
Dua hari telah berlalu, dan hari ini adalah hari sabtu. Eomma mengajak Cinta main ke rumah. Selama di Korea eomma memang menempati apartemen Rama yang berada di sebelah unit Cinta jadi mereka pagi ini datang bersama.
Aku dan appa sedang bermain jenga berdua.
" Joeun achim ( selamat pagi )." Teriak eomma menghampiriku dan appa.
Aku langsung berdiri dan menyambut eomma dengan ciuman di pipi kanan dan kirinya. Kemudian eomma beralih pada appa.
Saat eomma sibuk dengan sapaannya pada appa, aku mendekati Cinta dan mengecup sekilas bibirnya.
CUP.
Cinta melotot ke arahku, dia protes karena eomma dan appa ada di sebelah kami tapi aku berani mengecup bibirnya di sebelah mereka.
Aku memang beberapa hari ini belum berciuman dengan Cinta hahaha. Tidak, bahkan hanya sekedar mengecup bibirnya sekilas saja aku tidak melakukannya. Kami berdua terlalu sibuk dengan pekerjaan dan pendekatanku dengan eomma. Jujur saja aku sangat merindukan kekasih cantikku ini.
" Eomma? Boleh engga Aidan pergi berdua sama Cinta? " Tanyaku pada eomma.
" Eoh? Kalian mau kemana emangnya?" Tanya eomma menoleh padaku.
" Kencan dong eomma. Kalau ada eomma sama appa, Aidan engga bisa cium Cinta dong. Hehehe." Godaku.
" AIDAN." Cinta menegurku sambil mencubit kecil pinggangku.
" Aw.. Aw.. Aw.. Sakit sayang. Becanda doang kok becanda." Ucapku beralasan sambil meringis menahan sakit.
" Kencengin lagi aja Cinta cubitannya, emang dasar mesum banget tuh pikirannya Aidan." Ucap appa mengompori Cinta. Aku tahu appa pasti sedang balas dendam padaku.
" Appa? Parah nih, padahal appa sama mesumnya juga...Aw.. Aw..Aw.. Lepas sayang lepas... Ampun." ujarku mengaduh dan meminta Cinta melepaskan cubitannya. Akhirnya setelah aku memohon, Cinta pun melepaskan cubitannya di pinggangku.
" Kok udahan Cinta? Appa belum puas lihat Aidan kesakitan." Ujar appa.
" Do Hyun." Eomma menegur appa.
" Omelin aja tuh eomma, appa gitu tuh. Masih mending Aidan lah cuman cium, lah appa udah unboxing tapi engga diajakin nikah." Cibirku yang kemudian menoleh pada eomma. Aku mengulum senyum sambil mengambil langkah mundur.
" Maksud kamu apa?" Tanya appa.
" Tanya aja sama eomma. Haha.. Aidan pergi dulu." Ujarku kemudian berlari kabur sambil menarik tangan Cinta. Entah apa yang akan dilakukan eomma pada appa atau sebaliknya. Yang jelas semoga saja kedua orang tuaku bisa kembali rujuk.
Aku dan Cinta masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumahku.
" Sayang? Kira-kira kita harus kemana yah? Kamu ada rekomendasi tempat?" Tanyaku pada Cinta yang sejujurnya hanya basa basi karena aku sudah memesan hotel di provinsi gangwon.
Yang di tanya malah diam saja. Aku menoleh ke samping dan melihat Cinta menekuk wajah cantiknya.
" Kamu kenapa cemberut gitu sih?" Tanyaku yang kemudian kembali fokus ke jalanan.
" Kamu tuh selalu bilang hal-hal vulgar di depan appa tentang kita. Nanti appa dan eomma akan berpikir kalau aku cewe murahan tahu."
" Hei mereka engga akan berpikiran gitu kok. Mereka juga tahu aku bercanda sayang. Kamu kaya engga biasa aja sih?"
" Ya bukan gitu. Lagipula kan tadi ada eomma."
