Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
Mimpi Apa Aku Semalam


__ADS_3

Satu minggu setelah acara resepsi di adakan. Situasi kembali normal seperti biasa. Bahkan Daniel juga telah kembali dari liburannya keliling Eropa bersama Rara dan si kembar. Kebahagiaan terus terpancar di wajah Daniel.


Senyumnya selalu menghiasi setiap kali dia masuk ke kantornya. Semua terjadi karena Rara dan si kembar ada dalam hidupnya. Apapun akan dia lakukan asalkan keluarganya selalu bahagia.


Banyak rekan bisnisnya dari kalangan wanita yang ingin menggodanya. Tapi tidak pernah Daniel hiraukan. Di hatinya hanya ada Rara. Tidak ada satupun wanita yang bisa menggantikan atau menggeser Rara dari hidupnya. Sikap yang di miliki Daniel demikian lah yang membuat para wanita tidak berani lagi mendekatinya. Bahkan mereka terkesan segan.


Setiap kali Daniel mengajak Rara dalam acara jamuan makan malam atau pesta yang di buat oleh rekan bisnisnya, sudah di pastikan akan membuat para wanita yang melihatnya hanya bisa gigit jari dan iri pada Rara. Daniel akan memperlakukan Rara bak seorang ratu dan tidak akan pernah membiarkan Rara jauh darinya.


Saat Rara masih bekerja, Rara selalu membuat hot coffee cappucino kesukaannya. Tapi sekarang karena Rara sudah resign, jadi Daniel lebih memilih membuatnya sendiri ketimbang meminta Riko yang membuatnya.


Gara-gara kejadian beberapa waktu lalu saat Riko menatap isterinya dengan tatapan yang tidak pantas menurut Daniel, sehingga membuat Daniel mengurangi rasa sukanya pada Riko. Walaupun cara kerja Riko di mata Daniel sangat bagus. Bahkan Daniel juga tidak mengijinkan isterinya untuk datang ke kantor lagi.


Ketika Daniel melangkah untuk kembali ke mejanya dari pantry, ponsel milik Riko berdering di atas mejanya. Mata Daniel sempat meliriknya dan terpampang jelas nama Asti di sana. Dahi Daniel sempat berkerut. Tak lama kemudian Riko keluar dari kamar kecil dan segera mungkin mengambil ponselnya dengan perasaan gugup.


"Apa dia pacar mu? Maaf saya tidak sengaja melihatnya." Ucap Daniel lalu kembali ke mejanya dengan tenang.


"Aahh i-iya pak. Dia pacar saya." Jawab Riko berbohong sambil gugup. Dia menggeram dalam hatinya kenapa si bodoh Asti menghubunginya saat jam kantor seperti ini.


"Kenapa tidak di hubungi balik? Sepertinya penting." Ujar Daniel.


"Tidak terlalu penting pak. Nanti saja saya hubungi balik. Biasanya dia paling cuma kangen." Kata Riko sambil tersenyum paksa dan mengubah mode silent pada dering ponselnya.


Daniel hanya mengangguk dan tidak mengajukan pertanyaan lagi pada Riko. Daniel kemudian kembali pada pekerjaannya dengan memeriksa setiap berkas yang masuk sebelum dia menandatangani nya sebagai tanda setuju.


Tapi beberapa saat kemudian, tangan Daniel terhenti dari kegiatannya. Daniel menatap Riko dari balik mejanya. Pikirannya terganggu saat mengingat nama seseorang yang menelepon Riko tadi.


"Kalau dia memang Asti seperti yang ku pikirkan, apa mungkin mereka adalah sepasang kekasih? Bahkan usia mereka saja lumayan jauh terpaut. Bahkan dia juga terlihat gugup tadi." Batin Daniel


***


Rosa bersiap-siap ingin pergi ke cafe hari ini. Sudah lama dia tidak bertemu para karyawannya. Karena selama ini dia hanya menerima laporan kinerja ataupun laporan keuangan hanya melalui email saja.


Jadi hari ini Rosa ingin melihat cara kerja mereka secara langsung. Cafe Rosa cukup terkenal di kalangan anak muda. Dia mendirikannya dari modal yang di berikan ayahnya. Rosa termasuk bukan anak yang manja, meskipun dia anak tunggal dari seorang pengusaha yang sukses.


Tiba di Cafe, Rosa keluar dari mobilnya dan masuk kedalam. Suasana cafe sangat ramai siang ini. Rudi, yang merupakan manager cafe datang menemui Rosa.

__ADS_1


"Selamat siang mbak Rosa. Apa kabar lama tidak berjumpa?" Sapa Rudi dengan ramah.


"Selamat siang mas Rudi. Kabar saya baik. Bagaimana Cafe kita? Apa ada kendala?" Kata Rosa.


