
Seminggu kemudian appa dan juga eomma datang ke Indonesia untuk acara lamaranku pada Cinta.
Aku dan Cinta sengaja tidak kembali ke Korea sampai acara lamaran kami berlangsung karena jaraknya yang hanya seminggu sejak pembicaraan serius kami dengan ayah. Meski tidak kembali ke Korea tapi aku tidak tinggal di rumah Cinta melainkan pergi ke Jakarta menempati apartemenku di sana. Aku juga langsung menyampaikan kabar gembira ini pada Jona hyung dan juga Jessi noona.
Dan tiga hari setelahnya eomma dan appa datang ke Jakarta dan tinggal bersamaku di apartemen. Dan hari ini, sejak kemarin kami sudah berada di salah satu hotel di Yogyakarta untuk persiapan lamaran.
Dan akhirnya malam yang sudah kutunggu-tunggu pun datang juga. Kami berlima, aku, appa, eomma, Jona hyung dan Jessi noona berangkat ke kediaman Cinta. Dalam perjalanan aku merasa sangat gugup bahkan beberapa kali aku menghela napas berat.
" Bukan loe banget sih Aidan gugup gitu." Jessi noona meledekku.
" Lihat tuh tangannya tremor gitu." Jona hyung ikut-ikutan meledek.
" Berisik kalian berdua deh. Engga tahu adeknya lagi gugup bukannya di semangatin malah di ledek." Protesku.
" Calon istri namanya siapa? Nanti lupa lagi namanya." Ucap Appa ikutan meledek juga.
" Ish appa juga diem deh. Kalau nama engga mungkin lupa lah. Namanya udah terpatri di hati." Ucapku kesal di ledek terus.
" Eomma bangga sama kamu Aidan, punya keberanian untuk melamar Cinta bahkan eomma salut sama cara kamu menaklukkan hati calon ayah mertuamu itu." Ucap eomma satu-satunya yang waras menurutku.
" Thank's eomma. Emang cuma eomma yang paling lurus. Yang lainnya sengklek." Ucapku.
" Kamu engga salut sama aku yang masih mencintaimu sampai sekarang Liana?" Tanya appa menggoda eomma.
" Apa sih kamu Do hyun? Kamu engga malu sama anak-anak? Udah mau punya cucu juga." Eomma kulihat malu-malu.
" Appa belum berhasil juga bikin eomma balik lagi jadi istri appa?" Tanyaku balik meledek appa.
" Kamu ngeledek appa?"
" Iyalah. Katanya mantan playboy tapi naklukkin lagi hati eomma aja engga bisa. Hahahaha." Aku tertawa puas.
" Kata siapa appa engga bisa taklukin eomma? Appa bisa taklukin eomma di ranjang tahu, kamu mau adik lagi emangnya?" Jawab appa yang terdengar vulgar.
" Hei Sajangnim anda mesum sekali." Ujarku.
" Loh kok mesum? Kenyataannya gitu kok, eomma kamu juga engga kuat nanganin kekuatan appa." Balas appa tak mau kalah.
" Helooo di sini ada noona yah, appa engga malu ngomong kaya gitu di depan mantu?" Tegurku pada appa.
" Hahaha. Maaf ya Jessi, appa terlalu terbiasa sama anak laki-laki jadi bahasanya suka tidak terkontrol." Ucap appa.
" Hehe gapapa appa. Semangat aja bikin adik barunya buat kita." Balas noona.
Kami menoleh cepat pada Jessi noona. Kulihat Jona hyung menyikut istrinya itu.
" Bwahahaha. Noona kan sama-sama otaknya mesum. Cocok tuh gibahan sama appa." Aku tertawa terbahak-bahak mengatakannya.
Memang Jessica sering melontarkan candaan mesum tapi entahlah aslinya seperti apa, cuma Jona hyung yang paham. Tapi kutebak pasti omes juga. Hahaha.
" Kamu tuh." Jona hyung protes pada istrinya.
" Maaf appa eomma, Jessi cuma bercanda." Noona langsung meminta maaf pada appa dan eomma.
" Tuh Liana? Bumil yang minta loh. Ayo kita kabulin. Kita kasih adik baru buat mereka." Ucap appa yang langsung di hadiahi cubitan kecil di pinggang oleh eomma.
" Awwww... Sakit Liana. Lepas, lepas, ampun."
" Cubit lagi yang kenceng eomma, emang mesum banget tuh appa." Ucapku mengompori.
