Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
Penculikan


__ADS_3

"Apa yang kalian inginkan?" Rara masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Riko dan Asti. Mereka sekongkol untuk menculiknya. Tapi ada apa? Rara masih tidak mengerti.


"Yang kami inginkan? Hahahaha." Suara tawa Riko menggelegar membuat Asti juga ikut tertawa.


"Yang gue inginkan lo mati!!" Riko berteriak dan menampar wajah Rara.


Hampir saja Rara jatuh bersama kursi yang mengikatnya. Tapi sekuat tenaga Rara menahan dengan kedua kakinya yang masih menyentuh lantai.


"Apa salah ku pada kalian?" Tanya Rara sambil menahan rasa takutnya dengan suara bergetar.


"Lo salah karena lo hadir di hidup Daniel. Lo salah gara-gara lo cinta kakak gue di tolak Daniel dan mati bunuh diri! lo harus bertanggung jawab!!" Riko berteriak lagi seperti orang yang kehilangan akal dan menendang kursi sehingga membuat Rara terjatuh.


Rara hampir kehilangan kesadarannya akibat benturan lantai mengenai kepala sampingnya. Riko menjambak kasar rambut Rara. "Nyawa harus di bayar dengan Nyawa. Daniel harus tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang di sayangi." Ucap Riko dengan senyum menyeringai licik.


Sementara Asti tersenyum puas menyaksikan pertunjukkan di depan matanya bagaimana Riko menyakiti Rara.


Flashback On


Kurang lebih 11 tahun yang lalu. Seorang gadis yang cantik dan pendiam. Dengan kulit yang putih, rambut hitam panjang. Selalu memperhatikan laki-laki tampan yang satu kelas dengannya. Dari pertama kali menginjakkan kakinya di SMA Harapan Bangsa, Lestari sudah jatuh cinta pada pandangan Pertama.


Tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya karena tahu laki-laki tampan yang bernama Daniel Mahendra itu banyak di gilai oleh perempuan di sekolahnya. Termasuk adik sepupunya Asti.


Dia lebih memilih cinta dalam diam dan hanya memperhatikan Daniel dari kejauhan. Setiap minggu tepatnya hari Senin Lestari selalu menaruh surat cinta dan coklat di laci meja Daniel. Walaupun tanpa balasan dan surat itu selalu berakhir di tong sampah, tapi Lestari senang karena Daniel mau memakan coklat darinya.


Di acara Prom night, Lestari terlihat sangat cantik dan anggun. Dia memang sengaja berdandan cantik malam ini hanya untuk Daniel. Banyak para siswa yang kagum dengan kecantikannya. Lestari memutuskan bahwa dia harus berani untuk mengungkapkan perasaan cintanya pada Daniel.


Semua siswa siswi yang hadir pada acara itu bersenang-senang, khususnya mereka kelas 12. Karena sebentar lagi mereka akan meninggalkan sekolah tercinta dan melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

__ADS_1


Ketika Daniel sedang berkumpul bersama dengan para sahabatnya. Lestari datang


Menghampiri Daniel dan meminta waktu untuk bicara sebentar. Daniel yang merasa heran dengan kedatangan Lestari tiba-tiba, sempat menolak. Tapi karena Lestari terus memohon akhirnya Daniel menyetujui permintaan Lestari.


Sampai di luar Aula Sekolah, dengan rasa gugup dan jantung yang berdegup kencang Lestari masih diam belum berani bicara.


Daniel bosan dan kesal karena Lestari hanya membuang waktunya saja.


"Kalau dalam 1 menit lo gak ngomong juga, gue akan pergi." Ucap Daniel tegas.


"Gu-gue..gue." ujar Lestari terbata-bata sambil menundukkan wajahnya.


"Gue apa? Cepetan ngomongnya." Ujar Daniel tidak sabaran.


Tanpa Daniel duga dia mendapat serangan tiba-tiba. Lestari dengan sangat berani mencium bibir Daniel. Lestari hampir saja terjatuh jika saja dia tidak menahan berat tubuhnya sendiri karena di dorong Daniel.


"Maaf. Gue suka sama lo. Gue cinta sama lo. Gue mau lo jadi pacar gue." Cicit Lestari dengan menundukkan wajahnya tidak berani menatap wajah Daniel.


"Dasar perempuan aneh! Asal lo tahu gue sudah punya pacar. Lo tahu sendiri kalau Rara cewek gue (padahal Daniel tidak tahu kalau Rara sudah tidak berada di Indonesia lagi). Dan gue gak suka sama lo." Ujar Daniel dengan ketus lalu pergi meninggalkan Lestari yang sudah menangis seorang diri.


