan siswa, Daniel di minta untuk memberikan kata sambutan terlebih dahulu sebagai ketua yayasan yang bertanggung jawab atas SMA Harapan Bangsa.


Dengan gagahnya Daniel menyampaikan kata sambutan singkatnya di depan. Membuat Rara tidak melepaskan pandangannya dari suaminya. Rara dan si kembar begitu bangga pada Daniel. Daniel kembali ke tempat duduknya setelah menyampaikan pidatonya. Dia menggenggam tangan isterinya dan di balas senyuman oleh Rara.


Kepala sekolah mengumumkan bahwa seluruh siswa SMA Harapan Bangsa lulus. Tak lupa juga memberikan selamat kepada si kembar yang mendapatkan nilai tertinggi. Daniel tersenyum bangga ketika mendengar si kembar lulus dengan nilai sempurna dan berhasil menjadi juara umum dari semua sekolah.


Dalam perjalanan pulang, Daniel mengajak keluarganya untuk makan siang di restauran langganan mereka untuk merayakan keberhasilan si kembar. Sebelumnya mereka pun sudah menjemput Viyo di sekolahnya.


Semua anak mereka perlakukan dengan adil dan tidak satupun di bedakan.


"Abang jadi lanjut ke London?" Daniel bertanya pada putra sulungnya.


"Iya ayah. Abang sudah mendapatkan email yang menyatakan abang lolos masuk kuliah di sana." Ujar Rio.


"Ade gimana?"


"Ade lanjut ke Korea yah. Ade mau meraih cita-cita ade jadi produser musik. Biar ketemu terus sama idol kesayangan ade." Ria dengan semangat mengungkapkan keinginan untuk lanjut kuliah di negara yang dia inginkan.


"Bunda gak akan ngelarang kalian pengen kuliah di manapun. Pesan bunda kalian harus bisa jaga diri. Ingat kalian tinggal di negara orang. Ayah sama bunda jauh dari kalian. Jangan mudah percaya sama orang. Tapi tetap bersikap baik dengan semua orang. Jangan lupa, budaya negara kita Indonesia adalah selalu ramah pada semua orang." Rara memberi nasihat untuk si kembar yang sebentar lagi akan meninggalkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi untuk meraih cita-cita yang mereka impikan.


Rio ingin meneruskan perusahaan ayahnya, karena sudah di didik sejak masih di bangku SMA, akhirnya mengambil jurusan manajemen bisnis di salah satu universitas ternama di London.


"Ayah juga mendukung semua keputusan kalian. Yang terpenting kalian serius dengan apa yang kalian ingin raih. Doa ayah dan bunda yang terbaik untuk kalian." Dengan tulus Daniel memberikan nasihat pada anak-anaknya.


"Yaaaaahhh Viyo bakal sendiri dong. Gak ada yang di jahilin lagi." Viyo mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya. Hingga membuat kakak-kakaknya gemas.


"Kamu jangan jahilin Via terus." Goda Rio pada adik bungsunya.


"Viyo nyerah sudah bang. Capek Viyo." Viyo mendesah pelan.


"Katanya cinta. Tapi nyerah." Ledek Ria sambil tertawa.


"Gagal dong jadi kayak ayah." Ucap Daniel tersenyum jahil menggoda Viyo.


"Viyo gak bisa kayak ayah." Ucap Viyo dengan sedih.


"Anak ayah harus semangat, hemm." Daniel memberikan semangat untuk putra bungsunya dan merangkul pundaknya.


Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang. Daniel dan keluarganya menikmati makan siang mereka dengan di penuhi obrolan dan canda tawa.


.

__ADS_1


.


.


Tiba di rumah si kembar dan Viyo segera menuju kamar masing-masing. Oma dan Opa mereka yang sedang duduk di ruang keluarga tidak mereka sapa. Daniel dan Rara duduk ikut bergabung dengan orang tua mereka.


"Si kembar rencana kuliah di mana?" Tanya papi Daniel


"Rio ke London, sedangkan Ria ke Korea Selatan." Jawab Daniel.


Papinya hanya menggangguk setelah mendengar perkataan Daniel.


"Jadi Viyo bakal sendiri." Mami Daniel terkekeh mengingat bagaimana jahilnya cucunya itu. Oma dan opanya juga ikut menjadi korban kejahilan Viyo.


"Dia pasti bakalan rindu sama kakak-kakaknya nanti." Kata papi Daniel sambil menyesap tehnya.


"Itu pasti Pi." Kata Rara menimpali sambil tersenyum.


