Boss Ku, Ayah Anakku

Boss Ku, Ayah Anakku
Malaikat Tampan


__ADS_3

1 minggu kemudian


Hari ini adalah acara penting bagi keluarga Mahendra. Yaitu acara resepsi pernikahan putra tunggal pengusaha terkenal pemilik DM Group, Tuan Arnold Mahendra. Seluruh pengusaha baik dari Indonesia maupun dari luar negeri di undang ke acara tersebut. Pesta yang di adakan pada malam hari itu, sangat mewah dan meriah.


Banyak yang hampir tidak percaya jika selama ini putra Tuan Arnold sudah menikah apalagi tenyata sudah memiliki anak yang sangat lucu dan menggemaskan. Walaupun isteri Daniel bukan dari kalangan orang kaya, tapi semua undangan yang hadir disana memuji kecantikan Rara. Dia bukan hanya cantik, tapi juga anggun dan elegan. Seperti dia juga berasal dari kalangan atas.


"Kalau kamu lelah duduk lah." Bisik Daniel di telinga isteri nya. Daniel prihatin melihat isterinya terlalu lama berdiri karena menyalami para tamu.


"Tidak pa-pa. Aku akan duduk kalau aku sudah lelah." Ucap Rara pada suaminya.


Si kembar berdiri di samping kiri kanan orang tuanya.


"Ayah, kenapa orang-orang ini tidak berhenti bersalaman. Ade capek." Kata Ria dengan mimik wajah yang sangat menggemaskan.


Daniel tertawa mendengar keluhan putrinya. Bahkan para tamu yang sedang bersalaman pun ikut tertawa dan mencubit gemas pipi Ria.


"Kalau ade capek, ade duduk saja." Kata Daniel. Lalu mendudukkan putrinya di kursi yang ada di samping Daniel.


Acara yang di adakan malam ini sangat meriah. Makanan yang di sediakan pun melimpah ruah. Jadi berapa kali pun tamu undangan untuk makan tidak akan jadi masalah.


Daniel mengajak Rara untuk turun dari pelaminan. Daniel membawanya ke tengah Ballroom tersebut untuk berdansa. Semua pasang mata disana memandang takjub pasangan tersebut.


Pasangan yang sangat serasi.


Daniel dan Rara berdansa dengan sangat indah mengikuti irama musik. Tatapan Daniel tidak pernah lepas memandang kecantikan isterinya malam ini.


"Aku sangat mencintaimu Rara Anastasia." Ucap Daniel dengan lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu Daniel Mahendra." Ucap Rara membalas ungkapan cinta Daniel padanya. Kemudian menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


Tuan Arnold dan Nyonya Maria tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya diliputi kebahagiaan demikian. Mereka berharap mereka akan di berikan cucu lagi, agar rumah semakin bertambah ramai.


Tapi ada satu orang yang tidak memiliki rasa bahagia itu di hatinya. Bahkan di matanya hanya terpancar kebencian melihat pasangan yang sedang berdansa tersebut.


"Kalian boleh menikmati hari ini dengan senyum bahagia. Tapi senyum bahagia itu tidak akan lama lagi hilang." Gumamnya sambil mencengkeram gelas minuman di tangannya.


"Anda kenapa Pak Riko? Kenapa di sini tidak masuk ke dalam?" Tanya salah seorang karyawan yang mengenal Riko.

__ADS_1


Riko terkejut dan berusaha bersikap santai di depan karyawan tadi.


"Aah tidak pa-pa saya hanya gerah berada di dalam. Jadi cari angin saja di luar. " Jawab Riko dengan gugup. Dia takut karyawan tadi mendengar apa yang dia ucapkan barusan.


"Baiklah pak. Kalau begitu saya permisi ke dalam." Pamit karyawan tadi pada Riko. Hanya anggukan yang Riko berikan. Kemudian dia masuk kedalam bergabung dengan yang lain.


Laura, Naira dan Rosa sedang menikmati makanan yang di sediakan sambil menyaksikan Daniel dan Rara yang sedang berdansa.


"Mereka memang pasangan yang sangat serasi ya." Kata Laura kagum.


"Rara sangat beruntung bisa menjadi isteri Daniel. Apalagi Daniel sangat mencintai Rara." Naira juga menambahkan kekagumannya pada Daniel dan Rara.


"Aku bahagia melihat mereka baha–." Ucapan Rosa terputus saat dengan tidak sengaja matanya menangkap seseorang yang di lihat nya tempo hari bersama Asti.


