
Daniel dan Rara mendapat kabar kalau semalam Clara sudah melahirkan. Siang ini mereka berencana untuk menjenguknya di rumah sakit. Setelah jam makan siang, Daniel menjemput Rara dan si kembar.
"Ayah kita mau kemana?" Tanya Ria dengan semangat. Karena dia senang bisa keluar rumah.
"Kita akan menjenguk adik bayi." Ucap Daniel sambil menggendong putrinya masuk ke dalam mobil.
"Abang, tali sepatunya ikat yang kuat." Kata Rara yang melihat tali sepatu Rio seperti mau terlepas.
"Iya bunda." Jawab Rio lalu membungkukkan badannya untuk mengikat tali sepatunya dengan benar.
"Sayang kita mampir dulu di toko perlengkapan bayi." Kata Rara pada suaminya.
"Oke sayang." Ujar Daniel mengiyakan permintaan isterinya.
"Perlengkapan bayi untuk apa bunda?" Tanya Ria.
"Hadiah untuk adik bayi sayang." Ucap Rara dengan tersenyum pada Ria.
.
.
.
Tiba di rumah sakit si kembar sangat senang karena akan bertemu adik bayi.
"Adik bayinya mana ayah?" Tanya Ria dengan kepalanya menoleh kesana kemari karena tidak menemukan adik bayi.
Daniel hanya terkekeh melihat tingkah putrinya. "Sebentar lagi sayang." Ucap Daniel sambil mencium gemas Ria.
Saat memasuki ruang inap Clara, si kembar langsung melonjak kegirangan karena melihat adik bayi yang tidur dalam gendongan Ardi.
"Adik bayi..adik bayi..ayo kita bermain." Ucap Ria sambil memainkan tangan mungil adik bayi.
Ardi, Clara, dan juga Rara Daniel tertawa melihat kelucuan Ria.
"Selamat ya." Ucap Rara pada Clara sambil tersenyum. Dan meletakan sekeranjang buah beserta hadiah perlengkapan bayi di atas meja.
"Makasih Ra." Balas Clara juga dengan tersenyum.
"Sekarang gimana rasanya jadi ayah?" Tanya Daniel menggoda Ardi.
"Gue gak nyangka secepat ini jadi ayah. Gue bahagia banget." Kata Ardi sambil mencium putrinya.
Ya, jenis kelamin anak Ardi dan Clara adalah perempuan.
"Om siapa nama adik bayinya?" Tanya Rio sambil memainkan jemari mungil adik bayi.
__ADS_1
"Namanya Queena Adia Radhika." Jawab Ardi dengan semangat.
"Om, Abang panggilnya Nana ya?" Tanya Rio sambil menatap bayi mungil di gendongan Ardi.
Ardi penasaran kenapa Rio ingin memanggil putri nya dengan panggilan Nana. "Boleh om tahu kenapa abang mau panggil adik bayi dengan panggilan Nana?" Tanya Ardi.
"Abang suka Nana." Jawab Rio sambil menatap bayi mungil itu dengan intens. Sambil sesekali dia mengelus lembut pipi Nana.
Daniel terperangah dengan jawaban putranya. Begitu juga dengan Ardi.
"Heemm gue rasa gue bakal jadi besan lo." Ucap Ardi pada Daniel yang kemudian tertawa.
"Astaga sayang anak kita sudah melamar anak Ardi nih." Ujar Daniel juga sambil tertawa melihat kepolosan putranya. Rara dan Clara juga terkekeh.
"Kamu harus siapin modal yang banyak buat pernikahan anak kita mulai dari sekarang." Ujar Rara pada suaminya sambil tertawa.
"Abang sangat lucu ya." Kata Clara pada Rara.
Rara terkekeh menanggapi perkataan Clara. "Sebenarnya abang anak yang pendiam. Tapi sepertinya hari ini jiwa tebar pesonanya turun dari ayahnya muncul."
"Namanya juga orang tampan. Buktinya kamu saja cinta mati sama aku ya kan." Kata Daniel sombong sambil mengedipkan matanya pada Rara.
"Terlanjur sih." Jawab Rara yang membuat Ardi dan Clara tertawa.
Sedangkan Daniel cemberut mendengar perkataan isterinya.
"Bunda bikin ayah sedih." Jawab Daniel dengan wajah berpura-pura sedih.
"Sini ade cium." Ucap Ria lalu mencium kedua pipi Daniel.
"Terima kasih anak ayah." Kata Daniel dan membalas mencium putrinya dengan gemas.
"Kapan rencana kalian pindah?" Tanya Rara pada Clara.
