
1 bulan kemudian.
Sepulang dari berbulan madu ke Jepang. Daniel dan Rara selalu menghabiskan waktu mereka berdua. Daniel selalu tidak sabaran untuk cepat pulang dari kantor hanya untuk memeluk dan mencium isterinya. Mereka sempat menunda bulan madu karena kondisi Rara yang kurang begitu sehat.
Setiap hari cintanya kepada Rara semakin bertambah. Begitu juga dengan si kembar. Daniel semakin protektif pada keluarganya. Tidak sekalipun Daniel membiarkan keluarganya keluar rumah tanpa dirinya. Sekalipun ada bodyguard bersama mereka.
"Cepat sekali pulang." Ujar Rara heran karena sudah melihat suaminya di dalam kamar. Rara merapikan jubah mandinya dan membuka handuk yang menggulung rambut basahnya.
Daniel mengarah ke pintu kamar dan menguncinya. Lalu datang menghampiri Rara dan menyibak rambut Rara dari belakang. Daniel mengecup pundak Rara yang terbuka dengan sangat lembut. Bahkan tanda kemerahan juga dia tinggalkan disana. Kemudian beralih lagi ke belakang telinga Rara sambil tangannya menarik tali jubah mandi Rara hanya dengan sekali tarik.
Lalu Daniel membalik tubuh Rara agar menghadap dirinya. Daniel mencium lembut bibir Rara dan ciuman itu semakin lama semakin menuntut. Rara mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Daniel melepas ciumannya dan menatap Rara dengan lembut. Rara bisa melihat tatapan suaminya di penuhi denga gairah.
"Aku menginginkannya sayang." Ujar Daniel berbisik di telinga Rara dengan suara yang sangat menggoda.
"Lakukan lah." Ucap Rara yang hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan Daniel yang akan membawa mereka berdua pada sebuah kenikmatan.
Daniel melepas jubah mandi Rara, Daniel juga melepas semua pakaiannya. Sore itu pergumulan panas sepasang suami isteri itu terjadi. Hanya ada desahan dan lenguhan kenikmatan yang terdengar memenuhi kamar mereka hingga mereka mencapai kepuasan bersama.
.
.
.
Seusai makan malam, Daniel dan keluarganya berkumpul di ruang tengah.
Si kembar sedang asik bermain Lego di lantai. Sedangkan Daniel, Rara, dan kedua orang tuanya duduk di sofa sambil menikmati potongan buah yang di sediakan oleh pelayan.
"Papi sudah menghubungi pihak media untuk meliput acara resepsi pernikahan kalian nanti." Ujar Tuan Arnold.
"Kalian hanya duduk manis saja nanti. Semua sudah mami atur." Ucap mami Daniel juga yang turut berbicara.
Daniel merangkul pundak Rara yang duduk di sampingnya.
"Daniel percayakan semua pada mami dan papi. Biar semua masyarakat Indonesia tahu kalau Daniel mempunyai Isteri yang sangat cantik seperti Rara. Dan tidak ada duanya." Ucap Daniel sambil tersenyum. Sedangkan pipi Rara merona malu mendengar pujian dari suaminya.
***
Satu minggu menjelang acara resepsi pernikahan Daniel dan Rara, mami Daniel juga sibuk mengurus segalanya. Dia berbagi tugas dengan suaminya. Acara ini harus terlihat mewah. Mengingat Daniel adalah putra satu-satunya dalam keluarga mereka.
Bahkan Rara yang ingin membantu ibu mertuanya tidak di perbolehkan. Rara hanya di ijinkan ikut tapi tidak untuk melakukan apapun. Sementara si kembar hari ini ikut ayahnya ke kantor. Daniel sengaja mengajak mereka agar Rara tidak kewalahan menjaga si kembar.
__ADS_1
"Ayah, ade lapar." Ria duduk manja di pangkuan ayahnya.
"Woaaaahh putri ayah sudah lapar ya." Kata Daniel sambil mencium Ria.
"Ade mau makan apa?" Tanya Daniel.
"Ade mau burger, spageti, juga pizza." Kata Ria dengan semangat.
"Baiklah. Kalau abang mau apa?" Tanya pada Rio yang asik bermain game di depan komputer.
"Sama seperti ade yah." Jawab Rio.
"Baiklah. Kita akan pesan semuanya." Tunggu sebentar ya. Daniel mengambil ponsel yang ada di atas mejanya. Lalu memesan makanan melalui aplikasi Gofood.
30 menit kemudian makanan yang mereka pesan datang. Daniel memanggil Riko untuk bergabung.
"Riko, kemari lah!" Kata Daniel.
"Iya Pak." Jawab Riko sopan.
