
8 Bulan kemudian
Si kembar sudah siap menunggu orangtuanya di ruang keluarga. Rio terlihat tampan bahkan lebih tampan dari ayahnya dengan mengenakan jas berwarna putih. Sedangkan Ria mengenakan dress selutut tanpa lengan dengan warna senada dengan abang nya. Tak lupa juga bandana bunga berwarna putih menghiasi kepalanya.
Dengan sangat hati-hati Daniel menuntun Rara turun dari tangga. Kandungan Rara sudah di usia hampir genap 9 bulan.
Meskipun sedang hamil, tapi Rara tetap terlihat cantik. Rara mengenakan gaun panjang berwarna putih tanpa lengan, bagian pundak dan punggungnya sedikit terbuka. Sehingga kesan anggun dan seksi tersemat pada diri Rara walaupun dalam keadaan hamil.
Daniel juga tidak kalah tampan dan gagahnya seperti putranya mengenakan jas berwarna senada juga dengan Rio. Mereka berempat akan menghadiri acara resepsi pernikahan David dan Jane di salah satu hotel mewah milik David. Si kembar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jane mommy mereka.
"Ayah, bunda, cepat." Ujar Ria yang sejak tadi tidak bisa diam di tempat duduknya.
"Iya sabar sayang. Kasian bunda bawa adik bayi di dalam perut." Kata Daniel
Ria menghampiri Rara dan mencium perut Rara. "Adik bayi jangan nakal ya di dalam sana. Nanti kakak gak mau ajak bermain."
Rara terkekeh mendengar perkataan putrinya. "Makanya ade juga harus nurut sama ayah sama bunda. Sama abang juga."
"Bunda, kapan adik bayinya keluar? Ade sudah tidak sabar ingin mengajaknya bermain boneka." Seru Ria dengan girang.
"Gak. Adik bayi akan bermain bola sama abang." Ujar Rio
"Gak. Adik bayi main boneka sama ade."
"Main bola."
"Main boneka."
Daniel tertawa melihat perdebatan si kembar memperebutkan adik bayi mereka.
"Sudah..sudah..ayo sekarang kita berangkat. Daddy dan mommy sudah menunggu kalian." Ujar Daniel pada si kembar.
"Yeeeaaayyy" sorak si kembar dengan melompat kegirangan.
.
.
.
Tiba di tempat acara, banyak pasang mata yang kagum dan iri melihat Daniel dan keluarga kecilnya saat memasuki ballroom hotel. Tempat dimana acara resepsi di laksanakan.
Si kembar berjalan di depan, sedangkan Rara yang menggandeng lengan suaminya berjalan di belakang mereka. Kehadiran mereka justru menjadi pusat perhatian para tamu undangan dan juga media yang turut hadir sana.
Salah satu kolega Daniel datang menghampiri Daniel, menyalaminya.
"Senang bertemu dengan anda pak Daniel. Benar kata orang-orang, kalau isteri anda sangat cantik." Ucapnya dengan pandangan mata yang tidak lepas dari Rara.
Rara yang merasa di pandangi demikian merasa risih dan hanya membalas senyum tipis padanya.
"Terima kasih atas pujiannya. Tapi kecantikan isteri saya hanya saya saja yang boleh menikmatinya. Kalau begitu kami permisi dulu ingin bertemu mempelai." Ucap Daniel dengan nada tidak bersahabat.
__ADS_1
Dia tahu jika isterinya merasa tidak nyaman, karena itulah Daniel tidak mau bicara lama-lama dengan koleganya.
Daniel mengajak keluarganya untuk menemui mempelai yang sudah tersenyum gembira melihat kedatangan Daniel, Rara dan si kembar.
"Congrats my dear." Ujar Rara sambil memeluk sahabatnya Jane dan memberikan kecupan di kedua pipi Jane.
Jane tentu saja menyambut gembira kehadiran Rara dan juga si kembar.
"Mommy you look so beautiful today." Ucap Ria dengan gembira.
"You too my princess." Jane mengecup Ria dengan gemas hingga lipstik Jane menempel di pipi Ria. Rara terkekeh melihat wajah Ria yang cemberut karena ulah Jane.
"Om, sangat tampan hari ini." Kata Ria pada David dengan malu-malu.
"Benarkah? Mana yang lebih tampan, om atau ayah?" Tanya David dengan tersenyum jahil.
"Tentu saja ayah." Jawab Rio dengan datar.
Daniel tertawa terbahak karena jawaban Rio membuat Daniel tersenyum masam.
"Sudah tahu kan mana yang lebih tampan. Jadi jangan kepedean." Ucap Daniel terkekeh sambil ber tos ria dengan putranya.
"Ayah sama anak sama narsisnya." Ucap David mencibir.
"Namanya juga Daniel junior." Ucap Daniel sambil tersenyum lebar.
"Gue tunggu kabar lo ngurusin Jane ngidam di tengah malam buta." Lanjut Daniel sambil menepuk pundak sahabatnya dan tersenyum jahil.