"Sejauh ini belum ada mbak. Dan saya harapkan kalaupun ada kendala masih bisa kami tangani dengan baik." Ujar Rudi lagi.


"Mbak mau minum apa? Biar nanti saya minta Susi yang menyiapkannya."


"Terserah saja. Oh iya tolong bawa laporan keuangan bulan ini. Saya ingin mengeceknya." Ujar Rosa yang kemudian meninggalkan Rudi dan memilih untuk duduk di pojokan cafe yang kosong, ketimbang dia masuk ke dalam ruang kerjanya.


Sepertinya di pojokan lebih pas pikir Rosa sambil mengamati setiap pengunjung yang datang dan juga para pekerja cafe yang melayani pengunjung.


Mata Rosa memicing kala melihat seorang pengunjung yang dia kenal masuk ke dalam cafenya. Hati Rosa dag dig dug saat mata mereka tidak sengaja bertemu. Rosa berdiri dari duduknya kala laki-laki itu datang menghampirinya.


"Hai apa kabar?" Sapa Thomas dengan ramah.


"Hai. K-kabar ku baik." Jawab Rosa dengan gugup.


Bagaimana tidak gugup jika yang ada di hadapannya saat ini adalah malaikat tampannya. Apakah ini kebetulan atau takdir? Batin Rosa.


"Terima kasih." Ujar Thomas sambil menampilkan senyum manisnya.


"Kamu sendirian disini?" Tanya Thomas.


"Iya aku sendirian. Aku datang hanya ingin ngecek cafe saja." Kata Rosa yang masih berusaha untuk menormalkan degup jantungnya.


Thomas tahu wanita di depannya ini sedang salah tingkah padanya. Tapi Thomas bersikap biasa-biasa saja agar Rosa merasa lebih nyaman di dekatnya.


"Jadi cafe ini milikmu?"


"Iya. Aku sudah mengelolanya 4 tahun yang lalu."


"Ternyata kamu wanita hebat. Bisa berpikir lebih maju dari kebanyakan wanita yang biasanya hanya lebih suka diam di rumah saja atau shopping." Puji Thomas.


"Ah tidak seperti itu. Aku juga wanita yang suka shopping." Ucap Rosa dengan malu-malu.

__ADS_1


"Oh iya kenapa kamu tidak menghubungi ku? Padahal aku tunggu-tunggu." Ujar Thomas yang membuat Rosa terperangah.


"Benarkah dia menunggu telepon dariku?" Batin Rosa.


"Maaf sudah membuatmu menunggu. Aku jadi tidak enak. Tapi untuk masalah laundry kemarin, aku bisa melakukannya sendiri." Rosa merasa jadi tidak enak.


"Tidak pa-pa. Oh iya apakah kamu kenal dengan Daniel atau Rara? Karena kita bertemu pertama kali saat resepsi pernikahan mereka." Ujar Thomas yang ingin mencari tahu tentang Rosa.


"Daniel dan Rara adalah teman SMA ku dulu. Aku sekelas dengan Daniel. Sedangkan Rara kami beda kelas. Kamu sendiri bagaimana bisa mengenal mereka?" Tanya Rosa balik.


"Rara adalah teman kuliah saat di luar negeri. Aku juga merupakan daddy untuk si kembar." Ujar Thomas.


"Maksudnya?" Kening Rosa berkerut karena tidak mengerti maksud kata dari 'daddy si kembar'.


"Aku adalah ayah angkat untuk si kembar. Selama Rara di luar negeri, ayah Daniel mempercayakan si kembar pada ku. Karena sulit bagi Daniel untuk meninggalkan pekerjaannya saat itu. Dan juga ada Jane yang membantu ku untuk mengurus mereka." Ujar Thomas yang mengerti dengan kebingungan Rosa. Jadi dia menjelaskan intinya saja agar tidak menimbulkan salah paham.


"Rosa, maaf aku harus pulang. Aku ada janji dengan seseorang. Boleh aku meminta nomor ponsel mu?" Ujar Thomas sambil memberikan ponselnya pada Rosa.


Rosa menerimanya dengan senang hati dan mengetik nomor ponselnya dan mengklik save di ponsel Thomas. Lalu mengembalikannya lagi pada Thomas.


"Terima kasih ya. Sampai jumpa lagi." Kata Thomas yang kemudian pergi dari sana.


Hati Rosa berbunga-bunga karena begitu bahagianya. Mimpi apa aku semalam bisa bertemu malaikat tampannya lagi, batin Rosa.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Masih penasaran sama Riko???


Dendam apa yang dimiliki Riko pada Daniel???


Tetap tunggu kelanjutannya ya readers ku tersayang๐Ÿ˜Š


Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya๐Ÿ˜


vote, komen, rate 5 dan like nya kecengin lagi ya๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2