Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
Hamil


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, senyum Daniel tidak surut dari wajahnya. Sesekali dia menoleh pada Rara di sampingnya yang sedang memejamkan matanya.


Ternyata penyakit aneh isterinya justru membawa kebahagiaan luar biasa untuk Daniel. Dia sudah tidak sabar menyampaikan kabar gembira ini untuk orangtuanya dan juga si kembar.


Sebentar lagi rumah akan bertambah ramai. Si kembar akan punya adik. Ya, Rara di nyatakan hamil tadi oleh dokter. Usia kandungannya memasuki 3 minggu.


Kegembiraan yang luar biasa dalam keluarganya. Setelah Rara dinyatakan sembuh total dari penyakit kankernya, sekarang Tuhan memberikan kebahagiaan lagi dengan menitipkan anak lagi pada mereka.


Tiba di rumah, Daniel membantu Rara keluar dari mobil dan memapahnya sampai ke dalam rumah. Si kembar sudah menunggu di ruang keluarga bersama dengan oma dan opanya.


"Aku ambil air minum dulu." Kata Daniel setelah mendudukkan isterinya di sofa.


Tidak lama Daniel kembali dengan membawa segelas air putih di tangannya, dan memberikannya pada Rara.


Daniel duduk di samping Rara sambil memijit pelipisnya.


"Kata dokter Rara sakit apa?" Tanya papi Daniel.


"Sakit manja aja Pi." Jawab Daniel sambil tersenyum.


Rara mencubit pinggang Daniel. "Ngomongnya asal." Daniel hanya nyengir kuda pada isterinya. "Maaf sayang."


"Sakit manja gimana?" Tanya mami Daniel heran dengan jawaban putranya yang aneh.


"Sebentar lagi mami sama papi dapat cucu lagi." Ujar Daniel dengan tersenyum lebar.


"Maksud kamu Rara hamil?" Mami Daniel terkesiap.


"Iya mi. Sekarang usianya masuk 3 minggu." Kata Daniel sambil mengelus puncak kepala isterinya.


"Alhamdulilah. Pi, cucu kita akan nambah lagi." Ucap mami Daniel kegirangan dan di iyakan oleh suaminya.


"Cucu apa oma? Kan ada ade sama abang cucu oma." Kata Ria.


"Ade sama abang akan punya adik bayi." Ujar Daniel pada Si kembar.


"Benarkah? Adik bayinya mana?" Tanya Ria dengan antusias.


"Adik bayinya masih di dalam perut bunda." Kata Rara sambil mengelus perutnya.


"Apa adik bayinya seperti Nana?" Tanya Rio penasaran.


"Iya. Adik bayinya seperti Nana." Ucap Rara dengan senyum.


"Horeeeee. Abang akan punya adik bayi." Rio melonjak kegirangan.


Satu lagi kebahagiaan mewarnai keluarga Mahendra.


***

__ADS_1


Kabar kehamilan Rara di sambut bahagia oleh para sahabat Daniel maupun sahabat Rara. Meskipun Clara dan Ardi sudah tidak tinggal di Indonesia lagi, tapi mereka masih saling bertukar kabar.


Hubungan David dan Jane juga semakin mesra. Karena 1 bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan di Australia. Negara di mana Jane berasal. Tapi mereka berencana mengadakan resepsi yang kedua di Indonesia.


Rara sedang menunggu Thomas sahabatnya yang berjanji akan mengunjunginya dan ingin memperkenalkan seseorang padanya.


Suara teriakan dari luar rumah terdengar. Rara tahu siapa lagi kalau bukan suara putrinya. Daniel dan si kembar baru pulang membelikan pesanan ibu hamil. Rara minta di belikan soto betawi dan sate kambing.


"Bundaaa.. Ade pulang." Ria masuk ke dalam rumah sambil melompat kecil dengan girang.


"Hati-hati sayang nanti jatuh." Ucap Daniel sambil menenteng belanjaan di kedua tangannya.


"Abang, panggil bi Rati ke sini."


"Iya ayah."


Rio pergi ke dapur untuk mencari bi Rati. Seperti yang di minta Daniel, bi Rati datang menghampiri Daniel.


"Bi, tolong semua belanjaan bawa ke dapur. Terus itu soto Betawi sama sate kambingnya taruh di mangkuk lalu bawa kesini." Titah Daniel pada bi Rati.


"Iya den." Bi Rati segera ke dapur dan melakukan seperti yang Daniel minta.


Rara sedang menikmati makanannya ketika sahabat yang dia rindukan datang bersama seseorang yang tentu saja dia kenal.


"Thomas." Seru Rara dan memeluk Thomas dengan erat.


Daniel melihat isterinya berpelukan, segera berdiri dan menarik Rara dari pelukan Thomas. "Pelukannya gak usah lama-lama." Ucap Daniel dan mendudukkan Rara ke tempat semula.


"Santai bro gak bakal aku ambil juga." Kata Thomas sambil tertawa.


"Jadi ini yang mau di kenalin ke aku." Kata Rara menggoda Thomas dan Rosa.


