
Alvian kini sudah sampai dikamar apartemennya diantar oleh Azka.
"Istirahatlah, Tante Rosa sebentar lagi akan sampai."
Alvian hanya diam memijit pelipisnya, rasa pusing kepalanya membuat ia enggan membuka mata.
"Al,kamu kenapa nak?" mama rosa langsung memberondong pertanyaan, namun Alvian hanya diam.
"Alvian kenapa Ka?" tanya mama rosa pada Azka.
"Tidak tahu Tan, Al muntah muntah saat direstoran, aku mau bawa kerumah sakit tapi Al nya tidak mau." jelas Azka.
Mama rosa menatap Alvian heran juga sedih.
"Al, gue akan balik kekantor lagi." Azka menepuk bahu Alvian.
"Sebelum kekantor Belikan dulu gue rujak ka." Ucapnya dengan mata terpejam.
"Apa? rujak?" tanyanya heran.
"Al, gak salah kamu makan rujak?" Mama semakin heran dan penasaran terhadap keanehan Alvian.
"Lho gak budek kan? cepetan beli. Gak pake lama." Tekannya.
tanpa mau berlama lama lagi Azka pergi mencari rujak didekat apartemen, untung saja ada penjual rujak yang mangkal didekat situ,jadi ia tidak perlu jauh jauh mencari. Sekitar lima belas menit Azka kembali kekamar Alvian dengan membawa satu bungkus rujak.
"Ini Tan" Azka menyerahkan rujaknya pada mama rosa, dan mama masukkan ya kedalam piring sebelum memberikannya pada Alvian.
"Ini Al." Azka memberikan sepiring rujak pada Alvian.
"Makasih", Alvian langsung menyantap rujak. Azka menelan saliva merasa ngilu melihat Alvian memasukkan buah mangga asam kedalam mulutnya.
"Lahap amat, lho seperti orang hamil saja tau gak!" Ucap Azka namun Alvian si UK memakan rujaknya.
__ADS_1
"Hamil?" gumam mama rosa, dia mengernyit heran mencerna omongan Azka. Terbesit sebuah pemikiran yang menurutnya mustahil.Lamunan nya buyar saat Alvian bersendawa.
"Katanya mau kekantor, nagapain masih disini?"
"Gue syok liat lho makan rujak.Kalah istri gue saat hamil."
"Ya sudah sana." Alvian mengusir.
"Oke,gue balik, ingat lho harus kekantor besok, jika tidak ingin perusahaan lho gue jual." ucap Azka sembari berbalik melangkahkan kaki.
"Kamu tidak mual makan rujak Al? kenapa makan nasi kamu muntah muntah terus?"
"Gak tau mah."
"Oh ya, semalam mama menemukan ponsel ini didapur!" Mama rosa menyerahkan ponsel pada Alvian.
Deg..
"Ini kan ponsel nya Nafisah". gumamnya, ia menekan tombol on pada ponsel namun tidak hidup. "Batere ny habis", Alvian mengambil carger dan mengecas ponselnya.
"Sudah ma, sangat sehat." ucap Alvian datar.
"Kalo gitu mama pergi duku yah, mama mau kebutik."
Alvian hanya mengangguk, Mama rosa melangkahkan kakinya me inggalkan kamar Alvian, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Alvian,namun ia harus mengecek butiknya.
**
Setelah batre ponsel penuh Alvian mencoba menghidupkannya, Tampil foto ia dan Nafisah dilayar ponsel itu.Matanya berkaca kaca melihat nya, ia mengusap wajah Nafisah yang ada difoto itu.
"Sayang".
Tes.. Setetes bulir bening jatuh dari pelupuk matanya. Kemudian ia menggeser layar ponsel itu membuka kunci layar dengan mengetik tanggal pernikahan mereka,ia tahu sandi kunci ponsel Nafisah, kunci ponsel mereka sama yaitu tanggal pernikahan mereka.
__ADS_1
Sekali lagi air matanya jatuh mengalir membasahi pipi nya, ia membuka aplikasi hijau dan melihat isi chat didalam nya, dan akangkah kagetnya ia melihat ada pesan dari nomor asing yang mengabarkan kalau dia mengalami kecelakaan.
"Ini? pasti ini yang membuat Nafisah pergi". Alvian menggenggam ponsel dengan kuat, ia menggeram dengan seseorang yang sudah mengusik istrinya.
Alvian mengambil ponselnya lalu menghubungi Azka.
"Ka, tolong kamu lacak siapa pemilik nomor ini." Alvian menceritakan semua pada azka.
Flashback on..
"Mas" Tangan Nafisah gemetar mendapat pesan mengatakan Alvian kecelakaan, tanpa pikir panjang ia segera menyusul dimana lokasi yang diberi tahu.
"Bagaimana?" tanya seseorang dari balik seberang telepon.
"Beres bos, target tidak akan bisa mengelak, jangan lupa transferannya."
"Kerja bagus, oke. Saya transfer segera. Setelah itu segera pergi tinggalkan kota ini." Terbit seringai dibibirnya sambil memperhatikan Nafisah memasuki mobil.
"Kasian banget nasibmu Naf.Sebentar lagi kamu akan menemui ajalmu ,gak akan aku biarkan siapa pun yang mendapatkan Alvian, cuma aku seorang yang berhak atas Alvian". Tawanya dalam hati.
Nafisah dengan cepat melajukan mobilnya, hati nya sungguh gelisah,perasaannya sangat tidak enak, ia harus memastikan jika kabar itu benar benar Alvian atau bukan.
"Kenapa rem nya?" Nafisah mencoba menginjakkan kakinya pada rem namun tidak bisa. Hatinya begitu takut, kakinya terus menginjak rem namun tetap tidak bisa.
"Ya Allah, rem nya blong!, lindungilah hamba ya Allah." Batinnya bergetar, ia terus melewati jalan hingga ia melihat truk yang melaju kearahnya seakan sengaja ingin menabraknya, akhirnya ia banting setir nya kekiri dan menghantam pembatas jalan, ia tidak menyangka ternyata itu adalah jurang yang sangat terjal.
"Allahu Akbar, ya Allah lindungi anak dalam kandungan ku." Dia yang masih sadar akan kehamilannya dengan cepat ia mengambil bantal dan mengganjal perutnya.
"Aaaaaaa....Mas Al." teriaknya disela ketakutan.
Byur...
Mobilnya memasuki sungai,dan perlahan tenggelam, dengan sisa sisa kekuatannya ia mencoba melepaskan setbelt dan membuka pintu mobil, ia berenang tidak tahu kemana arah air membawanya hingga kesadarannya pun hilang.
__ADS_1
.
Bersambung.