Riko pun mengambil tempat duduk di sebelah Rio. Bahkan Riko terlihat cepat akrab dengan Rio. Si kembar begitu lahap makannya. Daniel sampai terkekeh melihat kedua anaknya yang sangat kelaparan.
Setelah menghabiskan makanannya, Daniel memangku Ria. Putrinya sepertinya sudah mengantuk. Jadi Daniel ingin menidurkannya. Beruntung pekerjaan Daniel hari ini tidak terlalu padat. Jadi bisa sedikit santai di kantor.
"Riko, saya minta tolong jadwal saya minggu depan tolong kosongkan sesuai dengan tanggal acara resepsi pernikahan kami." Titah Daniel pada Riko.
"Baik Pak. Saya akan reschedule semuanya." Jawab Riko yang meninggalkan Rio bermain sendiri dan kembali ke meja kerjanya.
"Terima kasih." Ucap Daniel.
"Abang gak ngantuk?" Tanya Daniel yang melihat putranya masih asik bermain.
"Belum ayah." Jawab Rio.
"Bilang ayah kalau sudah lelah ya." Rio hanya mengangguk mengiyakan perkataan ayahnya.
.
.
.
__ADS_1
Rara dan ibu mertuanya sampai di kantor Daniel. Rara bisa melihat putri kecilnya sangat lelap tertidur di sofa. Rara mengelus sayang puncak kepala Ria.
"Sudah berapa lama ade tidur?" Tanya Rara pada Daniel sambil membenarkan posisi tidur Ria.
Daniel melihat jamnya, "sudah hampir 2 jam." Jawab Daniel.
"Koq abang gak tidur?" Tanya Rara yang memperhatikan putranya hanya bermain game saja di depan komputer.
"Dari tadi aku suruh tidur dia gak mau. Dia kan sama keras kepalanya kayak kamu. Tapi tampannya seperti ku." Ucap Daniel sambil terkekeh.
Rara melototkan matanya pada Daniel lalu mencebik. "Mana ada yang seperti itu."
"Adalah. Buktinya hasil cetakan Daniel Mahendra gak bisa di ragukan lagi. Semuanya berkualitas." Ucap Daniel bangga. Tapi mendapat cubitan di lengannya dari Rara.
"Gak malu ngomong gitu di depan mami." Ucap Rara kesal.
Mami Daniel hanya tertawa menanggapi perdebatan kecil anak dan menantunya.
"Mami, gimana semua sudah beres?" Daniel duduk di samping mami nya.
"Sudah hampir rampung. Untung saja Ballroom hotel yang kita gunakan hotel milik David." Ujar mami Daniel.
"Tentu saja mi. Dari semua hotel yang pernah Daniel masuki, hotel milik David memang yang terbaik. Di tambah lagi menu-menu makanan yang mereka sediakan semuanya enak." Kata Daniel membanggakan hotel milik sahabatnya itu.
"Oh iya. Kalian tidak lupa kan mengundang daddy dan mommy si kembar." Ujar mami Daniel.
"Itu pasti mi. Karena mereka yang sudah menjaga si kembar dan Rara saat Daniel tidak bersama mereka. Daniel tidak akan lupa kebaikan mereka sampai kapan pun."
"Oh iya mi. Itu Riko. Dia yang menggantikan posisi Rara." Ujar Daniel memperkenalkan Riko pada mami nya dan juga Rara.
Riko kemudian datang menyalami Nyonya Maria dan juga Rara. Tapi setelah menyalami Rara, Riko masih tetap di tempatnya. Cukup lama dia memperhatikan Rara, sehingga membuat Rara menjadi risih. Daniel juga bisa melihat bagaimana risihnya Rara di perhatikan Riko sedemikian rupa.
"Ada apa Riko menatap isteri saya seperti itu?" Tanya Daniel dengan nada sedikit tidak suka.
"Aaahh maafkan saya Pak. Saya kagum dengan kecantikan isteri bapak. Pantas saja Pak Daniel ingin cepat pulang terus kalau isteri bapak cantik begini." Kekeh Riko.
Daniel hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Riko "Tapi lain kali jangan melihat lama seperti itu. Isteri saya jadi tidak nyaman." Ucap Daniel memberi peringatan pada Riko.
Daniel sangat tidak suka apabila ada yang menatap isterinya seperti yang di lakukan Riko tadi. Hanya dia saja yang berhak memandang kecantikan isterinya.
"Maafkan saya Pak. Maaf kan saya juga Bu." Kata Riko dengan sopan lalu kembali ke meja nya.
__ADS_1
Tangan kanan Riko mengepal di bawah meja. Tanpa Daniel dan Rara sadari, Riko menatap bergantian pasangan suami isteri itu dengan tatapan yang terbaca.