
Tiga puluh empat : Amplop
___________________
___________________.
Author pov.
Siang ini Ali menepati ucapannya tadi pagi yang akan mengantar Prilly ke rumah sakit anak bersama Gwen.
"Sudah selesai." ucap Ali saat Prilly baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan.
Prilly mengangguk dan kembali menenangkan Gwen yang memang sedang menangis karna di suntik.
"Kenapa dia menangis?" tanya Ali lagi.
"Gwen selalu menangis setiap habis di suntik imunisasi." balas Prilly.
"Kenapa harus di suntik imunisasi segala, kasian Gwen kesakitan." ucap Ali tidak tega melihat Gwen menangis.
Prilly menatap Ali agak kesal. "Untuk apa kita datang ke rumah sakit kalau bukan untuk imunisasi, sakitnya juga hanya sesaat." balas Prilly.
"Begitu ya." ucap Ali masih tak mengerti.
"Ya... Aku ingin menebus vitamin Gwen dulu, kau mau ikut atau tunggu kami di mobil saja." ucap Prilly dengan nada tidak santai.
"Biarkan aku saja yang menebus vitamin Gwen, kamu dan Gwen tunggu saja di mobil." ucap Ali, ia mengambil kertas resep dari tangan Prilly.
"Tapi---
"Tidak ada tapi-tapian, sudah kamu duluan saja ke mobil. Biar aku saja yang menebus obat Gwen." ucap Ali memotong ucapan Prilly dan berlalu dari hadapan Prilly.
"Ali kau mau ke---- mana.?" ucap Prilly lirih di ujung kalimatnya karna Ali sudah lebih dulu memasuki lift tanpa mendengarkan ucapan Prilly lebih dulu.
"Padahalkan apotek 'sejahtera' ada di lantai 3 lalu untuk apa dia naik ke lantai atas lagi." gumam Prilly pada dirinya sendiri.
"Hah sudahlah biarkan saja, nanti juga pasti dia akan tau."
Prilly pun memasuki lift dan turun dari lantai tiga menuju lobby rumah sakit 'Cinta'. Sesampainya di lobby Prilly langsung duduk di kurso yang memang di sediakan disana.
Prilly tidak mau menunggu Ali di mobil, karna Prilly yakin bahwa pasti Ali akan lama karna nyasar.
Sementara Gwen sudah berhenti menangis dan tertidur dalam gendongan Prilly.
Sudah setengah jam lebih Prilly menunggu Ali, namun Ali belum turun juga dan itu membuat Prilly kesal karna lelah menggendong Gwen yang tertidur. Memang jika menggendong anak yang tertidur itu lebih berat dari pada bangun.
__ADS_1
"Ada yang bisa kami bantu bu...." ucap pak Satpam di sana yang melihat Prilly sedari tadi hanya mengomel tidak jelas.
Prilly pun menatap pak satpam itu dan tersenyum kikuk lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak apa pak... Terima kasih." ucapnya.
"Saya sedang menunggu suami saya..." lanjut Prilly.
Pak satpam itu mengangguk paham lalu pergi dari hadapan Prilly. Berselang beberapa menit Ali pun datang.
"Lama banget sih li, kau nyasar ke jakarta apa!" ucap Prilly sinis.
Ali masih berdiri di hadapan Prilly sambil mengatur nafasnya yang terengah. Setelah nafasnya sudah agak teratur Ali mengangkat kantong plastik di tangannya tinggi tinggi.
"Maaf....."
"Apa?!"
"Maaf tadi aku mencari apotek kemana mana tidak ketemu." ucap Ali.
"Siapa suruh tadi kau pergi duluan, padahal aku baru saja akan memberitahukan dimana apoteknya." ucap Prilly.
"Ya ya maaf..."
"Maaf maaf... Sudah lebih baik kita pulang, aku capek menggendong Gwen dari tadi." ucap Prilly mulai melangkah meninggalkan Ali yang masih diam di tempat.
"Siapa suruh tadi hanya diam."