" Hei Aidan awas kamu yah pakai acara jadi kompor segala." Appa mengomeliku yang masih di bawah cubitan eomma.
Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, rombongan keluargaku sampai di kediaman Cinta.
Ayah dan ibu sudah menyambut kami di luar.
__ADS_1
Entah kenapa aku mulai gugup lagi sejak turun dari mobil. Aku memaksakan diri tersenyum padahal hatiku dag dig dug kencang sekali.
Aku meraih tangan ibu dan ayah bergantian untuk menciumnya takzim. Eomma, appa, Jona hyung dan Jessi noona pun bergantian bersalaman dengan ayah dan ibu.
Tak lama Cinta keluar dengan senyum yang mengembang. Dia menyapa kami semua.
" Appa, eomma, oppa, eonni." Cinta memanggil mereka kemudian membungkukkan badannya 90° seperti salam khas korea.
Aku memandanginya dengan mengulum senyum. Cinta benar-benar terlihat cantik sekarang. Apa karena seminggu tidak bertemu dengan Cinta yah aku merasa dia 100 kali lebih cantik dari biasanya? Ah bahkan jantungku tidak bisa di ajak kompromi. Dia berdetak sangat cepat sampai aku merasa gerakannya menembus keluar.
Ayah dan Ibu mempersilahkan kami semua masuk.
" Pak Bagaskara, ibu Yunita? saya Kim Do hyun dan ini Liana, kami orang tua Aidan Kim dan itu Jonathan dengan istrinya Jessica, kakaknya Aidan. Kami datang kemari ingin menyampaikan keinginan anak kami Aidan Kim untuk melamar putri anda Cinta Maharani. Sebagaimana yang kita tahu bahwa mereka sudah saling jatuh cinta dan menginginkan hubungan yang lebih serius. Jadi saya berharap lamaran putra saya ini bisa di terima baik oleh keluarga pak Bagas terutama oleh Cinta." Appa langsung mengutarakan maksud kedatangan kami ke rumah ini.
" Pertama saya ingin berterima kasih atas kedatangan keluarga nak Aidan ke kediaman kami yang sederhana ini. Dan saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada putra pak Kim yang sudah mencintai putri saya yang banyak kekurangan ini. Saya dan Yunita sebagai orang tua dari Cinta Maharani ingin menyampaikan bahwa kami dengan tangan terbuka menerima putra anda Aidan Kim sebagai calon suami putri saya Cinta."
Selama pembicaraan lamaran ini berlangsung aku terus saja mencuri pandang pada Cinta. Dia benar-benar membuatku gila saking merindukannya. Kenapa di saat seperti ini kita tidak bisa berduaan saja? Ah rasanya aku mungkin akan khilaf jika berdua saja dengannya.
" Jadi kira-kira kapan nak Aidan siap menikahi Cinta?" Ayah bertanya padaku namun aku tidak bergeming dari pandanganku pada Cinta. Aku bahkan tidak mendengar pertanyaan itu.
" Aidan?" Panggil appa yang membuatku terkejut.
" Ah ne appa? Waeyo? ( ya appa, kenapa? )" Tanyaku.
" Loe fokus dong Aidan." Jona hyung membisikiku.
" Sepertinya putra saya sudah benar-benar tergila-gila dengan putri anda pak. Dia memang cenderung seperti itu kalau fokus terhadap sesuatu sampai orang lain memanggil saja tidak dengar." Ucap appa yang membuatku bingung.
Aku menarik senyum kaku karena tidak tahu mereka membicarakan apa.
" Jadi loe kapan siap nikahin Cinta? calon mertua loe nanya itu." Tanya Jona hyung yang membuatku jadi malu.
" Hehe ( tersenyum kaku ) maaf yah, saya terlalu fokus sama Cinta. Saya siap kapan saja yah, kalau malam ini mau juga saya siap." Ujarku lantang.
" Haha ( tersenyum kaku ) maaf pak anak saya terlalu bersemangat." Ucap appa.
Appa memukulku dengan tertawa canggung.
" Haha, kamu terlalu bersemangat boy. " Ucap appa menyeret kalimatnya.
Aku jadi bingung sendiri dengan respon appa.
" Bagaimana kalau bulan depan saja pak? Cukup tidak persiapannya?" Ayah mengajukan waktu terbaik.
" Kami siap saja pak. Baiklah kalau begitu kita tetapkan saja bulan depan mereka menikah ya."
Semua menyetujui ide dari ayah tak terkecuali aku dan Cinta.