" Ya kenapa? Eomma tahu kok kalau kita belum pernah ngapa-ngapain. Malah eomma bangga sama kamu karena nolak untuk *** pranikah."
" Kamu ceritain hal-hal vulgar kita sama eomma?"
" Ya engga. Aku cuma becanda-becanda aja kaya tadi. Lagian eomma sama appa itu bukan tipikal orang tua yang kolot. Mereka sendiri ngesex tanpa ikatan pernikahan kok."
" Hah?" Kulihat Cinta terkejut.
" Kamu kaget? Ya sama aku juga. Aku engga nyangka orang tuaku masih doyan ngesex juga hahaha."
__ADS_1
" Hish." Cinta memukul lenganku.
" Hehe bukan gitu. Maksudku aku kaget karena aku engga nyangka aja mereka melepas kangen dengan adegan panas kaya gitu tapi entah kenapa mereka engga berpikir untuk kembali menjadi suami istri lagi. Padahal aku berharap banget mereka rujuk."
" Kamu tahu dari mana mereka begituan?" Tanya Cinta.
" Ya appa lah yang bilang siapa lagi yang otaknya kadang sengklek? Hahaha."
" Hush kamu tuh engga sopan banget bilang gitu sama appa."
Aku menyetel peta di mobil ke arah pantai Jeongdongjin. Cinta memperhatikanku kemudian bertanya.
" Kenapa ke situ? Bukannya Gangneung cukup jauh?" Tanyanya.
" Kamu udah pernah ke sana?" Tanyaku.
" Belum sih cuma temen-temen bilang di sana bagus untuk lihat matahari terbit."
" Ya itu emang tujuanku sayang. "
" Hah? Maksudnya?"
" Ya kita nginep terus lihat matahari terbit di pantai itu." Jawabku.
" Nginep? Aku engga bawa baju ganti loh." Ucap Cinta khawatir.
" Ya ampun engga usah khawatirin baju ganti sih. Pacarmu ini kaya loh. Tinggal beli aja."
" Hisshhh. Sombong." Cebiknya.
" Bukan sombong. Ini kenyataan loh. Kamu patut bangga karena kekayaan pacarmu ini bukan hasil orang tua loh."
" Iya iya, aku bangga."
" Mana bisa. Aku bukan tipikal orang yang engga ganti baju lewat dari setengah hari." Protesnya.
" Kan malemnya engga perlu pakai baju bisa." Godaku padanya.
" Hei maksud kamu apa?"
" Ya.. Ya gitu. Suasana romantis engga pakai baju masa engga tahu?" Godaku padanya.
" DASAR MESUM." Cinta memukul kepalaku dengan tasnya.
" Nikahin aja belum pasti udah... Ups." Cinta menutup mulutnya tiba-tiba. Aku yang terlanjur mendengarnya pun jadi mengulum senyum.
" Oooohh jadi pacarku ini nolak begituan takut engga di nikahin?" Godaku.
" Engga. Bukan gitu kok." Elak Cinta.
" Terus kalo bukan gitu gimana benernya?" Tanyaku dengan nada menggoda.
" Ya.. Ya.. ( terbata-bata ) ya soalnya ayah mau jodohin aku kalau sampai tahun ini aku engga ngenalin calon suami." Jawab Cinta menunduk.
" Hah? Di jodohin?" Aku terkejut sampai mengerem mendadak. Untung saja tidak ada kendaraan di belakangku. Ku tepikan mobilku dan menoleh pada Cinta. Kulihat Cinta terkejut dengan caraku yang mengerem mendadak tapi dia langsung mendapatkan kesadarannya kemudian menjawab.
" Ii.. Iya ( Terbata-bata karena takut ) Aku mau di jodohin sama ayahku kalau aku engga segera dilamar tahun ini. Kamu tahu kan kalau di Indo gadis umur 28 tahun belum menikah itu udah di cap perawan tua?" Ucap Cinta.