Dengan rasa sakit hati yang dalam Lestari pulang ke rumahnya. Dia sudah tidak mempedulikan lagi acara sekolahnya. Dengan derai air mata yang membasahi wajahnya Lestari mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung dia sampai di rumah dengan selamat. Dia masuk ke kamarnya dan meraung-raung menangis menumpahkan semua isi hatinya.


"Lo jahat Daniel." Ujar Lestari dengan suara pilunya.


Keesokan pagi, Riko heran kenapa kakaknya tidak keluar dari kamar. Padahal sudah jam 9 pagi. Biasanya orang yang paling cepat bangun di rumah itu adalah kakaknya.


Riko mendatangi kamar Lestari dan mengetuknya berulang kali tapi tidak ada jawaban. Beruntung kamar Lestari tidak di kunci. Perlahan Riko membuka kamar Lestari. Hampir saja jantung Riko rasanya lepas dari tempatnya. Tubuhnya seketika bergetar dan lemas. Riko sempat syok dan mematung di tempatnya. Lestari sudah tergeletak pucat tidak bernyawa di atas tempat tidur dalam posisi telentang. Darah membanjiri sprei. Kakaknya bunuh diri dengan cara menyayat pergelangan tangannya. Ibu Riko yang melihat putrinya sudah tidak bernyawa langsung tak sadarkan diri.

__ADS_1


Setelah satu minggu kematian Lestari, Riko memberanikan diri masuk ke dalam kamar kakaknya. Dia begitu merindukan kakaknya. Sudah tidak ada lagi yang biasa cerewet di rumah ini ketika membangunkan Riko untuk berangkat ke sekolah dan juga memasak makanan kesukaan Riko.


Riko menelusuri kamar Lestari. Lalu Riko duduk di meja belajar kakaknya. Disana terpajang foto cantik kakaknya yang tersenyum manis di sudut meja belajarnya. Tak sengaja mata Riko menatap ke laci bawah yang tidak tertutup dengan rapat. Riko membuka laci tersebut dan menemukan sebuah diary milik Lestari.


Lembar demi lembar Riko membaca isi diary kakaknya yang semuanya berisi tentang curhatan hatinya tentang rasa cintanya pada Daniel Mahendra. Dari awal bertemu sampai akhir semua tertulis disana.


Yang membuat mata Riko panas meradang dan hatinya sesak adalah ketika membaca lembar terakhir tulisan kakaknya tentang pernyataan cintanya yang di tolak oleh Daniel hanya karena sudah memiliki Rara.


Tanggal kejadian sama di hari dan tanggal yang sama dengan kematian kakaknya. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal kuat di atas meja belajar kakaknya. Dari situ lah awal mula dendam Riko pada sosok Daniel. Dia mencari tahu tentang Daniel dan Rara.


Hingga pada akhirnya dia memiliki kesempatan untuk mendekati Daniel melalui pekerjaannya sebagai asisten pribadinya. Dia pun mengetahui bagaimana Asti yang selalu mengejar Daniel.


Flashback Off


Riko menodongkan pistolnya di atas kepala Rara sambil mendorong kepala Rara dengan kasar. "Apa lo sudah siap untuk bertemu dengan kakak gue dan meminta maaf padanya?" Ujar Riko sambil terkekeh.


Lalu Riko membenarkan posisi kursi tempat Rara terikat seperti semula. Sehingga Rara bisa duduk kembali. Tubuhnya sudah sangat lemah. Rara juga sudah merasa sangat haus sekali. Dia sudah tidak mampu menggerakkan tubuhnya lagi.


Rara berdoa dalam hatinya, apabila ini sudah menjadi takdir kematiannya maka Rara pasrahkan semua pada Sang Pencipta. Rara juga berdoa dalam hatinya agar suami dan anak-anaknya selalu di lindungi Tuhan saat dia sudah tidak ada di dunia ini lagi.


"Aku tidak akan meminta maaf untuk hal yang tidak aku lakukan."ucap Rara dengan suara lemah dan bibir bergetar.


"Dasar perempuan kurang ajar!!" Pekik Riko.


Tangannya sudah siap mengacungkan pistolnya ke kepala Rara dan siap menarik pelatuknya. Tapi–


Bbrraaaaaaaaaaaaakkk

__ADS_1


__ADS_2