
Safira sudah kembali kepesantren walaupun ia telat dari jam biasanya, tapi ia memiliki alasan jika ia mencari buku untuk tugas sekolah. sehingga ia lepas dari hukuman.
"Ide gue briliant banget kan? hahaha...kamu memang pintar Fira."monolog nya seorang diri sembari memasuki kamar nya.
"Dari mana saja kamu fir? kok baru pulang jam segini?" tanya Julia teman sekamarnya.
"Palingan ngibul lagi." sambung Eli yang juga Teman sekamar nya. Eli sangat hapal betul kelakuan Fira, baru beberapa bulan saja mereka berteman tapi mereka sudah sangat hapal watak masing masing.
"Gak boleh bohong fir,dosa tau." nasehat Julia.
"Hahaha...gak kok, tadi memang lagi nyari buku buat tugas,ya sekalian nyelam minum air. Iya gak?" tawanya terbahak. Ia memang tidak sepenuhnya berbohong, ia mencari beberapa buku untuk tugas sekolah nya, walaupun sambil cuci mata.
"Ya sudah ayo ke musholla, bentar lagi ashar." ajak Julia yang sudah bersiap hendak pergi kemesjid.
"Gue lagi cuti." ucap Fira dan berhambur berbaring ketempat tidurnya.
"Lho gak lagi bohong kan fir?" Eli menyipitkan mata nya curiga.
"Buset dah,gak lah. bandel bandel nya gue,gue gak akan lah ninggalin kewajiban gue." ucap Fira tak terima sembari melempar Eli dengan bantal.
"Ya maaf, gue gak maksud." Jawab Eli tertawa.
"Ya sudah kami pergi dulu." Julia dan Eli pun pergi meninggalkan Fira.
"Fir, bangun. Gak baik tidur setelah ashar." Julia menggoyangkan tubuh Fira yang tertidur pulas, Mereka yang baru saja kembali dari sholat ashar berjamaah dan mendengarkan ceramah singkat dari ustadz Yusuf tercengang melihat Fira yang terlelap tidur.
"hemm..." ucap Fira namun enggan membuka matanya.
"Nih Siram aja Jul, biar sadar dia nya." saran Eli jahil sembari memberikan gayung berisi air pada Julia
"Eitss.. gue Uda bangun yah." Safira langsung melompat bangun, sontak saja membuat Julia dan Eli tertawa.
"Fira, Fira." Eli dan Julia menggeleng lihat tingkah Fira.
Fira,Julia dan Eli pergi keruangan ustazah laila untuk menyetor hafalan,mereka berjalan beriringan bertiga.
"kalian tahu, Gus zayyan akan kembali ke ponpes ini lho."
"Benarkah?, uhhh gak sabar deh ketemu Gus zayyan."
__ADS_1
"Iya, dengar dengar dia akan menetap dan mengajar disini."
"Alhamdulillah, syukurlah kalo Gus zayyan mau ngajar disini "
Begitulah bisik bisik para santriwati yang didengar Fira. Bahkan sepanjang jalan para kaum santriwati terus membicarakan Gus zayyan.
"Gus zayyan? siapa dia? dari tadi orang orang kok pada ngomongin dia." tanya Fira pada dua sahabat nya itu.
"Gus zayyan itu anak nya kyai Anwar fir." jawab Julia.
"Oohh..." Fira hanya ber oh ria.
"Gus zayyan itu masih muda lho fir, tampan. lagi, itu sebabnya para santriwati mengagumi Gus zayyan." timpal Eli.
"Termasuk kalian?"
"Kalau boleh jujur sih iya, tapi kami sadar lah siapa kita ya gak Jul." ucap Eli.
"He'em.." sambung Julia, mereka terus bicara hingga tak jauh lagi mereka sampai dikantor ustazah Laila.
"Kalian duluan aja deh ya, gue mau ke toilet bentar." Fira memegangi perutnya.
"Kamu kenapa fir?"
"Ahh...Leganya." Safira menggosok perutnya merasa lega sudah menuntaskan hajatnya. "Gara gara cilok tadi nih pasti." gumamnya sambil berjalan setengah berlari untuk menyusul Eli dan Julia, ia takut kalo mereka sudah selesai namun ia belum kembali.
Bugh..
"Aww.." Fira terhuyung terjatuh karena menabrak seseorang. Kemudian Ia berdiri sambil menggosok pan**t nya yang membentur lantai. "Kalo jalan liat liat dong." ucapnya sarkas pada seorang pria yang berdiri didepannya.
"Ka..kamu?
"E..Lo?
Ucap mereka kompak, mereka kaget karena bertemu lagi.
"Lho ngapain disini? Lo nguntitin gue?" sarkas Fira.
"Hey,, yang harusnya nanya tu gue. Sedang apa lho disini?" jawab pria itu santai.
__ADS_1
"Gue disini? ya tempat tinggal gue disinilah. Dan sebaiknya lho pulang, gue gak izinin om om kayak lho datang ke asrama putri." tambah Fira menyunggingkan bibirnya.
"Ada hak apa kamu ngelarang saya?"
"A..adalah. Gue menantu kyai Anwar, jadi gue punya hak."
"Ha?? gak salah?" Kening nya berkerut heran, hatinya bertanya tanya mungkinkah ustadz Yusuf menikah dengan bocah yang ada didepannya? "Tunggu, ustadz Yusuf kan sudah menikah, dan itu bukan kamu kan?" tanya nya ingin tahu.
"Ya bukan, gue istrinya Gus zayyan, putra kedua kyai Anwar."
Pria itu mengernyitkan dahinya, ia menggeleng melihat gadis didepannya berbohong.
"Kami itu santriwati disini kan? dan kamu juga masih sekolah, jadi gak mungkin, saya gak percaya. Dan satu lagi, saya tidak mengetahui kalo ustadz zayyan sudah menikah." ucapnya ingin mengetahui kebohongan apa lagi yang akan ia dengar.
"Kami dinikahkan mendadak, karena kami mengalami insident yang mengharuskan kami menikah." ucapnya setengah berbisik.
Pria itu melongo mendengar penuturan Safira, sembari memijit pelipisnya. Ia tak habis pikir bisa bertemu lagi dengan wanita aneh seperti Fira. Ia tertawa miris
"Kenapa? lho sudah paham sekarang kan?, dan sebaiknya lho per_" ucapan nya terhenti karena seseorang memanggil nama ustadz zayyan.
"Gus zayyan! Assalamualaikum." ucap salah satu santriwati menghampiri.
"Waalaikumsalam" jawab zayyan sambil memandang Safira yang terlihat syok.
Wajah Safira memerah menahan malu, "G..Gu..Gus zayyan?" ucapnya gagu melihat santriwati seolah meminta penjelasan.
"Iya, beliau Gus zayyan putranya kyai Anwar."
Safira menutup mulutnya dengan tangannya dan menunduk, zayyan yang melihat kegugupan dan rasa malu Safira hanya tersenyum tertawa.
"Mampus gue," batin Safira.
"Saya pergi dulu assalamualaikum." ucap zayyan dan berlalu pergi.
Safira menatap punggung zayyan yang berjalan menjauh dengan hati kacau, ia sudah melakukan kesalahan sudah mengaku sebagai istri Gus zayyan ternayata orangnya berada didepannya.
"Mampus gue, bodoh amat sih Lo fir" gerutunya sambil menepuk kepalanya kesal. Dia terus mendumel merutuki kebodohannya.
.
__ADS_1
.
.Bersambung.