
"Fira, kamu sudah siap nak?" Tanya mama Rosa menghampiri Fira dikamar nya.
"Ini lagi siap siap mah!" Safira memasukkan pakaian pakaiannya ke dalam koper.
"Eits, tunggu. Kamu mau berpenampilan seperti ini?" tanya mama melihat Fira dari kaki sampai kepala nya. Walaupun Fira memakai jilbab,tapi pakaiannya masih belum sempurna menutup aurat, ia menggunakan celana kulot dan kemeja serta jilbab segitiga yang ujung depannya diikat melingkari leher.
"Kenapa ma? biasa nya juga begitu."
"Astaghfirullah nak, kamu ini mau masuk pesantren, jadi pakaian mu gunakan yang tertutup."
Safira mengernyitkan dahinya, sembari melihat dirinya sendiri dari celana nya juga baju nya. "Tertutup kok!" sambungnya.
"Kenakan gamis Fira, cepat ganti."
"Gamis? gerah mah, masa aku pake baju kebesaran gitu." gerutunya.
"Gak ada tapi tapian, cepat ganti pakaian mu." ucap mama sembari mengeluarkan isi koper Fira,dan menggantikannya dengan beberapa gamis.
"Fira, ayo cepat." Papa datang kekamar Fira.
"Iya pa." jawab Fira, "Niat amat sih papa mau buang anaknya." gerutu Fira pelan namun masih bisa didengar mama rosa.
"Papa bukan mau ngebuang kamu Fira, papa mau kamu berubah jadi anak baik." senggak mama.
"Apa selama ini Fira bukan anak baik ma?" tanya nya sedih.
"Kamu anak baik Fira, cuma papa dan mama mau kamu menjadi lebih baik, Soleha, seperti kakak iparmu Nafisah. Bukan kerjaannya balapan."
Safira sebenarnya memang anak baik, dia tidak pernah bergaul bebas, menggunakan barang terlarang atau apalah yang dilakukan oleh anak anak nakal lainnya. Dia hanya nakal jika ada yang mengusiknya.
"Ma, Fira gak nyaman make pakaian begini, gerah." ucapnya memelas.
"Nanti kamu juga terbiasa, udah ayo turun." mama menarik koper Safira.Safura hanya bisa pasrah dengan nasibnya, tinggal jauh dari orang tua dan jauh dari temannya.
**
Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan, Safira mendongak kan kepala nya melihat palang yang bertuliskan PONPES RAUDHATUL JANNAH.
__ADS_1
"Ayo ikut masuk" Ajak papa.
Tidak cuma papa dan mama roda yang mengantar Fira, Nafisah dan Alvian juga ikut serta.
"Ini pesantren tempat kakak ngajar kan kak?" Tanya Fira sambil melangkahkan kakinya.
"Iya fir, insyaallah kamu pasti senang tinggal disini." Nafisah tersenyum dibalik cadarnya.
Kedatangan mereka disambut baik oleh kyai Anwar dan nyai Fatimah. Setelah berbicara panjang lebar akhirnya mereka pulang meninggalkan Safira disana.
"Ayo Fira kakak antarkan kamu ke asrama putri." Ucap Laila selaku ustazah disana juga menantu dari kyai Anwar dan umi Fatimah.
"Iya ustazah." Safira mengikuti langkah Laila, dan kini mereka berhenti disebuah kamar. "Nah sekarang ini kamar kamu," Laila mengenalkannya dengan dua orang gadis yang akan menjadi teman sekamarnya. Setelah menjelaskan semua aturan pada Fira Laila pun meninggalkannya dikamar.
**
"Mas bagaimana keadaan Fira ya, apa dia akan betah disana?" tanya Nafisah.
"Insyaallah sayang, kita doakan saja yang terbaik untuknya." Alvian mengelus perut Nafisah dan mengecupnya.
"Sayang papa, sehat sehat disana yah nak!" ucapnya dan mengecup kembali perut buncit Nafisah." Tidurlah", Alvian menarik kan selimut Nafisah kemudian ia ikut berbaring disamoing Nafisah dan memeluknya.
