Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
Penyakit Aneh


__ADS_3

7 Bulan kemudian


Setelah kejadian yang hampir merenggut nyawa isterinya. Daniel semakin protektif pada keluarganya. Mereka masih tinggal di rumah utama bersama dengan orang tua Daniel. Belajar dari masa lalu, Daniel akhirnya tidak mau lagi memiliki asisten pribadi di kantornya.


Semua dia serahkan pada Nita sekretarisnya yang sudah dia percayakan dan bekerja bersamanya selama bertahun-tahun.


Setiap kali dia memiliki perjalanan bisnis ke luar negeri atau keluar kota, Rara selalu ikut mendampingi. Kadang si kembar juga ikut.


Dua bulan yang lalu dokter sudah menyatakan bahwa Rara sudah sembuh total. Itu di karenakan Rara selalu mengikuti pengobatan dengan rutin selama 1 tahun penuh. Terutama Rara memiliki tekad dan semangat untuk sembuh.


***


Pagi ini Rara sangat malas turun dari tempat tidur. Bahkan untuk menyiapkan bekal si kembar sekolah saja dia meminta Daniel untuk membuatnya. Ya, sekarang si kembar sudah masuk Sekolah Dasar. Biasanya Rara dan Daniel akan mengantar jemput si kembar. Tapi hari ini tiba-tiba saja kepala Rara pusing dan berat. Bangun dari tempat tidur saja membuat Rara mual.


"Jangan di buka!" Seru Rara pada suaminya.


Tangan Daniel sudah ingin menyibak gorden ketika Rara melarangnya. Dia menoleh ke belakang dan mendekati isterinya.


"Kamu kenapa sayang? Tidak biasanya seperti ini." Tanya Daniel heran.


"Pokoknya jangan biarkan cahaya dari luar masuk. Kepala ku akan bertambah pusing nanti." Rara meletakkan lengannya untuk menutupi matanya.


"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja, hemm?" Daniel jadi khawatir dengan keadaan isterinya yang tiba-tiba saja aneh.


"Tidak. Aku tidak mau. Kena cahaya terang di luar akan membuat kepalaku pecah nanti." Rara kemudian menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya sampai menutupi kepalanya.


Daniel memijit dahinya bingung dengan kelakuan isterinya dan mendesah pelan.


"Aku akan mengantar anak-anak ke sekolah dulu." Daniel mengecup puncak kepala isterinya dan keluar kamar.


.


.


.


Sekembalinya Daniel dari mengantar si kembar ke sekolah, Dia masuk ke kamar.


Suasana di dalam kamar gelap walaupun siang hari. Rara masih dalam posisi semula ketika dia pergi tadi.


Daniel perlahan membuka selimut yang menutupi wajah isterinya.


"Kamu gak lapar?" Tanya Daniel


Rara hanya menggelengkan kepalanya masih dalam keadaan terpejam.


"Terus kamu juga belum mandi sayang." Ujar Daniel lagi.

__ADS_1


"Aku gak sanggup berdiri. Ingin duduk saja kepala ku sangat berat." Ucap Rara dengan lemah.


"Aku akan membantu kamu mandi."


Daniel membantu isterinya untuk duduk. Rara tetap memejamkan matanya. Lalu Daniel menggendong isterinya ke kamar mandi dan memandikannya. Selesai memandikan Rara, Daniel membantu Rara untuk berpakaian.


"Sudah selesai. Sekarang kamu mau apa lagi sayang?" Tanya Daniel sambil mengelus lembut rambut Rara.


"Aku pengen dipeluk." Ucap Rara dengan manja.


Daniel ikut berbaring di samping Rara lalu membawa Rara dalam dekapannya. Entahlah hari ini rasanya Rara tidak ingin jauh-jauh dari suaminya. Dia menyukai aroma tubuh suaminya. Rara membuka kancing baju Daniel dan menempelkan hidungnya di dada Daniel.


"Sayang apa yang kamu lakukan? Nanti 'si kecil' bisa bangun." Ujar Daniel yang merasa geli karena sentuhan Rara.


"Jangan aneh-aneh. Aku cuma pengen mencium aroma tubuh kamu aja." Ujar Rara.


"Ya sudah. Cium saja sesuka hati kamu sayang." Kata Daniel pasrah dengan perbuatan isterinya. Dia berusaha meredam hasratnya saat ini, karena isterinya sedang tidak mood.


"Sayang, aku pengen makan. Tapi kamu yang masak dan suapin aku." Ujar Rara dengan manja sambil memeluk suaminya.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Daniel.


"Aku pengen makan kaki ayam pedes di campur keju yang banyak." Rara meneguk ludahnya sendiri kala membayangkannya.


Daniel mengerutkan dahinya lalu memandang isterinya. "Kamu serius mau makan makanan seperti itu?" Tanya Daniel masih tidak percaya dengan permintaan aneh isterinya.


