Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
Semua Sudah Berakhir


__ADS_3

Aku tidak akan meminta maaf untuk hal yang tidak aku lakukan." Ucap Rara dengan suara lemah dan bibir bergetar.


"Dasar perempuan kurang ajar!!" Pekik Riko.


Tangannya sudah siap mengacungkan pistolnya ke kepala Rara dan siap menarik pelatuknya. Tapi–


Bbrraaakkk


"Lepaskan isteriku!!"


"Dda-daniel"


"Pak Da-daniel"


Asti dan Riko Begitu terkejut dengan kemunculan Daniel. Padahal mereka sudah berada di tempat yang pasti tidak mungkin Daniel temukan. Tapi bagaimana bisa? Pikir Riko.


"Bba-bagaimana bisa?" Riko masih tidak percaya jika Daniel bisa menemukan mereka saat ini.


"Apa kamu bodoh? Jam tangan isteri ku di lengkapi dengan GPS. Tidak sulit bagi ku untuk menemukannya. Lepaskan isteriku atau–"


"Atau apa? Atau gue yang akan mati? Hahahahaa." Riko menodongkan pistolnya di atas kepala Rara.


"Selangkah lagi lo maju maka nyawa isteri lo yang tersayang ini akan pergi menemui kakak gue yang sudah lo bunuh!!" Riko menatap tajam penuh kebencian pada Daniel.


"Gue membunuh kakak lo? Gue gak pernah bunuh siapapun!" Ujar Daniel dengan tegas.


"Kakak gue bunuh diri gara-gara lo. Gara-gara perempuan sial ini kakak gue Lestari mati!" Pekik Riko sambil mendorong sedikit pistol di kepala Rara.


"Jangan sakiti isteri gue!! Kalau lo mau balas dendam urusan nya lo sama gue. Isteri gue gak bersalah." Daniel ikut meringis melihat isterinya di perlakuan demikian oleh Riko. Daniel ingin melangkah tapi suara Riko menghentikannya.


"Gue bilang tetap disana!!" Riko mengalihkan arah pistolnya pada Daniel. Asti memekik melihat perbuatan Riko.


"Riko apa yang lo lakukan! Lo janji gak akan menyakiti Daniel." Asti berdiri di depan Daniel sambil merentangkan tangannya untuk melindungi Daniel.


"Gue bilang minggir! Lo mau melindungi laki-laki yang sudah membunuh kakak sepupu lo sendiri. Lo mau melindungi laki-laki yang gak pernah menghargai cinta lo.hah??" Pekik Riko yang kesal dengan kebodohan Asti.


Disaat Asti sedang berdebat dengan Riko, Daniel mengambil kesempatan dengan mendorong Asti sedikit ke depan dan membuat Daniel bisa menendang tangan Riko sehingga pistol yang ada di tangannya terlepas. Ketika Daniel ingin Mengambil pistol itu gerakan Daniel kalah cepat dengan Riko, sehingga Riko berhasil mengambil kembali pistolnya dan kembali mengarahkannya pada Daniel.

__ADS_1


"Kurang ajar! Beraninya lo main-main sama gue. Hah!! Sepertinya lo duluan yang menyusul kakak gue setelah itu baru isteri lo." Riko menarik pelatuknya. Dengan gerakan cepat Asti melindungi Daniel dengan tubuhnya.


"Riko jangaaaan!!


Doorrrrr


Asti tertembak di punggungnya. Tubuhnya seketika lemas menatap Daniel sesaat lalu tidak sadarkan diri.


Daniel syok tidak mampu bergerak dengan kejadian yang begitu cepat terjadi di depan matanya.


Riko panik melihat Asti yang tertembak karena perbuatannya, memilih kabur dari sana. Dia bergegas mengendarai mobilnya meninggalkan lokasi kejadian. Tapi Riko tidak sendiri karena 2 mobil polisi mengejarnya.


Rosa yang mendengar suara tembakan terkesiap karena terkejut. Saat dia melihat Riko kabur, Rosa dan David segera masuk ke dalam bangunan tersebut. Rosa menangis sejadi-jadinya karena melihat keadaan Asti yang di penuhi darah karena tertembak. Dengan sigap Rosa dan David membawa Asti ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


Daniel mendekati isterinya lalu melepaskan semua tali yang mengikat isterinya. Air mata Daniel mengalir saat melihat bagaimana wajah isterinya yang di penuhi dengan luka di kedua sudut bibirnya dan juga biru lebam.


"Sayang, kamu gak pa-pa?" Ujar Daniel sambil mengelus lembut pipi isterinya.


Rara hanya mampu mengangguk lemah. Tenaga Rara sudah habis.


"Maafkan aku sayang, aku datang terlambat." Ucap Daniel sambil menangis.


.


.


.


Tiba di rumah sakit, Rara langsung mendapatkan perawatan intensif. Daniel setia mendampingi isterinya. Rosa dan David juga menemui Daniel dan menceritakan kalau Asti saat ini juga berada di rumah sakit yang sama di bawah pengawasan pihak kepolisian. Sementara Riko tewas di tempat karena mobil yang dia kendarai menabrak pembatas jalan dan meledak, saat dalam pengejaran polisi.