Pesta resepsi pernikahan David dan Jane sangat meriah. Ardi juga hadir walaupun tanpa Clara. Ketika Rara menanyakan dimana Clara dan Queena, Ardi mengatakan Clara kerepotan membawa Queena di pesawat. Jadi lah Ardi memutuskan untuk pergi sendiri. Selesai acara dia langsung balik lagi ke Thailand, karena tidak bisa meninggalkan Clara dan Queena terlalu lama. Ya, Ardi dan keluarganya memilih untuk tinggal di Thailand, sekalian mengurus cabang perusahaannya yang juga ada di sana.
Daniel mengajak Rara untuk duduk. Karena dia sudah melihat isterinya lelah terlalu lama berdiri. Sementara si kembar sedang bersama daddy nya dan Rosa.
"Sayang, kamu duduk dulu ya." Dengan perlahan Daniel mendudukkan isterinya. Lalu menyeka keringat Rara dengan tisu.
"Perut ku sakit." Desis Rara sambil memegang perut bagian bawahnya.
"Sayang, bawa aku ke rumah sakit sekarang." Kata Rara sambil meringis kesakitan. Dia juga merasakan kalau bagian bawahnya basah. Rara menyibak sedikit gaunnya dan memperlihatkannya pada Daniel.
"Kamu kenapa sayang?" Daniel terkejut dan panik karena melihat seperti air yang keruh basah di paha isterinya.
"Aku mau melahirkan. Air ketubannya sudah pecah. Cepat bawa aku ke rumah sakit." Ujar Rara sambil terengah-engah dengan nafas tidak beraturan.
Dengan sigap Daniel menggendong isterinya sehingga membuat para tamu terkejut melihatnya. Thomas juga panik dan menanyakan ada apa dengan Rara.
"Thom, aku titip si kembar. Rara mau melahirkan." Ucap Daniel sambil tergesa-gesa melangkah menuju parkiran.
Thomas dan Rosa juga menyusul bersama si kembar setelah mereka pamit pada mempelai.
Daniel sangat gugup. Karena untuk pertama kalinya dia mengurus Rara yang akan melahirkan. Daniel tidak berhenti bolak balik di depan ruang bersalin. Semua orang sudah berkumpul. Orang tua Daniel, si kembar, Thomas dan Rosa, dan juga Ardi.
Daniel kemudian masuk ke dalam ruang bersalin karena Rara mencarinya. Dokter juga meminta Daniel untuk menemani isteri nya yang sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan.
__ADS_1
Rara mencengkeram lengan Daniel dengan kuat saat dia mengejan. Peluh membanjiri kening Rara. Daniel hampir tidak sanggup melihat bagaimana penderitaan Rara saat melahirkan. Air mata Daniel menetes melihat isterinya yang kesakitan. Dia juga menyeka keringat Rara.
"Sayang terus berjuanglah demi anak kita." Daniel membisikan kalimat penyemangat untuk isterinya.
Dengan sekuat tenaga Rara terus mengejan hingga pada akhirnya yang di perjuangan keluar dengan selamat.
Hoooeeeeekkk
Daniel menangis bahagia mendengar suara tangis bayinya. Daniel mengecup kening Rara dengan kasih sayang.
"Terima kasih sayang sudah berjuang untuk bayi kita. Aku sangat mencintaimu."
Rara hanya mengangguk lemah dan tersenyum pada suaminya.
Setelah di bersihkan dan di mandikan, perawat menyerahkan bayinya pada Daniel untuk di azani.
"Selamat pak, bayinya laki-laki." Daniel menyambutnya dengan senyum bahagia.
Lalu mengazani putranya dengan suara yang sangat lembut.
Perawat membantu Daniel untuk meletakkan bayi mereka ke dada Rara dan bergantian juga di dada telanjang Daniel.
"Sayang, lihat dia sangat tampan." Ujar Daniel memperlihatkan bayinya pada Rara.
"Tentu saja dia tampan karena suami ku juga tampan." Ucap Rara sambil tersenyum.
Daniel mengecup bibir Rara. "Hidup ku semakin lengkap dan sempurna karena kehadiran kalian dalam hidupku." Ucap Daniel lembut.
.
.
.
Setelah Rara di pindah kan ke ruang inap VVIP, keluarga yang lain di perbolehkan untuk mengunjungi. Semua mengucapka selamat pada Rara dan Daniel atas kelahiran putra mereka.
Si kembar sangat senang karena adik bayi mereka sudah lahir. Bahkan mereka tidak mau jauh dari box bayi adik mereka. Semua yang hadir disana tersenyum melihat tingkah laku si kembar.
"Apa cucu papi sudah di beri nama?" Tanya Tuan Arnold pada Daniel.
"Sudah Pi." Ucap Daniel sambil tersenyum pada isterinya.
"Namanya Raveo Ananda Mahendra."
🌼🌼🌼🌼🌼
Welcome to the world Baby Raveo Ananda Mahendra😘😘
Giliran David ntar tersiksa karena harus penuhi keinginan Jane ngidam.
Suami yang tersolimi😂
__ADS_1