Daniel pasrah kemudian dia turun dari tempat tidur dan keluar menuju dapur. Didapur sudah ada maminya yang sedang sibuk memasak untuk makan siang.


"Rara mana? Dari tadi pagi mami lihat gak keluar kamar. Apa dia sakit?"


"Entahlah mi. Daniel juga bingung dengan Rara hari ini tidak seperti biasanya. Gorden gak boleh di buka. Katanya kepalanya pusing kena cahaya. Malas bangun. Tadi saja Daniel yang bantu mandikan." Ujar Daniel memelas bercerita pada maminya.


"Sakit macam apa itu?" Mami Daniel juga merasa aneh dengan sakit aneh menantunya.


"Daniel juga gak tau. Daniel mau ajak ke rumah sakit juga gak mau. Katanya nanti kepalanya pecah kena cahaya luar."


"Memang ada yang seperti itu?" Mami Daniel semakin bertambah bingung dengan penyakit menantunya.


"Ada. Buktinya menantu mami." Kata Daniel kesal.


"Terus apa lagi?"


"Sekarang Daniel di minta sama menantu kesayangan mami itu buatin dia ceker ayam pedes di campur keju yang banyak."


"Makanan macam apa itu?" Daniel hanya mendesah kasar mendengar pertanyaan mami nya.


Lama-lama sepertinya mami Daniel juga pasti ikut sakit aneh seperti menantunya. Dia kemudian menggelengkan kepalanya sambil menata semua masakannya di atas meja.

__ADS_1


"Bawa Rara turun untuk makan." Kata mami Daniel.


Daniel mendesah pelan lalu membuka kulkas dan mencari ceker ayam di kulkas. Untung saja bi Rati membelinya.


"Kamu ngapain?"


"Mami, tadi kan Daniel sudah bilang, kalau menantu kesayangan mami itu pengen ceker ayam pedas di campur keju. Masaknya juga harus Daniel." Ujar Daniel.


"Ya sudah kalau gitu. Mami mau panggil papi makan dulu."


.


.


.


Makanan yang di minta Rara sudah selesai di buat Daniel. Saat Daniel mencicipi sedikit, Daniel malah ingin muntah karena campuran rasa pedas dan keju yang aneh. Tapi karena ini permintaan Rara, mau tidak mau dia harus membuatnya.


Daniel membawanya ke dalam kamar. Mata Rara berbinar saat melihat Daniel membawa nampan masuk ke dalam kamar. Rara menelan ludahnya berkali-kali kala matanya menatap makanan yang dia inginkan ada di hadapannya.


Sesuai permintaan Rara, Daniel menyuapi Rara makan. Dengan sangat telaten Daniel menyuapi isterinya hingga makanan di piring tak bersisa lagi.


Rara mengelus perutnya karena kekenyangan. Daniel terperangah melihat kelakuan isterinya hari ini yang benar-benar tidak seperti biasannya.


"Kamu mau apalagi sayang?" Tanya Daniel lembut pada isterinya.


"Pengen tidur." Rara merebahkan tubuhnya lalu memeluk guling membelakangi Daniel.


Daniel menggelengkan kepalanya dan terkekeh. Kemudian keluar kamar membiarkan isterinya untuk tidur.


***


Sudah satu minggu ini Daniel mengurusi Rara yang tidak mau keluar kamar kecuali malam hari saja. Siang hari, kamar harus dalam keadaan gelap. Kata lainnya, Rara akan merasakan kepala pusing dan mual saat terkena cahaya matahari atau terang dari luar apabila siang hari.


Dari mandi, makan, semua Daniel lakukan demi isterinya. Bahkan si kembar saja jadi jarang bertemu bundanya. Karena kalau mereka datang ke kamar, bundanya pasti sedang tidur. Daniel kasihan dengan si kembar, tapi apa boleh buat karena Rara sedang tidak kuat melakukan apapun.


Malam ini Rara merengek minta di belikan martabak telor dengan topping keju yang banyak di atasnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih. Dengan sangat terpaksa Daniel keluar membeli yang di inginkan isterinya.


"Sayang bangun. Ini aku sudah belikan yang kamu mau." Rara mengangkat tangannya di udara. Meminta bantuan Daniel untuk membantunya duduk.


Daniel memperhatikan isterinya yang dengan sangat lahap memakan martabak tadi. Dia membersihkan keju yang tertinggal di sudut bibir isterinya dengan tisu.


"Makannya yang pelan sayang." Ujar Daniel pada Rara.


Rara tidak menghiraukan perkataan suaminya. Mulutnya sibuk mengunyah dan menelan martabak hingga tandas tak bersisa.


"Besok kita ke rumah sakit ya. Kita kesana nya malam saja." Dan di iyakan Rara dengan anggukan sambil mengunyah makanannya yang penuh di dalam mulut.

__ADS_1


Daniel ingin tahu penyakit aneh apa yang menghinggapi isterinya selama seminggu ini.


__ADS_2