"Apa yang di lakukan nya di sini?" Tanya Rosa pada dirinya sendiri.


Mata Rosa tidak lepas dari laki-laki itu. Lalu Rosa mencegat salah satu tamu yang hadir, yang ternyata adalah salah satu karyawan Daniel.


"Mbak, maaf tanya. Laki-laki yang pakai jas hitam berkacamata yang berdiri dekat pintu itu siapa ya?" Tanya Rosa pada salah satu karyawan yang hadir disana.


"Oh itu namanya Pak Riko. Dia asisten pribadi pak Daniel."


"Astaga!" Rosa menganga tidak percaya.


"Apa mungkin ini kebetulan? Tapi kenapa dia bersama Asti kemarin?" Gumam Rosa.


Otaknya masih terus berpikir kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.


"Rosa lo kenapa sih? Kek orang bingung gitu." Laura jadi sedikit khawatir dengan Rosa.


"Lo lihat siapa sih?" Laura mencari tahu kemana arah pandang Rosa tapi tidak dia temukan.


"Gak pa-pa. Kek nya gue laper lagi deh." Kata Rosa lalu beranjak pergi mencari makanan lain di sepanjang sisi ruangan tersebut.


Rosa belum ingin menceritakan apa yang dia lihat tadi. Dia masih ingin memastikan lebih dulu. Tapi dia bingung dia harus minta bantuan pada siapa. Kalau dia ceritakan pada Daniel, takutnya Daniel tidak percaya padanya.


Rosa menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Karena asik berperang dengan pikirannya sendiri Rosa sampai tidak fokus berjalan hingga menabrak seseorang dan menumpahkan minuman di tangan orang itu ke gaun yang dia kenakan.

__ADS_1


"Astaga! Maaf saya tidak sengaja." Ucap orang itu dengan perasaan sangat menyesal.


Rosa ingin marah dan memaki orang itu, tapi saat dia mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang menabraknya. Tubuh Rosa seketika membeku. Dia berpikir apakah dia sudah mati. Kenapa malaikat di depannya ini begitu tampan.


"Astaga dia sangat tampan." Batin Rosa.


Tanpa sadar Rosa tersenyum dengan tatapan yang tidak lepas dari orang itu.


"Hey. Are you okay?" Laki-laki itu


mengibaskan tangannya di depan wajah Rosa dan membuat Rosa tersadar.


"Aa-aku tidak pa-pa." Jawab Rosa gugup.


"Tapi gaun mu jadi kotor karena ku. Aku bayar biaya laundry nya. Kamu bisa hubungi aku di nomor ini." Laki-laki itu memberikan kartu namanya pada Rosa.


Rosa membaca kartu nama itu dan menyebut nama laki-laki tadi. "Thomas Adhitama."


"Ya nama ku Thomas Adhitama." Lalu dia mengulurkan tangannya pada Rosa sambil tersenyum. Dan Rosa menyambut uluran tangan itu.


"Aku Rosa." Ucap Rosa.


"Baiklah Rosa, aku tinggal dulu. Hubungi saja nanti. Permisi." Rosa mengangguk pelan saat laki-laki tadi pamit padanya.


Rosa melonjak kegirangan lalu datang menghampiri Naira dan Laura dengan senyum merekah di wajahnya.


"Tadi kek orang bingung, sekarang kek orang gila." Ucap Laura sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rosa.


Tapi Rosa tidak menanggapinya. Matanya melihat kartu nama itu kembali dan tersenyum mengingat wajah tampan Thomas.


"Moga saja dia jodoh yang Tuhan kirim buat gue." Doa Rosa dalam hatinya.


***


Di tempat lain, Asti yang sedang menikmati liburannya di Paris terusik dengan berita tentang resepsi pernikahan Daniel dan Rara yang sangat mewah yang dia baca di laman Google.


Asti melempar ponselnya karena kesal dengan berita tersebut. Harusnya dia bisa menikmati liburannya tanpa ada berita seperti ini. Tiba-tiba sebuah pesan masuk dari seseorang yang tidak asing baginya. Asti membuka video tersebut.

__ADS_1


Hatinya sangat panas melihat video yang menampilkan kemesraan Daniel dan Rara saat berdansa. satu panggilan masuk dan Asti menggeram saat menerimanya.


"Gue terima tawaran lo. Tunggu gue pulang." Ucap Asti dan memutuskan sambungan teleponnya.


__ADS_2