"Kenapa duduk di belakang sih?" tanya Ali saat melihat Prilly membuka pintu mobil belakang padahal Ali sudah membukakan pintu mobil depan untuk Prilly.
"Sudahlah cepat jangan cerewet."
"Tidak mau, pindah kedepan sekarang juga atau aku tidak akan menjalankan mobilnya. Sudah ku bilang berapa kali jika naik mobil bersamaku jangan duduk di belakang karna aku bukan supir, aku itu suamimu. Ingat itu." cerocos Ali panjang kali lebar 😂✌
Prilly mendengus sebal mendengar ucapan Ali yang panjangnya kayak kereta api itu. Karna ia sedang tidak mau berdebat dengan Ali, akhirnya ia pun keluar dan kembali masuk melewati pintu depan.
Ali pun tersenyum manis dan menutup pintu mobil dengan hati hati saat Prilly sudah duduk manis di kursi sebelah kemudi dengan Gwen masih di gendongannya.
Akhirnya setelah hampir setengah jam mobil Ali pun berhenti tepat di depan rumah mereka.
"Tunggu!" seru Ali saat Prilly membuka pintu mobil.
"Apa lagi."
"Sebentar." ucap Ali, dia turun dari mobil dan memutari mobil. Ternyata Ali menahan Prilly karna ia ingin membukakan pintu mobil untuk Prilly.
__ADS_1
"Terima kasih." ucap Prilly.
"Tidak perlu berterima kasih." balas Ali.
"Sini biar aku saja yang menggendong Gwen, aku tau kamu sangat lelah." ucap Ali mengambil Alih Gwen dari gendongan Prilly.
"Sini sini Gwen sama Papa saja ya sayang, Mama capek." ucap Ali berbicara pada Gwen yang memang sudah bangun dari tidurnya.
Ali memasuki rumah dan diikuti Prilly di belakangnya. Prilly membawa kantong plastik putih berisi vitamin Gwen dan juga tas gendong berisi peralatan Gwen (isi tas : pempers, air putih, air panas, susu, baju, tissu dll)
"Nyonya..." panggil salah satu pelayan di rumah Ali.
"Biar saya yang membawa tas Gwen dan ini tadi ada surat untuk bapak." ucap pelayan itu mengambil Alih Tas gendong Gwen dan memberikan amplop coklat.
"Terimakasih." ucap Prilly sambil tersenyum.
Prilly berjalan menuju kamar Gwen sambil membuka amplop coklat itu dengan ragu. Matanya agak membulat saat melihat apa ini amplop itu. Prilly tidak menyangka jika semua itu akan terjadi.
Dengan langkah berat Prilly membuka pintu kamar dan mendekati Ali yang sedang bermain dengan Gwen di ranjang. Ini adalah pemandangan langka, karna memang Ali tak pernah melakukan itu.
"Ada apa?" tanya Ali saat melihat Prilly seperti menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya.
Prilly menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak apa apa." ucapnya.
Ali menatap Prilly curiga. "Apa itu?" tanya Ali lagi.
"Ah tidak! Ini bukan apa apa." ucap Prilly gugup sendiri, rasanya ia tidak mampu memberikan amplop itu pada Ali.
"Boleh aku melihatnya." pinta Ali.
"Jangan!" sergah Prilly cepat.
"Kenapa?" tanya Ali heran.
Ali pun bangkit dari ranjang mendekati Prilly, ia sangat penasaran dengan apa yang ada di tangan Prilly.
"Hap."
Ali pun mengambil amplop itu dari tangan Prilly. Prilly menundukkan kepala nya tidak berani menatap Ali, ia tidak tau harus bagaimana.
Ali mulai membuka amplop coklat itu membuat Prilly semakin gelisah.
"Kamu kenapa sih? Kenapa kamu terlihat tidak nyaman begitu." ucap Ali saat melihat Prilly gelisah dengan menggigit bibir bawahnya.
"Tidak itu isinya adalah......" ucap Prilly menggantungkan kalimatnya.
__ADS_1
"Oh...." gumam Ali pelan saat sudah melihat apa isi amplop coklat itu.