Ya, Rosa lah orang yang ingin Thomas kenalkan pada Rara.


"Kalau ini sih gak usah di kenalin juga. Dah kenal malah." Ujar Daniel sehingga membuat mereka semua tertawa.


"Rencana kapan?" Tanya Rara tiba-tiba yang membuat Rosa bingung.


"Kapan apa?" Tanya Rosa yang tidak mengerti dengan pertanyaan Rara.


Thomas malah hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Rara.


"Untuk itu masih belum. Kita saja baru dekat belum sampai 2 bulan ini. Tapi kalau memang jodohnya, aku pasti siap kapan pun itu." Ujar Thomas sambil menggenggam tangan Rosa. Rosa yang diperlakukan demikian hanya tersenyum malu-malu.


"Awas ya kalau main-main. Aku gak mau temenan lagi sama kamu." Ancam Rosa pada Thomas.


"Kamu galak amat." Thomas terkekeh.


"Ibu hamil memang galak." Goda Daniel dan mendapat cibiran dari Rara.

__ADS_1


"Daddy!!!!" Seru si kembar saat melihat ada Thomas di rumah mereka.


Si kembar menghambur ke dalam pelukan Thomas. Membuat Thomas senang dan memeluk erat keduanya. Tidak lupa ciuman di pipi keduanya.


"Daddy ade kangen."


"Abang juga."


"Daddy juga."


Ketiganya tertawa terbahak. Rosa hanya terkesiap melihat keakraban mereka.


"Jangan heran kalau melihat mereka bertiga seperti itu. Karena memang Thomas lah yang membantu mengurus si kembar selama kami tinggal di Australia. Bagi si kembar Thomas adalah daddy mereka di saat ayah mereka saat itu tidak bersama mereka." Kata Rara pada Rosa agar Rosa tidak salah paham nanti.


Thomas pun memperkenalkan si kembar pada Rosa sebagai kekasihnya. tentu saja si kembar senang. Lagipula si kembar juga sudah kenal dengan Rosa adalah teman ayahnya dan bundanya.


Daniel merangkul pundak isterinya dan mencium puncak kepalanya. "Maafkan aku sayang." Ujar Daniel setelah mendengar perkataan Rara bagaimana Thomas begitu baik menggantikan posisi dirinya sebagai 'ayah' bagi si kembar saat dia tidak berada di sisi Rara. Dia merasa sangat bersalah.


Rara menggenggam tangan suaminya "Semua sudah berlalu. Sekarang aku lebih bahagia bersama kamu yang selalu ada untuk ku." Ucap Rara dengan tulus padanya.


.


.


.


Setelah kepulangan Thomas dan Rosa, Daniel dan Rara masuk ke kamar untuk beristirahat begitu juga dengan si kembar.


"Aku gak nyangka kalau kedua sahabat ku malah berjodoh sama orang-orang yang dekat dengan kita juga." Ujar Rara setelah ikut berbaring disamping suaminya.


"Aku juga gak nyangka. Sekarang sudah gak ada lagi yang bisa menggangu kita. Aku harap Asti bisa mendapatkan pria yang bisa membuat dia bahagia nantinya." Kata Daniel sambil memeluk isterinya.


Asti sudah meminta maaf pada Daniel dan Rara atas semua perbuatannya melalui sebuah surat yang dia titipkan pada Rosa saat datang menjenguknya. Asti mengungkapkan semua penyesalannya dan siap menjalani semua hukumannya. Dia juga berjanji tidak akan mengusik rumah tangga mereka lagi.


"Kamu sih terlalu tampan." Ujar Rara menggoda suaminya.


"Suami siapa dulu." Kata Daniel sambil mencubit hidung Rara gemas.


"Ya suami ku lah. Awas aja kalau ada yang ngaku suami yang lain." Ujar Rara sambil mendengus.


Daniel tertawa terbahak melihat tingkah isterinya yang menggemaskan. "Makin sayang deh." Ujar Daniel lalu mencium bibir Rara sekilas.


"Sekarang kita tidur. Anak kita juga mau istirahat." Ujar Daniel sambil mengelus perut Rara.


Rara kemudian mendusel-dusel hidungnya di dada Daniel. Dia mencium aroma tubuh suaminya sebelum tidur. Sejak Rara yang suka mencium dadanya, Daniel tidak pernah lagi memakai baju saat tidur. Dia memberikan kenyamanan untuk isterinya. Apapun yang di minta isterinya pasti akan Daniel penuhi. Demi Rara dan juga calon anak mereka yang di rahim Rara saat ini.


Tidur Daniel terusik kala merasakan ada sesuatu yang menyentuh pipinya. Daniel dengan berat membuka matanya. Kala menyadari kalau itu perbuatan isterinya, Daniel mengucek matanya dan melihat jam di nakas menunjukkan pukul 23.30. Rara duduk di tempat tidur menghadap dirinya.


"Kenapa sayang? Kenapa gak tidur?"

__ADS_1


Tanya Daniel. Dia yakin pasti ada sesuatu yang di inginkan isterinya tengah malam begini.


"Aku mau es krim"


__ADS_2