"Sayang, kenapa?" herannya melihat Nafisah gelisah.
"Naf gak bisa tidur mas, lapar."
"Kamu lapar? mau makan? mas akan ambilkan."
"Naf mau nasi goreng yang ada diperempat jalan sana mas"
"Ha?" Alvian meihat jam dinakas dan ini sudah sangat larut, apa masih buka warung itu?.
"Sayang, ini sudah sangat larut, pasti sudah tutup".
"Mas coba aja dulu, siapa tahu masih buka. Naf sangat pengen nasi goreng itu." ucapnya sambil mengelus perutnya.
Alvian tidak tega melihatnya dan segera bangkit dari tempat tidur. "Baiklah mas akan pergi." ucapnya sambil mengambil kunci mobil dan dompetnya di laci.
__ADS_1
Alvian menyusuri jalanan gelap mencari penjual nasi goreng yang masih buka di jam sudah selarut ini. Setelah berkeliling cukup jauh akhirnya ia menemukannya, untung saja warung itu buka sampai subuh. Namun ia harus bersabar mengantri karena cukup banyak yang menunggu.
Pembelinya cukup ramai, ia khawatir istrinya yang sudah kelaparan jika ia menunggu antrian yang panjang ini. Ia beranikan diri menghampiri penjual itu. "Maaf pak, boleh minta dahulukan saya pak, istri saya ngidam ingin masih goreng bapak."
"Ohh..iya iya pak boleh." angguk bapak penjual. Bagaimana pak, buk bolehkan mas nya ini duluan soalnya istrinya sangat ngidam nasi goreng ini." tutur bapak penjual.
"Iya pak, silahkan." jawab yang lain.
Nasi goreng pun sudah masak, Alvian membayar nasi goreng nya dan berterima kasih pada bapak penjual dan para pembeli. Kini ia sudah sampai kembali kerumah. Ia ambilkan piring didapur dan mengisinya dengan nasi goreng. Dengan langkah cepat ia menaiki tangga dan masuk kekamar nya.
Matanya membola melihat sang istri yang sudah tertidur. "Yang, ini nasi goreng nya." ucap ya sembari menggoyangkan bahu Nafisah namun tak ada respon, ia coba sekali lagi menggoyangkan bahu Nafisah.
"Sayang, ini nasi goreng pesanan kamu."
"Emm..buat mas saja, Naf Uda gak pingin lagi." ucap Nafisah yang masih dengan mata terpejam.
"Ha?" Alvian menepuk jidatnya, sudah bela belain keluar malam dan menerobos antrian hanya untuk mendapatkan nasi goreng yang diinginkan istrinya, eh Mala dia tidur dan sudah tidak menginginkannya lagi.
Alvian menarik nafas dan membuangnya kasar, ia tak habis pikir dengan istrinya. Baru ia rasakan bahwa jika istri ngidam akan begini rasanya. Kemarin kemarin ia sangat mengharapkan istrinya ngidam untuk merasakan bagaimana rasanya sebagai calon papa yang siap menuruti kemauan calon buah hati.Ternyata sangat menantang dan butuh kesabaran.
Alvian ikut menyusul istrinya tidur, karena hari sudah sangat larut dan ia juga sangat mengantuk. "Selamat tidur," ucapnya sambil mengecup kening istrinya.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya para readers 😊 agar aku makin semangat buat nulis, ternyata sangat susah nulis yah, aku pengen banget bisa seperti para author senior disini yang novelnya bagus bagus dan sudah banyak mengeluarkan karya, kalian sangat hebat bisa menuangkan ide sehingga bisa dinikmati oleh para pembaca👍👍
Aku yang mau nulis satu bab aja harus muter otak untuk dapat ide bahkan selaku blank 🤣🤣
salut deh sama author senior disini, kalian sungguh hebat👍👍
Semoga aku bisa seperti kalian yah😊
Dan untuk para readers yang sudah setia dan Sudi membaca cerita ku, ku ucapkan terima kasih banyak buat kalian semua😊😊🥰🥰 Karena kalian aku masih semangat buat nulis nya😊
__ADS_1
I love u readers🥰 dari umi ayi😊