"Nanti, kalau si kembar sudah kuliah, ajak Viyo untuk mengunjungi mereka." Peringat Papi Daniel. Dia yakin cucunya yang badung itu pasti kesepian setelah di tinggal si kembar pergi.


***


Si kembar sudah siap menunggu ayah dan bundanya turun. Semua barang yang mereka bawa juga sudah siap. Visa dan pasport juga sudah siap di tangan mereka. Ya, hari ini adalah hari yang di nanti mereka untuk meninggalkan keluarga tercinta mereka. Walaupun tujuan negara mereka berbeda, tapi si kembar sepakat untuk berangkat bersama.


"Sudah siap?" Daniel sudah turun sambil merapikan pakaiannya.


"Sudah siap ayah." Ucap si kembar.


"Sudah pamit sama opa dan oma?" Tanya Rara pada si kembar.


"Sudah bunda."


"Kalau sudah siap. Kita berangkat." Ajak Daniel pada keluarganya.


Si kembar memeluk dan mencium oma dan opanya. Mami Daniel menahan air matanya agar tidak jatuh di depan si kembar. Papi Daniel merangkul isterinya untuk menguatkannya. Dia tahu betapa sayangnya isterinya pada si kembar.


.


.


.


Tiba di bandara Daniel membantu membawa koper putrinya. Mereka saat ini sedang berada di ruang tunggu keberangkatan. Rara terus memeluk Ria yang bersandar padanya. Sesekali Rara menghapus sudut matanya yang basah.


Memang sudah saatnya dia melepas mereka ketika mereka ingin meraih apa yang menjadi impian mereka. Pertama kalinya bagi Rara berpisah dengan si kembar.

__ADS_1


Daniel yang duduk di sebelahnya tahu bagaimana hati isterinya saat ini. Dia membelai lembut puncak kepala Rara dan mengecupnya.


"Sayang, sudah jangan menangis. Nanti anak-anak sedih." Bisik Daniel lembut di telinga isterinya.


Rara menghapus air matanya. Suaminya benar dia tidak boleh bersedih di depan mereka. Dia harus memberikan senyum bahagia untuk mereka.


Saat mendengar panggilan nomor penerbangan milik si kembar, Rara berdiri dan memeluk si kembar satu persatu-satu. Air mata Rara jatuh kembali. Dia tidak sanggup menahannya lagi.


"Bunda jangan sedih ya. Nanti ade juga sedih." Ucap Ria dengan wajah yang juga sudah menangis.


Rara memeluk putrinya lagi dan mengecup keningnya.


"Baik-baik disana. Nanti ayah sama bunda akan berkunjung kesana." Ucap Rara di sela tangisnya.


"Abang juga baik-baik." Rara memeluk putra sulungnya dan mencium pipi Rio. Rio membalas memeluk erat bundanya.


"Rio sayang bunda." Ucap Rio yang membuat Rara menangis lagi.


"Bunda juga sayang Rio." Ucap Rara sambil menangis.


Daniel juga melakukan hal yang sama pada si kembar tak lupa dengan semua nasihat yang dia berikan pada mereka.


"Gantian kamu sekarang yang jaga ayah sama bunda ya de." Ujar Rio pada Viyo sambil memeluk adik bungsu kesayangannya.


"Pasti bang. Viyo akan jaga ayah dan bunda." Jawab Viyo.


Ria juga memeluk dan mencium adiknya. "Kakak pasti kangen sama kamu." Ucap Ria yang membuat Viyo meneteskan air matanya dan membalas pelukan kakaknya. Kakak yang setiap hari selalu di jahilinya.


Daniel, Rara, dan juga Viyo saling berangkulan menatap kepergian si kembar. Ada perasaan sedih dan juga perasaan bangga bercampur jadi satu. Daniel yakin apa yang menjadi cita-cita anak-anaknya pasti tercapai. Apapun akan Daniel lakukan untuk kebahagiaan mereka.


Daniel tak pernah lupa untuk selalu bersyukur pada Tuhan, atas semua yang Tuhan sudah berikan dalam hidupnya. Isteri dan anak-anak yang begitu dia cintai dan sayangi. Pekerjaan yang dia miliki sehingga mampu memenuhi semua kebutuhan keluarganya tanpa kekurangan sedikitpun.


Bagi Daniel hidupnya sangat sempurna karena memiliki mereka dalam hidupnya. Keluarganya adalah yang utama dalam hidup Daniel.


-END-


🌼🌼🌼🌼🌼


Masih ada extra partnya😊


Ini Lidya kasih spoiler buat yang nungguin cerita mas Eric.





__ADS_1


Penasaran???


Kepoin profil ku ya dan kalau suka boleh klik ikuti😉


__ADS_2