Dan pembicaraanpun selesai. Kami semua di ajak makan malam bersama dan setelah selesai kami berbincang masing-masing.
Para orang tua berbicara di ruang tamu sementara aku, Cinta, Jona Hyung dan Jessi noona ngobrol santai di teras rumah.
" Cinta? Selamat yah sebentar lagi kita akan jadi keluarga. Baby Kim pasti seneng banget deh aunty Cinta akan segera resmi jadi aunty nya." Jessi memberi selamat pada Cinta.
" Iya eonni makasih ya. Doain aja semuanya lancar."
" Noona? Hyung kalian bisa menghadap belakang dulu engga?" Pintaku pada kedua kakakku ini.
" Kenapa emangnya?" Tanya Jona hyung bingung.
" Udah kalian balik badan dulu nanti juga kalian tahu."
Jona hyung dan Jessi noona saling berpandangan kemudian bersamaan menoleh padaku penasaran.
" Udah buruan!" Ucapku memaksa yang akhirnya mereka turuti.
__ADS_1
Setelah Jona hyung dan noona berbalik badan aku langsung saja melakukan rencanaku. Aku mundur ke belakang melihat keadaan sekitar dan mengamati para orang tua yang sepertinya sedang asyik mengobrol.
Aku langsung saja mencium bibir Cinta sekilas.
CUP.
" Aidan?" Cinta protes keras yang membuat Jona hyung dan Jessi noona menoleh pada kami.
" Parah Aidan loe...." Noona langsung memarahiku yang langsung kupotong.
" Sttt.. Pelan-pelan." Aku menghentikan kalimat noona.
" Gokil banget loe berani cium Cinta di rumah orang tuanya." Lanjut noona kali ini dengan berbisik.
Jona hyung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Parah loe Aidan." Ucap Jona hyung.
" Hehe. Gue udah nahan diri banget dari tadi. Ya lagian seminggu engga ketemu, gue kangen banget kali sama Cinta."
Cinta ku lihat merengut.
" Maaf sayang, habis kamu cantik banget sih." Ucapku memujinya demi membujuk kekasihku ini agar tidak marah.
" Bilangin aja Cinta sama ayahmu biar Aidan di gaplok." Ujar noona.
" Hish noona nih." Protesku.
Tiba-tiba saja ibu keluar dari dalam rumah menghampiri kami.
" Ibu ada apa?" Tanya Cinta yang menyadari kehadiran ibu.
Ibu mendekatkan dirinya pada kami.
" Maaf nak Jonathan ini benar oppa J?" Tanya ibu yang membuat Jona hyung dan Jessi bingung.
Aku dan Cinta hanya mengulum senyum dengan kelakuan ibu. Kami berdua sudah paham ibu pasti akan segera memeluk atau meminta tanda tangannya Jona hyung.
" Ii..iya bu. Ada apa yah?" Tanya Jona hyung kikuk.
" Ibu mau minta foto, tanda tangan atau peluk?" Tanyaku yang langsung di pukul lengannya oleh ibu.
" Hish kamu tuh peka banget sih sama ibu. Haha." Ucap ibu yang malah tertawa salah tingkah.
" Ibu ini fans kita ternyata hyung. Awalnya fans loe tapi oleng ke gue." Ucapku memberitahu Jona hyung tentang ibu.
" Oh ya? Ayo bu kalau mau foto atau mau apa?" Tanya Jona hyung excited.
" Apa ndak papa kalau ibu peluk nak Jona?" Tanya ibu takut-takut.
" Noona? Boleh engga?" Tanyaku pada noona.
" Boleh bu kalau mau peluk, peluk aja. Kasih tanda tangan sama foto juga nanti sayang buat ibunya Cinta." Noona mengijinkan ibu memeluk hyung dan malah menyuruh Jona hyung memberikan tanda tangan dan foto bersama. Kami semua tertawa dengan tingkah ibu.
Tak lama appa dan eomma menyusul kami keluar dan berpamitan karena hari sudah terlalu larut katanya. Ah padahal aku masih merindukan Cinta. Tapi apa boleh buat, aku harus ikut pulang ke hotel bersama keluargaku.
Dan malam ini sekitar pukul 21.30 kami pamit pulang kepada keluarga Cinta.
...___ bersambung __...
...
...
...Wah akhirnya dikit lagi menuju ending yah... Semoga masih setia baca sampai episode terakhir " Bukan Cinta Impian " yah?...
__ADS_1
...Terima kasih untuk yang sudah baca, vote dan juga follow....