" Jadi... Jadi..." Cinta kulihat ragu untuk melanjutkan perkataannya.
" Jadi apa? Jadi kamu setuju gitu?" Tanyaku khawatir.
Cinta menggelengkan kepalanya cepat.
__ADS_1
" Jadi apa maksudnya?" Tanyaku penasaran.
" Jadi... Kamu mau nikahin aku atau engga?" Tanyanya yang membuatku terkejut.
Kenapa malah Cinta yang melamarku sih? Ah elah malah keduluan gini. Di tanya seperti itu malah membuatku diam. Sejujurnya yang kupikirkan kenapa aku bisa keduluan Cinta untuk bertanya mengenai pernikahan? Tapi sepertinya Cinta salah menangkap.
" Kamu serius sama aku atau engga sih Aidan? " Tanya Cinta padaku dengan nada agak meninggi.
" Kalau kamu engga serius sama aku, aku bakal..."
Kuhentikan ucapannya dengan ciumanku. Aku ******* bibirnya yang sudah beberapa hari ini tidak ku nikmati. Cinta membalas ciumanku penuh hasrat. Dia bahkan memimpin permainan lidah kami. Tak lama kulepaskan lumatanku dari bibirnya. Kupandangi wajahnya intens.
" Jangan menerima perjodohan itu Cinta. Aku, Aidan Kim akan segera menikahimu Cinta Maharani." Ucapku yang kemudian kembali melumati bibirnya.
Kulepaskan pagutanku saat menyadari Cinta kehabisan napas oleh ciumanku yang terbilang liar tadi.
" Cinta?" Panggilku.
" Hem?"
" Aku ingin bertemu dengan ayah dan ibumu." Ucapku yang membuat Cinta fokus padaku.
" Hah? Beneran?" Tanyanya terlihat excited.
Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban.
" Tapi.."
" Tapi apa?" Tanya Cinta penasaran.
" Nanti saja kita bahas setelah sampai di hotel yah?" Jawabku yang tidak menunggu persetujuan Cinta langsung melajukan mobilku ke pantai Jeongdongjin.
...***...
Sekitar 4 jam kami sampai di kota gangneung tempat pantai Jeongdongjin berada. Aku sudah memesan kamar di Sun Cruise Resort and Yacht.
Kami langsung cek in untuk beristirahat sebentar.
" Kamu sengaja pesan satu kamar yah?" Tanya Cinta ketika kami dalam perjalanan ke kamar.
" Aku pesen yang twin kok kasurnya. Kamu engga usah berpikiran negatif deh." Jelasku padanya yang kulihat khawatir sejak pertama kali tahu bahwa aku memesan satu kamar saja.
Sampailah kami di kamar yang memiliki pemandangan indah dari pantai jeongdongjin. Selain itu ada private pool di dalamnya.
" Woaaa.. Yeppeuda ( indahnya )." Ucap Cinta begitu melihat pemandangan laut dari tepi private pool. Aku mengamini keterpesonaan Cinta dengan pemandangan yang ada di hadapan kami ini.
" Kamu suka?" Tanyaku.
" Suka Aidan. Makasih udah ajak aku ke sini."
Aku memeluk Cinta dari belakang dan menikmati wangi yang keluar dari ceruk lehernya sambil memandang jauh ke depan.
Kuhadapkan Cinta padaku. Kupandangi wajahnya intens.
" Cinta Maharani?" Panggilku lembut yang membuat Cinta mengulum senyum.
" Wae Aidan Kim?" Jawabnya bernada manja.
Aku tersenyum mendengar jawabannya.
" Cinta? Narang gyeoronhae jullae? ( Maukah kamu menikah denganku)?"
...___bersambung___...
__ADS_1
...Yuhuuuuu akhirnya Aidan ngelamar Cinta juga. Kayanya sebentar lagi kita udah sampai ending yah. Semoga masih suka ya sama karya Author. Jangan lupa like dan komennya ya.....