Daniel menghembuskan nafasnya kasar dan memandang David dan Rosa bergantian.


"Terima kasih." Ucap Daniel tulus.


"Gue gak akan tinggal diam kalau itu perbuatan yang salah." Ujar Rosa.


(saat itu Rosa hendak masuk ke dalam mobilnya setelah berbelanja di supermarket yang sama dengan yang Rara datangi. Mata Rosa menangkap seseorang yang dia kenali walaupun perempuan itu mengenakan pakaian sebar hitam dan menggunakan topi dan masker. Dia adalah Asti. karena rasa penasaran, Rosa hanya memasukan asal barang belanjaannya ke dalam mobil dan bergegas menyusul Asti ke dalam tanpa ketahuan. Asti berhenti di deretan barang rumah tangga dengan mengendap-endap. Rosa di kejutkan ketika melihat Asti memapah seorang perempuan dengan berjalan tertatih menuju pintu keluar yang lain. yang membuat Rosa terkejut adalah perempuan itu Rara. Asti memasukan Rara yang sudah tidak sadar karena obat bius di saputangannya. Sebelum masuk mobil, Asti memastikan tidak seorangpun yang melihat perbuatanya. Setelah di rasa aman Asti segera melajukan mobilnya. melihat kejadian itu, Rosa segera menghubungi Daniel dengan meminta nomor ponselnya dari Laura yang memang memiliki nomor ponsel Daniel).

__ADS_1


"Semua sudah berakhir. Tidak ada yang perlu lo khawatir kan lagi." Kata David kemudian memeluk Daniel sahabatnya.


Flashback On


Satu jam sebelum keberangkatannya, Daniel masih berada di ruang tunggu bandara saat 1 pesan masuk ke ponselnya.


From : 08121500XXXX


Daniel, ini gue Rosa. Tolong jangan panik saat membaca pesan gue. Dan gue minta jangan kasih tau tentang hal ini pada Riko. Isteri lo di culik Asti. Riko dan Asti sekongkol untuk mencelakai Rara.


Usahakan setenang mungkin agar Riko tidak curiga.


Jantung Daniel berdegup kencang setelah membaca pesan tersebut. Daniel menoleh ke arah Riko yang duduk tidak jauh darinya. Daniel bisa melihat bagaimana Riko tersenyum saat menatap layar ponselnya.


Wajah Daniel seketika memerah setelah mengetahui siapa sebenarnya orang yang duduk di dekatnya saat ini.


"Riko, saya ke toilet dulu." Ujar Daniel lalu beranjak pergi dari sana.


Saat Daniel merasa situasi sudah aman, Daniel menghubungi sahabatnya David dan Ardi, lalu menceritakan semuanya. Daniel meminta Ardi untuk menghubungi pihak kepolisian dan membawanya ke lokasi tanpa ketahuan. Sedangkan David, Daniel meminta tolong padanya agar menyusul Rosa yang sedang membuntuti Asti.


Daniel mengaktifkan GPS yang ada di ponselnya yang sudah terhubung dengan jam tangan Rara.


15 menit kemudian Daniel kembali ke tempat duduknya. Saat mendengar nomor penerbangannya di panggil, Daniel berpura-pura juga bersiap dengan semua barang bawaannya. Riko pun dengan sigap membantu Daniel. Sekuat tenaga Daniel menahan dirinya untuk tidak menghantam Riko karena melihat kebohongan Riko di depannya.


Ketika Riko melihat bahwa Daniel sudah memasuki pesawat, Riko segera pergi dari sana. Tanpa Riko ketahui kalau Daniel juga keluar dari pesawat dan membatalkan penerbangannya. Lalu bergegas keluar bandara.


Flashback Off


Daniel mengelus lembut puncak kepala isterinya yang sedang terbaring lemah saat ini. Mata Rara masih terpejam. Daniel memang meminta dokter untuk memberikan obat tidur agar Rara bisa istirahat.


Hati Daniel begitu sakit melihat luka di wajah isterinya. Tetes air mata nya jatuh. Daniel mengecup tangan Rara yang ada dalam genggamannya.


"Lo bisa pulang dulu Dan. Biar Gue sama Rosa yang jaga Rara sampai lo datang." kata David yang sudah berdiri di belakang Daniel.


Daniel menoleh ke belakang dan menatap sahabatnya.


"Gue gak pa-pa. Kalian juga pasti lelah. Kalian pulang saja. Nyokap dan bokap gue sebentar lagi ke sini. Terima kasih untuk semuanya." Ujar Daniel.

__ADS_1


"Tanpa bantuan kalian, gue gak akan tau apa yang akan terjadi sama isteri gue." Ucap Daniel dengan suara melemah.


"Kita teman. Apapun keadaan teman kita akan tetap saling dukung dan saling bantu." Ujar Rosa.


__ADS_2