"Mungkin setelah Queena paling tidak berusia 3 bulan." Kata Clara sambil memandang putrinya dari tempat tidur.
Ardi menenangkan putrinya yang merengek dalam gendongannya. Si kembar juga ikut menenangkan Queena dengan bernyanyi lagu anak-anak yang mereka tahu. Tapi tak ada satupun dari lagu tersebut yang mampu membuat Queena berhenti menangis. Daniel terkekeh melihat tingkah polah anaknya yang menggemaskan.
"Bawa Queena kemari. Dia pasti lapar." Ujar Clara. Rara membantu Clara duduk agar memudahkannya untuk memberi ASI pada bayinya.
Kemudian Rara beranjak dari sana untuk bergabung dengan suaminya dan si kembar di sofa. Ardi membawa Queena ke dalam gendongan isterinya dengan sangat hati-hati.
Benar saja Baby Queena sangat lapar sekali. Ardi begitu tertegun melihat putrinya begitu lahap meminum ASI pada isterinya. Dia memandang takjub anak dan isterinya sebagai ciptaan yang luar biasa yang Tuhan berikan padanya.
"Putri daddy lapar sekali ya?" Ujar Ardi sambil membelai lembut sayang putrinya. Dia juga menatap lembut isterinya dan mengecup puncak kepala isterinya.
"Terima kasih sudah memberikan hadiah terbaik dan berharga dalam hidupku." Ucap Ardi pada Clara dan di balas senyuman manis Clara untuk suaminya.
__ADS_1
Daniel dan Rara turut bahagia melihat kemesraan Ardi dan Clara. Apalagi sekarang sudah ada Baby Queena di antara mereka.
"Ayah bolehkan Nana abang bawa pulang?" Tanya Rio dengan polos. Hingga membuat Daniel dan Rara terkesiap dengan permintaan putranya.
"Sayang, Nana masih sangat kecil. Dia tidak bisa berpisah dari mommy nya." Ujar Rara memberi pengertian pada Rio.
"Tapi bagaimana kalau abang kangen Nana?" Tanya Rio lagi sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kita kan bisa datang berkunjung ke rumah Nana." Ujar Rara lagi sambil tersenyum.
"Benarkah?" Tanya Rio dengan semangat. Rara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sepertinya memang kita harus mempersiapkan modal yang banyak untuk abang." Bisik Daniel di telinga isterinya sehingga membuat Rara tertawa.
"Kayaknya lo bakal siapin mas kawin mulai dari sekarang deh. Karena anak gue mintanya gak hanya seperangkat alat sholat di bayar tunai." Ujar Ardi menimpali sambil terkekeh.
Daniel mendengus dan mencebik ke arah Ardi. "Itu bukan anak lo yang minta, tapi lo nya yang minta." Ujar Daniel.
Pintu kamar terbuka, membuat mereka semua mengalihkan pandangan ke arah pintu. David datang dengan membawa buket bunga juga buah-buahan dengan tersenyum lebar.
"Om David!" Teriak Ria dan langsung berlari ke arah David.
David meletakkan bawaannya di atas meja, lalu menggendong Ria.
"Kangen sama om?" Tanya David yang mencium Ria dengan gemas.
"Iya ade kangen sekali sama om David." Kata Ria sambil bergelayut manja dalam gendongan David.
"Selamat bro dah jadi ayah lo sekarang." Ujar David sambil menyalami Ardi. Lalu mengucapkan selamat juga pada Clara.
"Rio mana? Gak kalian ajak?" Tanya David pada Daniel karena tidak melihat Rio di sekitar mereka.
"Lo lihat saja sana anak gue jadi bucin sama anaknya Ardi." Ujar Daniel menunjuk putranya yang tidak mau jauh dari box bayi Queena.
"Wooaaaahhh..pasti seru nih kalian bakal jadi besanan." Ujar David terkekeh.
"Ntar gue kasih tahu anak gue biar minta mas kawinnya yang mahal-mahal. Secara calon ayah mertuanya kan kaya raya." Ujar Ardi sambil tersenyum mengejek Daniel.
"Dasar matre lo." Kata Daniel mendengus tapi kemudian terkekeh.
"Kita tunggu undangan lo sama Jane." Ujar Ardi.
"Tenang saja. Lo semua pasti gue undang jadi tamu istimewa gue." Ucap David tersenyum lebar.
Siang itu mereka habiskan kebersamaan mereka sambil bercanda dan mengobrol.
Jarang sekali mereka bisa berkumpul seperti itu karena kesibukan yang mereka jalani setiap harinya.
__ADS_1